OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
“Alvenzo”


__ADS_3

HAPPY READING!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


......................


Taniara masih duduk di rooftop sambil melamun, air matanya terus menetes, ini memang salahnya mengapa dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya itu kepada Digo, mereka telah berteman lebih dari 2 tahun. Taniara selalu membantu Digo mencarikan wanita yang sesuai padahal jauh di relung hatinya dia sangatlah tidak ingin Digo mempunyai kekasih. Karena sikapnya itu Digo tidak pernah menyadari bahwa Taniara menyukainya.


“Hahh sudahlah.. Taniara lanjutkanlah hidupmu.. lanjutkanlah..” ujar Taniara menghapus air matanya.


BRUK.


Taniara menoleh kearah belakang dan melihat Keivan menendang tong sampah dengan keras.


“Kei?” Ujar Taniara menyapa Keivan yang terlihat frustasi.



Keivan terkejut mendengar seseorang mendengar namanya dan melihat Taniara “Astaga.. aku kira kamu siapa”


Taniara tertawa melihat ekspresi Keivan itu “Kamu ngapain nendang tong sampah?”


“Aku kira itu bola..” elak Keivan.


“Ck.. dasar..” balas Taniara tertawa.


Taniara menepuk bangku disebelahnya dan meminta Keivan duduk disebelahnya.


Keivan akhirnya duduk disebelah Taniara.


“Kamu ngapain disini?” Tanya Keivan pada Taniara.


“Emmm.. santai-nyantai kek dipantai” balas Taniara bohong.


“Santai-nyantai kek dipantai tapi mata kok sembab gitu?” Ujar Keivan menyadari Taniara habis menangis.


“Halahhh.. ini sembab dari kemaren kok” elak Taniara cepat sambil menepuk-nepuk matanya.



Keivan melihat Taniara sekilas “ehh btw.. kamu cantik juga berambut panjang kayak sekarang.. dulu rambutmu selalu seperti Dora”


“Ckk.. aku sedang mencoba gaya rambut baru” ujar Taniara.


“Jangan dipotong lagi..” ujar Keivan.


Taniara menoyor pundak Keivan “Kamu gak bisa ngerayu aku.. aku gak kejebak omongan buayamu”


“Emangnya aku sebrengsek itu ya Tan?” Tanya Keivan tiba-tiba.


Taniara melihat wajah Keivan “Hmmm.. kalau kamu lagi diem seperti ini sih enggak.. tapi kalau lagi ngomong sih iyaa.. eheheh”


“Apaan sih Tan..” balas Keivan sinis.


“Padahal aku gak playboy seperti rumor yang beredar tau.. pacar aja aku gak punya” lanjut Keivan lagi.


Taniara menutup kedua kupingnya “Aku gak denger loh Kei” ejeknya sambil tertawa.

__ADS_1


“Ishhh.. gak seru kamu” keluh Keivan.


“Memang aku gak seseru orang-orang ya Kei?” Ujar Taniara tiba-tiba menangis.


Keivan mengejeknya dan mengangguk.


“Ehh ehh CUT CUT” ujar Keivan melihat Taniara menangis semakin keras.


“NGAPAIN CUT CUT?” Tanya Taniara masih menangis.


“Aku kira kamu lagi akting.. Eh kamu nangis beneran?” Tanya Keivan memandang wajah Taniara.


Taniara langsung menghapus air matanya “No.. emang lagi akting”


“Ckk.. pantes ya Digo suka temenan sama kamu.. kamu bisa bikin orang lupa masalah..” ujar Keivan sambil memandang langit.


Taniara juga memandang langit “Oh ya? Tapi kalau aku yang lagi punya masalah.. yang bisa ngilangin masalah aku siapa?”


“Emmm.. coba tanya batu atau rumput yang bergoyang” ejek Keivan.


Taniara menoyor pundak Keivan lagi sambil cemberut “ishh.. aku serius tau”


“Btw.. Digo pernah cerita sesuatu tentang Raisa dan Aku?” Tanya Keivan tiba-tiba saat hening.


“Emmm.. coba tanya batu atau rumput yang bergoyang” ejek Taniara seperti ejekan Keivan tadi.


Sekarang giliran Keivan yang menoyor pundak Taniara sambil cemberut “ishh.. aku serius tau”


“Pernah.. Digo kesel banget sama kamu” ujar Taniara lagi.


“Sumpah demi apapun.. tu cewek yang gak bener..” ujar Keivan membela diri.


Jadi Keivan dan Digo dulu sangatlah dekat, sering nongkrong bareng, pokoknya deketlah. Dan Raisa itu PDKT-annya Digo dulu, mereka sempat sangat dekat tapi belum pacaran karena Raisa belum mau mempunyai hubungan yang terlalu serius. Karena Digo dulu sangat dekat dengan Keivan jadi apapun masalahnya pasti dia akan menceritakannya, bahkan Digo membawa Keivan dan memperkenalkannya juga saat berkencan bersama Raisa.


Singkat cerita Raisa lebih dominan ke Keivan, karena menurutnya jika hidup bersama Keivan, masa depannya akan cerah dan bersahaja.


Raisa menjauh dari Digo dan mencoba mendekati Keivan, tapi Keivan sama sekali tidak menghiraukannya.


Hanya saja sial saat itu Digo melihat Keivan keluar bersama Raisa tanpa menghubunginya terlebih dahulu, Digo langsung mengira bahwa Keivan mengkhianatinya dan merebut Raisa.


Sejak saat itu Digo juga menjauh dari Keivan, dan menganggap Keivan selalu ingin menandinginya.


#Flashback off.


“Sebenarnya aku juga pernah liat Raisa jalan sama cowok lain pas deket sama Digo” ujar Taniara.


“Tuh kan.. emang dia yang salah!” Balas Keivan.


“Tapi kamu tetep salah karena jalan bareng sama Raisa dulu” ujar Taniara membela Digo.


“Oke.. aku ceritain sekarang.. pertama kalinya eksklusif aku cerita tentang ini sama kamu.. Aku gak sengaja ketemu dia di salah satu restoran, kita ngomong ya selayaknya temen.. gak lebih.. terus tiba-tiba Digo dateng ngomel-ngomel gak jelas gitu deh. Dan ternyata dia mikir aku ada hubungan sama Raisa. Cihhh.. padahal enggak Tan” ujar Keivan panjang.


Taniara melihat ekspresi Keivan yang menggebu-gebu saat bercerita dan yakin Keivan tengah berbicara jujur “Aku percaya kok..”


Keivan langsung tersenyum mendengar ucapan Taniara “huhhh akhirnya ada yang percaya juga”


Taniara juga membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


......................


Digo masuk keruangan rawat Alexa, Dia melihat Alexa sedang makan disuapi oleh Ibunya. Dia cukup canggung saat bertemu dengan calon mertuanya itu.


“Halo, selamat sore” ujar Digo menyapa mereka.


Alexa melihat kearah Digo dan tersenyum “Hai”


Mita juga tersenyum kearah Digo, dari penampilan Digo, Mita yakin bahwa dialah seorang Dokter.


“Bagaimana keadaanmu?” Ujar Digo.


“Sudah mendingan dokter” balas Alexa.


Mereka merasa canggung jika harus berkata “sayang” didepan orang tua.


“Apa dokter yang menjahit luka Alexa?” Tanya Mita.


Digo mengangguk “Iya Bu”


“Dia pasti menyusahkanmu.. dia sangat takut suntikan jarum” ujar Mita lagi.


Alexa tersenyum malu-malu.


“Dia sama sekali tidak menyusahkan saya Bu..” balas Digo.


Mita melihat tatapan Digo dan Alexa sepertinya mereka sudah saling kenal sebelumnya, tapi Alexa belum menceritakan apapun kepadanya.


“Kalian berteman?” Tanya Mita tiba-tiba.


Alexa binggung harus menjawab apa.. tidak mungkin dia mengatakan bahwa Digo itu kekasihnya.


Sedangkan Digo dengan percaya diri mengatakan “Saya sebenarnya kekasih Alexa Bu..”


DEG


Mita sangat terkejut, dia pikir kekasih Alexa adalah Keivan, tapi ternyata adalah seorang dokter.


“Ibu gak salah denger kan?” Tanya Mita kepada Alexa.


Alexa menggeleng dan menjawab malu-malu “Emmm.. itu benar Bu.. Dr. Digo adalah kekasihku”


“Maaf Ibu tidak tau..” ujar Mita tersenyum kearah Digo.


“Tidak apa-apa Bu.. senang bertemu denganmu” balas Digo.


Mita melihat kepribadian Digo yang sopan, apalagi dia adalah seorang dokter, tentu dia mempunyai rasa tanggung jawab. Dia berharap Digo bisa menemani Alexa seumur hidup dan hidup bahagia.


Tapi.. Mita melihat kartu nama dokter yang terpasang di kerah jas Digo yang bertuliskan “Digo Alvenzo”


“Alvenzo?” Ujar Mita lirih tapi terdengar.


“Mm iya?” Balas Digo sopan.


“Apakah itu nama marga keluargamu?” Tanya Mita lagi.


Digo mengangguk “Iya Bu, nama ayah saya Bobby Alvenzo”

__ADS_1


DEG


Mita seperti tersambar petir, hal yang berhasil dia lupa dulu tiba-tiba datang lagi di hadapannya. Dia sudah mencoba membawa Alexa pergi jauh dari bayang-bayang kelam itu tapi nyatanya takdir membawanya sedekat sekarang?


__ADS_2