
DOUBLE UP!!🥰
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺
Alexa melihat seseorang yang berusaha mengeluarkan kakinya itu dan ternyata..
“Kei.. makasih ya” ujar Alexa melihat Keivan membantu kakinya terlepas dari kubangan lumpur itu.
Keivan membalasnya dengan senyuman
“Bang.. Kaki Alexa baru saja pulih, tolonglah jangan di paksa jalan cepet-cepet” teriak Keivan kepada produser.
Karena Keivan yang meminta itu kepada produser, nyali produser itu langsung ciut dan berhenti memarahi Alexa.
“Yaudah istirahat dulu lah” ujar Prosuder itu lagi.
Keivan mengajak Alexa untuk duduk sebentar setelah mencuci kakinya “kamu gak apa? Jangan dipaksain kalau masih sakit”
“Kamu juga sebagai asistennya harusnya lapor dulu ke crew kalau kondisi aktris lagi gak fit” ujar Keivan kepada Risa.
“Yaa maaf bang” balas Risa.
“Eehh aku gak apa-apa kok Kei, memang jalannya aja yang gak bener” elak Alexa.
“Lanjut syuting lagi yuk?” Ujar Alexa lagi.
Kini Alexa sudah siap-siap syuting lagi, lanjut ke adegan Alexa yang memanjat ranting-ranting pohon besar diantara tebing, dia berusaha agar tidak ada kesalahan lagi.
Dan… perpect.
Semua scene itu berhasil dilewati oleh Alexa, walau dia sangat-sangat letih saat itu.
Sekarang giliran Keivan yang mengambil adegan scenenya dan Alexa dipersilahkan untuk beristiharat.
Alexa mencari Risa yang tidak terlihat dimana-mana, dia melewati beberapa crew yang tak sengaja mencibir aktingnya itu.
“Si aktris baru itu bahkan tidak mempunyai skill berakting sama sekali.. banyak waktu terbuang karena dia selalu ingin istirahat” ujar salah satu crew.
Hati Alexa menjadi sangat sedih karena mendengar cibiran itu, seberapa besar upayanya untuk terlihat professional selalu saja ada hal yang bisa orang lain kritik, dia menjauh dari kerumunan orang-orang.
Dia berjalan tanpa arah sambil mengangkat sedikit gaun panjangnya itu, cibiran itu selalu terngiang-ngiang dikupingnya, air matanya selalu menetes, dia juga sungguh merindukan Ibunya. Dia memutuskan untuk duduk didekat sungai, rasanya lokasi itu sudah lumayan jauh dari lokasi syutingnya.
...****************...
Ternyata Risa sedang menemui Digo yang nyatanya menyusul ke tempat lokasi syuting Alexa.
“Maaf aku terlambat” ujar Digo turun dari mobilnya.
“Syutingnya masih lama kok dokter” ujar Risa.
“Saya antar ke tempat Alexa ya” lanjut Risa lagi.
Digo mengangguk dan mengikuti langkah Risa.
Risa mencari Alexa ke ruang make up sampai ke tempat lokasi syuting tapi tidak terlihat keberadaan Alexa.
“Kemana dia!” Batin Risa cemas.
“Kenapa? Mana Alexa?” Ujar Digo telah lama menunggu.
__ADS_1
“Aku tidak tau kemana dia pergi” balas Risa.
Risa bertanya kepada crew-crew yang mungkin melihat Alexa pergi, tapi mereka tidak tau sama sekali.
Digo curiga kalau Alexa pergi dari tempat lokasi syutingnya ke tempat lain disekitar tempat itu.
“Aku akan mencari dia, telpon aku jika kamu sudah menemukan dia, dan jangan bilang hal ini ke orang-orang, oke?” Ujar Digo kepada Risa.
Risa mengangguk “oke, tapi segera hubungi aku jika Dokter bertemu dengannya”
Digo langsung mencari Alexa sambil sedikit berlari, dia melihat kesekeliling, memang tidak ada perkampungan di sekitar daerah itu, dan Digo memberi tanda ke setiap pohon yang dilaluinya.
“Alexa… Alexaa..” teriak Digo.
Digo menanti telepon dari Risa dan berharap Risa sudah bertemu dengan Alexa.
Dia sangat khawatir dengan keadaan Alexa, dia merasa bersalah karena datang terlambat dan tak menjaga Alexa dengan baik.
Hari mulai sore dan Digo masih mencari keberadaan Alexa tanpa petunjuk dan telpon Alexa juga tidak aktif. Hingga akhirnya dia melihat kearah tanah dan melihat jejak kaki yang mengarah ke arah sungai.
Digo yakin jejak kaki itu milik Alexa, dia berlari cepat mengikuti jejak kaki itu dan langkahnya terhenti saat melihat Alexa berjalan ke arahnya.
Digo langsung memeluk tubuh Alexa, dia sungguh lega sudah bertemu dengannya, sedangkan Alexa terkejut karena Digo ada dihadapannya sambil memeluk tubuhnya.
“KAMU KEMANA SAJA?!!” bentak Digo.
“A-aku sedang jalan-jalan” balas Alexa pelan.
Digo menatap wajah Alexa yang matanya sudah sangat sembab akibat terlalu lama menangis.
“Kamu menangis?” Tanya Digo.
Digo membalas pelukan Alexa dan sadar bahwa kini Alexa sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya sangat sedih.
“Aku sudah memintamu untuk memberitahuku kemana saja kamu akan pergi kan?” Ujar Digo masih memeluk tubuh Alexa.
“Aku tidak senang jika kamu pergi tanpa memberitahuku.. aku tidak senang kamu pergi diam-diam seperti ini” lanjutnya lagi sambil mengusap rambut Alexa.
Alexa masih menangis dalam pelukan Digo.
“Apa semua orang mencariku? Aku pasti sangat menyusahkan mereka..” ujar Alexa masih sesenggukan.
Digo menggeleng dan menyentuh wajah Alexa “kamu tidak pernah menyusahkan orang-orang”
Hari mulai gelap, Digo mengajak Alexa untuk kembali ketempat syutingnya dan sempat menelpon Risa bahwa keadaan Alexa baik-baik saja.
Digo menghidupkan senter menggunakan ponselnya untuk menerangi perjalanan mereka, Digo mengendong Alexa di punggungnya karena Alexa pasti sudah kelelahan berjalan sejak tadi.
“Aku pasti berat kan? Aku belum sempat diet” ujar Alexa lagi.
“Kamu sudah mengatakannya beberapa hari yang lalu kan?” Ejek Digo.
“Aku sudah terbiasa mengangkat mu sekarang” lanjut Digo lagi.
Alexa tersenyum “Terimakasih kamu selalu ada”
“Aku mungkin tidak akan selalu ada, jadi jangan seperti ini lagi, ok?” pinta Digo.
Alexa mengangguk.
__ADS_1
Seseorang juga datang berlari dengan senternya dan itu ternyata Keivan.
“Huftt.. akhirnya aku menemukan kalian” ujar Keivan dengan nafas terengah-engah.
Keivan menelpon tenaga medis untuk menjemput Alexa, dan beberapa menit kemudian mobil tenaga medis datang dan mereka naik kesitu dan dibawa menggunakan mobil menuju lokasi syuting.
Keivan melihat keadaan Alexa “kenapa kamu pergi sendirian? kamu tau betapa cemasnya diriku?”
“Aku tidak sadar sudah berjalan sejauh itu, Maafkan aku Kei” balas Alexa.
Alexa nampaknya kedinginan dan Keivan memberikan Jiketnya untuk dikenakan oleh Alexa, dia menerimanya dan mengenakannya.
Dan Digo melihat Keivan yang sangat perhatian dengan keadaan Alexa.
Mereka sudah sampai dilokasi syuting dan banyak orang yang juga mencemaskan keadaan Alexa.
Risa langsung memeluk Alexa “Maafkan aku sudah lalai”
Alexa menggeleng “bukan salahmu”
“Risa, bawa Alexa masuk dan ganti pakaiannya” ujar Keivan terlihat sangat cemas.
Risa mengangguk dan mengajak Alexa masuk keruangan istirahat yang sudah disediakan, Alexa mandi dan mengganti pakaiannya.
......................
#Flashback On.
Keivan telah menyelesaikan syuting adegannya dengan sangat baik, akhirnya syuting hari ini telah selesai dan Keivan memutuskan untuk beristirahat.
Dia melihat sekeliling tapi tidak melihat Alexa sama sekali, dia hanya melihat Risa yang terduduk cemas sambil memegang ponselnya. Dia menghampiri Risa.
“Ada apa? Alexa mana?” Tanya Keivan.
Risa terdiam sejenak “di-a meng-hilang”
“Hah?!! Alexa hilang?!! ” Teriak Keivan keras sampai orang-orang disana juga terkejut mengetahui Alexa menghilang.
“Alexa hilang dan kamu tidak memberitahu aku dan orang-orang disini?” Lanjut Keivan lagi.
“Dr. Digo melarangku.. dia sedang mencari Alexa di sekitar hutan, aku menunggu kabar darinya” ujar Risa menahan tangisnya.
“Huftttt..” kesah Keivan.
“Perhatian!! Dengarkan aku sekarang, aku harap semua orang disini membantu untuk mencari Alexa, dan tenaga medis siapkan mobil untuk menjemput Alexa saat aku menelpon kalian, oke?”
Titah Keivan.
Semua orang setuju dan ikut mencari Alexa.
Keivan mengambil senternya dan berlari mencari Alexa sambil berteriak nama Alexa terus.
Dia melihat jejak kaki sepatu di tanah dan mengikuti jejak itu, dia semakin yakin setelah melihat tanda-tanda dipohon itu.
Dan beberapa menit kemudian dia melihat cahaya senter kecil dan meyakini bahwa itu adalah Digo dan Alexa.
Dia sungguh lega sudah menemukan Alexa dengan keadaan baik-baik saja.
#Flashback Off.
__ADS_1