
DOUBLE UP!!🥰
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺
Alexa mengenggam tangan Digo pelan, dia masih bisa melihat jelas wajah khawatir kekasihnya itu “Aku takut sayang”
Digo langsung menyentuh wajah Alexa pelan “sebentar lagi akan ditangani sayang, bertahanlah”
Alexa juga menyentuh tangan Keivan “thank you Kei” bisiknya.
Keivan juga mengelus rambut Alexa pelan.
Digo memberikan suntikan anestesi regional (Bius setengah badan) kepada Alexa karena luka yang dialami dia harus mendapatkan beberapa jaritan.
Keivan juga memutuskan untuk menunggu diluar ruangan.
Alexa merasa ketakutan saat Digo mulai menjahit lukanya itu “Aku takut…”
“Kamu sudah di anestesi sayang, jika efek obatnya sudah menghilang baru akan terasa sakitnya” ujar Digo fokus menangani luka itu.
“Maafin aku udah ganggu jam kerja kamu” lanjut Alexa lagi.
“Jangan banyak bicara.. nanti kita bicarakan lagi ketika aku sudah selesai” ujar Digo.
“Kamu tau setelah Risa menelponku dan memberi info tentang ini aku langsung menjadi khawatir” ujar Digo.
“Apakah tidak ada yang bisa menjagamu lebih baik selain aku?” Lanjut Digo lagi.
Alexa mendengar ocehan dokternya itu sambil senyum-senyum.
“Keivan membantuku.. dia sigap sekali sayang” balas Alexa.
“Jika dia sigap, kamu tidak akan terluka seperti ini sayang” balas Digo.
Digo tidak akan membahas kecemburuannya sekarang, kesehatan Alexa lebih penting dari apapun.
“Jahitannya sudah rampung, sekarang beristirahatlah sampai efek obatnya menghilang, oke?” Ujar Digo membereskan peralatannya.
Alexa pun menuruti perkataan Digo dan mencoba untuk tertidur.
Sedangkan Taniara yang sejak tadi berdiri didepan pintu UGD mendengar dengan jelas perkataan mereka.
“Sayang? Digo mengatakan sayang kepada Alexa? Jangan-jangan.. aghhh seharusnya aku segera sadar diri” batin Taniara bergemuruh dan memutuskan untuk menenangkan hati dan pikirannya di rooftop.
Taniara menangis dengan kencang, selagi rooftop saat itu sedang sepi. Hatinya sangat kacau karena sudah berpikir bahwa Digo akan menyatakan perasaan kepadanya padahal Digo sudah berkencan dengan wanita lain.
“Kenapa Digo gak pernah sadar ada aku disini?” Ujarnya pelan, air matanya terus menetes.
......................
Keivan telah menunggu Digo di luar “Gimana keadaan Alexa? Apa lukanya sangat parah?”
Digo harus tetap professional untuk menjelaskan keadaan pasien “lukanya tidak terlalu dalam, aku sudah menyelesaikan 5 jahitan untuk luka itu”
“Yaa tuhan.. astaga..” keluh Keivan frustasi.
__ADS_1
Digo menepuk pundak Keivan “Dia baik-baik saja”
Keivan tersadar bahwa kecemasannya sangat tak berarti, dia mencemaskan kekasih orang lain.
“Ganti bajumu sekarang Kei” lanjut Digo melihat penampilan Keivan yang aur-auran.
Keivan mengangguk.
“Go.. Thanks” ujar Keivan lagi.
Digo hanya tersenyum singkat dan pergi meninggalkan Keivan.
Keivan mengintip keadaan Alexa dari jendela UGD, Alexa sudah sadar dan melihat Keivan mengintipnya dari jendela.
Alexa memanggil Keivan dengan isyarat tangannya.
Keivan masuk keruangan Alexa dan duduk disebelah bed nya.
“Are you ok now?” Tanya Keivan.
Alexa mengangguk “sakit sedikit saja” ujarnya sambil tertawa manis khasnya.
Keivan tersenyum lega dan menyentuh tangan Alexa.
“Makasih ya” ujar Alexa pelan, dia masih terasa lemah.
“Aku gak bantu kamu apa-apa.. kamu hebat sudah bisa bertahan” ujar Keivan.
“Tapi.. Baju kamu kotor kena darah aku” ujar Alexa lagi.
Keivan menggeleng “yang penting kamu sehat. kalau aku yang ada diposisi kamu, aku juga sanggup”
KREK.
“Alexa..” teriak seorang wanita menghampiri Alexa.
“Ibu?” Ujar Alexa terkejut karena kedatangan Ibunya.
“Iya Nak.. Ibu dengar kabar kamu terluka dari Risa” ujar Mita, Ibu Alexa.
Alexa berjanji akan memarahi Risa setelah ini, dia kasihan melihat Ibunya jauh-jauh dari Bandung ke Jakarta hanya untuk menjengguknya.
Mita menyentuh wajah Alexa sedih “Kenapa bisa gini nak?”
“Gak apa kok Bu” balas Alexa sambil tersenyum.
Untuk pertama kalinya Keivan melihat Ibu kandung Alexa itu, wajahnya cantik dan meneduhkan seperti anaknya.
Mita melihat penampilan Keivan “Kamu siapa?”
Keivan mengulurkan tangannya sambil tersenyum “Saya Keivan Bu”
“Ohh.. kamu yang menyelamatkan putri saya?” Tanya Mita lagi.
Keivan enggan menjawabnya karena malu.
“Iya Bu, Keivan yang bantu aku” balas Alexa.
__ADS_1
Mita langsung memeluk tubuh Keivan “Terimakasih ya Nak, Terimakasih sudah bantu Alexa”
“Sama-sama Bu” balas Keivan dengan tersenyum sopan.
Mita mengelus rambut Alexa pelan “Masih sakit Nak?”
Alexa menggeleng “Gak Bu.. cuma luka kecil” ujarnya sambil mengedipkan matanya.
“Ibu lupa aku pernah jatuh dari tangga, lukanya lebih besar dari ini.. tapi aku gak nangis kan?” Lanjut Alexa lagi.
Mita membalasnya dengan anggukan dan tersenyum terharu.
“Maafin Ibu ya.. gak pernah bisa bantuin kamu” ujar Mita menangis
“Alexa yang udah nyusahin Ibu terus” balas Alexa ikut menangis.
Keivan yang melihat drama antara Ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu itu juga menahan rasa sedihnya, dia juga merindukan Mamanya, sudah lama dia tidak bercanda gurau bersama.
“Keivan kenapa nangis?” Tanya Mita.
Keivan menghapus air matanya sambil tertawa “Saya kangen Mama saya”
“Mama kamu pasti bangga punya anak yang baik seperti kamu” ujar Mita juga tersenyum.
Mereka bertiga saling bertukar cerita dan tertawa bersama, tapi jika ada cerita yang menyedihkan mereka juga akan menangis bersama.
Digo yang hendak masuk ke ruangan rawat Alexa melihat Keivan, Alexa dan seorang wanita sedang sibuk mengobrol bersama.
Digo bertanya kepada Risa yang menunggu di luar “siapa wanita itu?”
“Oohh.. itu Ibunya Alexa Dok” balas Risa.
“Aku rasa mereka sangat dekat sekarang” lanjut Risa juga melihat mereka tertawa bersama.
Digo mengurungkan niatnya untuk masuk dan kembali keruangannya lagi.
......................
Keivan hendak berganti pakaian dan bertemu dengan Digo di dalam kamar mandi.
“Elo sengaja pamer baju penuh darah ke Ibu Alexa? Biar di kira pahlawan Hah?!” Sindir Digo.
“Gue baru ganti karena Asisten gue baru dateng bawain gue baju” balas Keivan jujur.
“Gak cukup Elo ganggu gue di insiden tahun lalu?” Tanya Digo lagi.
Sepertinya Digo tidak bisa menahan kemarahannya lagi.
“Apaansih!! Elo selalu bahas tentang itu!! Cewek itu yang ngejar gue Go!! Gue gak ada niat ganggu kalian saat itu” teriak Keivan.
“Kalo gak karena Elo yang mancing, Raisa gak akan ninggalin Gue” balas teriak Digo.
“Raisa gak pernah tulus!! Dia manfaatin kita berdua, gue gak pernah ada hubungan apapun sama dia” ujar Keivan membela diri.
Digo memegang kerah kemeja Keivan sambil menatap tajam “TERSERAH!! Sampe Elo deketin Alexa dan manfaatin Dia!! Gue gak akan tinggal diam!!”
Digo langsung pergi dan membanting pintu kamar mandi dengan keras.
__ADS_1
Keivan melihat kearah cermin dan mengusak rambutnya kasar “GUE SUKA ALEXA!! Gue udah coba ngelupain dia tapi gue gak bisa..”