OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Sayangku cintaku


__ADS_3

HAPPY READING!!đŸ„°


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kokđŸ„ș


Syuting hari kedua pun dimulai, cerita syuting hari ini adalah mulai ada kedekatan antara Rey dan Cinta. Rey membantu penyembuhan Cinta yang sempat terjatuh dari tebing dengan alat P3K yang seadanya.


mereka terjebak didalam hutan dengan persediaan makanan yang sedikit, perlahan sedikit demi sedikit Rey merasakan kenyamanan saat bersama Cinta yang sangat cerewet dan ceria itu walaupun baru beberapa hari mengenalnya. Saat ingin mengantar Cinta pergi kerumahnya lagi, tapi Cinta menolak karena hidupnya tidak aman jika hidup dirumahnya. Karena rasa kasihannya Rey mengajak Cinta untuk tinggal bersama di Apartemennya.


Balik lagi ke dunia nyata, ini pertama kalinya Digo melihat bagaimana proses syuting itu dilakukan, benar-benar melelahkan pasti.. bahkan mata dan hatinya sudah sangat panas karena melihat kedekatan Keivan dan Alexa, walaupun mereka hanya sedang berakting.


Mungkinkah Digo sudah mulai overprotektif?


Karena adegan Rey dan Cinta sudah mulai intens, jadi Keivan dan Alexa harus mencoba membangun chemistry yang cocok juga.


Dia memilih untuk berbicara bersama lebih banyak, menceritakan sifat-sifat dan masing-masing karakter, bernyanyi bersama.



Digo yang melihat dari kejauhan menjadi sedikit cemburu, tapi dia harus tetap professional, Keivan mungkin memang bisa merebut hati Alexa di film. Tapi jika dalam dunia nyata, tentu hati Alexa hanya untuknya.


Alexa melihat Digo yang terus menatap sinis kedekatannya dengan Keivan dari kejauhan, dia mempunyai ide untuk mengtest rasa kecemburuan Digo pada mereka.


Alexa duduk lebih dekat dengan Keivan “bolehkah aku duduk lebih dekat lagi?”


Keivan mengangguk.


Alexa sengaja mengacak rambutnya disekitar wajahnya.


Keivan refleks membenarkan rambut yang menganggu wajah cantik Alexa itu.


Alexa membalasnya dengan tersenyum “terimakasih”


Alexa langsung melirik ke arah Digo yang sudah meremas baju pinggirnya, mungkin dia sudah mulai terpancing..


Keivan juga melirik wajah Alexa yang nampak tersenyum saat melihat Digo, dia sadar bahwa kelakuan Alexa yang pura-pura dekat dengannya hanya untuk memancing kecemburuan Digo, kekasihnya.


Setelah mengetahui kebenaran antara Alexa dan Digo telah berpacaran, Keivan hanya mencoba untuk sabar dan tidak berniat menganggu hubungan percintaan mereka lagi, walaupun rasa cintanya pada Alexa masih ada.


Akhirnya syuting untuk film Doctor, I love you yang berlatar di pegunungan sudah selesai, mereka rencananya akan melakukan syuting di rumah sakit, dan kebetulan sekali bahwa syuting tersebut akan dilakukan di Bahtera Hospital. Yappp
 itu adalah rumah sakit tempat Digo praktek.


Ada rasa menggembirakan bagi Alexa dan Digo, karena dia akan lebih dekat dengan ayangnya.


Sebagian crew sudah mempacking barang untuk segera meninggalkan pegunungan itu, dan Alexa memutuskan untuk pergi ke kota bersama Digo, dan Risa juga ikut bersamanya.


Selagi Risa sedang berbenah, Digo dan Alexa menunggu di dalam mobil, sepertinya Digo sedang bad mood dengan kejadian yang dibuat sengaja oleh Alexa.


Alexa menghapus keringat pada dahi Digo dengan tisunya sambil tersenyum.


“Sayang..” ujar Alexa pelan, pertama kalinya Alexa memanggil Digo dengan sebutan itu, dia penasaran dengan ekspresi wajah Digo.


Digo langsung terkejut mendengar ucapan Alexa, dia merasakan sesuatu bergetar didalam hatinya.

__ADS_1


“Geli ya?” Tanya Alexa sambil tertawa.


Digo hanya menggeleng.


“Jadi enaknya aku panggil kamu. Sayang, ayang, baby, bebeb, honey, lovely, atau
” ujar Alexa.


“Emmmm.. aku lebih senang kamu memanggilku sayang” ujar Digo pelan.


Alexa menyentuh wajah Digo dengan kedua tangannya sambil tersenyum “oke sayangku cintaku”


Digo hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya itu.


“Sayang gak bales apa-apa nih?” Ujar Alexa dengan ekspresi yang dibuat-buat.


Digo juga menyentuh wajah Alexa dengan kedua tangannya sambil tertawa “Iya sayangku cintaku”


Mereka tertawa terbahak-bahak, hari pertama berpacaran memang akan sangat kaku.


“Aku boleh memintamu untuk tidak terlalu dekat dengan Keivan?” Tanya Digo.


“Emmm.. walaupun itu sedang berakting.. emm.. yaa aku tau.. emmmm” lanjut Digo seperti ingin berbicara banyak tapi terpotong-potong dan lama.


Alexa menunggu ucapan Digo yang terpotong-potong itu dengan penasaran, dia yakin Digo akan mempermasalahkan kejadian yang tadi.


Alexa menyentuh tangan Digo “Oke.. aku mengerti maksudmu”



Digo mengacakkan rambut Alexa dan membenarkannya dengan romantis, jauh lebih romantis dari yang Keivan lakukan tadi.


Alexa tersenyum sangat manis melihat kekasihnya yang baru saja menunjukkan sikap cemburunya.


Alexa menggelitik pinggang Digo karena Digo terus mengacak-ngacak rambut Alexa.


“Stop sayang.. aku pusing..” ujar Alexa masih menggelitik pinggang Digo


“Hentikan dulu tanganmu sayang.. geli sekali” balas Digo yang tak mau kalah mengacak-ngacak rambut Alexa.


“Kamu yang duluan berhenti!” Ujar Alexa.


“No, kamu yang duluan!” Balas Digo.


Hingga.. Greggg..


Tanpa sadar posisi mereka sudah sangat dekat sekarang, Alexa jatuh keposisi Jok Digo dan untungnya Digo memegang tangannya, huwuhhhh mereka pun langsung saling tatap dengan lama. Seakan saling terhipnotis.


Digo mendekatkan bibirnya ke arah bibir Alexa, dia sungguh canggung tapi ada energi dalam tubuhnya yang memaksa untuk melakukan itu. Alexa menutup matanya saat hembusan nafas Digo sudah sangat dekat dengan wajahnya.


Tapi.. TUK TUK TUK


Seperti ada yang mengetuk suara kaca mobil dari arah belakang, dan itu adalah Risa, dia sudah selesai berbenah dan ingin masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Alexa dan Digo langsung membenarkan posisinya lagi, mereka hampir saja ketahuan untung saja kaca mobil Digo sangatlah bersahabat, orang-orang di luar tidak akan melihat kejadian apapun didalam.


“Lama banget di bukanya..” ujar Risa naik dan duduk didalam mobil Digo.


“Ehh emmm” ujar Alexa.


Digo menoleh kebelakang ke arah Risa “sudah siap?”


Risa mengangguk.


“Tadi Keivan nyari kamu loh.. dia kira kita belum ada tumpangan” ujar Risa langsung, dia belum mengetahui Alexa dan Digo sudah berpacaran.


“Ehh emmm” balas Alexa lagi.


“Ehhh emm ehhh emmm mulu sihh” balas Risa sambil memainkan ponselnya.


Alexa menatap Digo yang fokus menyetir, dengan tatapan itu membuat Digo menjadi salah tingkah.. Alexa terasa terjebak dalam pesona ketampanan hakikinya tersebut.


“Jangan menatapku begituu sayang..” ujar Digo lirih.


Tapi ucapan itu terdengar dikuping Risa.


Risa langsung menoleh kearah depan, kearah tempat duduk Alexa.


Alexa melihat Risa yang kebinggungan “kenapa?”


Risa menggeleng dan menepuk kupingnya karena sepertinya dia salah mendengar sesuatu.


Alexa menahan tawanya saat melihat Risa yang kebinggungan itu.


Jalan yang ditempuh cukup terjal, jadi sangat harus berhati-hati.


Digo fokus menyetir agar dirinya tidak salah mengambil jalan dan malah menyusahkannya.


Karena ada batu besar, Digo mengremkan mobilnya mendadak dan membuat Alexa terkejut sambil menyentuh tangan Digo.


Risa melihat kelakuan Alexa yang sangat dekat dengan Digo.


“Hati-hati sayang” ujar Alexa.


“Hahh sayang? Tadi aku juga mendengar Dr. Digo mengatakan kata Sayang.. kalian berpacaran?” Tanya Risa heboh.


Alexa menoleh kearah Risa “Ehh emm”


Risa langsung menoyor kepala Alexa pelan “ehh emm ehh emmm bisa-bisanya ya kamu gak cerita sama aku”


Alexa berpura-pura kepalanya sakit saat ditoyor oleh Risa “duhh sayang.. marahin Risa dong.. dia nonyor kepala akuhh”


Digo langsung mengusap-usap lembut kepala Alexa “uluh-uluhh.. sabar yah sayang.. nanti aku kasi obat penahan rasa sakit”


“Ckckk.. penahan rasa sakit? Lebay sekali mereka” batin Risa yang melihat tingkah kedua orang itu langsung memasang headset di telingannya dan tidur.

__ADS_1


*#Risa adalah yang author rasakan saat ini**😜*


__ADS_2