OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Lembaran baru


__ADS_3

HAPPY READING🥰


DOUBLE UP!!


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


......................


Tiba-tiba hujan turun dengan deras, Alexa segera mencari tempat yang teduh untuk beristirahat, tidak ada kendaraan yang lewat satupun dan sialnya jaringan ponselnya juga sedang tidak stabil jadi dia bahkan tidak bisa memesan taksi online.


Selain itu Digo menyampingkan mobilnya lagi, melihat hujan deras kearah luar dari jendela mobilnya, ditambah lagi dengan jam yang sudah larut membuat Digo menjadi khawatir terhadap Alexa, dia memutuskan untuk kembali lagi ketempat awal dia meninggalkan Alexa.


Sedangkan Alexa masih menunggu hujan reda tapi nyatanya hujan semakin deras dan cuacapun semakin dingin, dia sangat mengigil karena tidak membawa baju/jiket yang berbahan tebal.


TIN


Sinar lampu mobil seketika membuat mata Alexa silau.


Digo turun sambil membawa payung dan jaket kearah Alexa.


“Maaf…” ujar Digo pertama kali.


Alexa masih tak percaya Digo datang lagi menjemputnya.


Digo mengenakan jaket yang dia bawa untuk Alexa “pakai ini”



Alexa tidak bisa menolak, tubuhnya sudah kedinginan hebat.


Digo menggenggam tangan dingin Alexa menuju masuk kedalam mobil.


Alexa sedang menetralisirkan suhu tubuhnya dulu didalam mobil.


“Maaf, aku terus menyusahkanmu..” ujar Alexa setelah merasa lebih baik.


Digo belum menghidupkan mobilnya.


“Aku pernah berjanji untuk menjaga dan selalu dekat denganmu.. aku hanya menepati itu” balas Digo.


Alexa terenyuh saat mendengar ucapan Digo itu, dia mengingat ucapan Digo saat di lokasi syuting dan saat mereka berjalan-jalan di taman impian dulu.


“Perihal kamu bohong dan menutupi kebenaran dari aku.. aku gak peduli, yang terpenting tugas aku sebagai pacar kamu masih bisa aku tepatin” lanjut Digo lagi.


Bahkan Digo masih menyebut dirinya adalah pacar Alexa, sungguh bucin sekali dokter ini.


“Mau makan dulu?” Tanya Digo sambil menoleh kearah Alexa.


Alexa mengangguk, dia tidak bisa menahan pesona Digo yang tersenyum kearahnya.


Digo memberhentikan mobilnya di kedai ayam goreng dipinggir jalan.


Mereka memesan beberapa makanan dan sudah siap untuk makan bersama.


Alexa masih canggung untuk makan didepan Digo lagi, dan Digo mengerti hal itu.

__ADS_1


“Makanlah.. lupakan masalah kita sejenak” ujar Digo menyentuh tangan Alexa.


Alexa akhirnya makan makanan itu, perutnya sudah sangat lapar sejak tadi.


KRING


Ponsel Alexa berdering dan itu panggilan dari Ibunya.


Alexa tidak menjawab panggilan itu dan memilih mematikan ponselnya.


“Siapa yang telpon?” Tanya Digo penasaran.


“Ibu..” balas Alexa masih mengunyah makanannya.


“Bohong! Kok gak diangkat?” Tanya Digo cemburu.


“Kamu gak lagi deket sama cowok lain kan?” Tanya Digo sambil menatap mata Alexa penuh curiga.


Alexa menghidupkan ponselnya lagi dan memperlihatkan riwayat telponnya, hanya ada panggilan dari Ibu dan panggilan tak terjawab dari Digo sebanyak 1050 kali.


Digo melihat itu dengan seksama.


“Terus kenapa telpon Ibu gak diangkat?” Tanya Digo lagi.


Tentu saja Alexa tidak mengangkat telpon Ibunya, jika Ibunya mendengar suara Digo yang sedang bersamanya pasti suasana akan menjadi kacau.


Digo melihat ekspresi Alexa dan yakin masalah yang dia tutupi selama ini berhubungan dengan Ibunya, bahkan Ibunya juga pernah meminta Digo untuk meninggalkan Alexa.


“Gimana kabar kamu?” Tanya Digo.


“Sampai lupa nanya kabar..” lanjut Digo lagi.


“Gak baik sih sebenarnya.. tapi sekarang lebih mendingan, tau kan karena apa?” Balas Digo.


“Aku gak pantes buat kamu..” ujar Alexa.


“Siapa yang bilang?” Tanya Digo sambil menyentuh tangan Alexa lembut.


“Aku..” balas Alexa singkat.


“Kenapa gitu?” Tanya Digo lagi.


“Karena Ibu?” Tanya Digo memberanikan diri.


“Kamu ingat saat kamu dirawat dirumah sakit setelah insiden luka pisau dileher?” Lanjut Digo bertanya kepada Alexa.


Alexa mengangguk.


“Ibumu datang dan memaksa aku untuk menjauh darimu.. setelah itu aku bertanya padamu kan, apakah kamu putri yang penurut, dan jawabanmu adalah.. jika perintahnya salah kamu akan terus berjuang” ujar Digo panjang lebar.


“Jadi apakah menurutmu perintah itu benar?” Tanya Digo.


Alexa nampak berpikir.


“karena masalah orang tua kita dulu.. bukan berarti kita yang kena dampaknya di masa sekarang kan?” Lanjut Digo.

__ADS_1


DEG


Apakah Digo mengetahui semuanya?


Digo membayarkan tagihan belanjanya dan mengajak Alexa mengobrol diluar kedai.


“Setelah Ibumu menyuruhku untuk menjauh, jujur aku penasaran kenapa… aku mencari tau semuanya, dan menemukan 1 fakta yang berkaitan, ahh aku sangat malas membahasnya..” ujar Digo menyenderkan badannya dimobilnya.


“Jadi kamu sudah tau?” Tanya Alexa.


Digo mengangguk.


“Ayah dan bundaku dulu juga tidak direstui, karena almahrum kakek-kakekku bermusuhan, tapi semuanya perlahan membaik, mereka direstui dan menikah..” ujar Digo menceritakan masa lalu orang tuanya.


“Aku ingin memperjuangkan semuanya dari awal… aku yakin semuanya masih bisa diperbaiki” lanjut Digo.


“Kita buka lembaran baru sama-sama ya? Jangan pergi ninggalin aku lagi..” ujar Digo sambil mengelus wajah Alexa.


Alexa memeluk tubuh Digo erat sambil menangis “Aku kangen banget sama kamu…”


“Aku yang lebih kangen, sampai stress kurus gini..” balas Digo sambil menghapus air mata Alexa.


“Pulang yuk?” Ajak Digo sambil tersenyum manis


Alexa pun mengangguk.


Mereka menuju ke apartemen Alexa yang baru.


Digo menghidupkan radionya dan mencari saluran musik kesukaan Alexa, sudah lama sekali mereka tidak karaoke didalam mobil bersama.


Tanpa sadar Alexa pun tertidur, dia sudah sangat lelah sekali, dia melewati hari yang panjang dan menguras emosinya.


Setelah sampai diApartemen baru Alexa, Digo membangunkan Alexa dari tidurnya, sebenarnya dia tidak tega melakukan itu.


“Sayang…” ujar Digo sangat lembut sambil mengelus rambut Alexa.


“Bangun.. kita sudah sampai” lanjut Digo lagi.


Alexa membuka matanya pelan “Emmm.. sudah sampai?”


Digo mengangguk “aku mau gendong kamu tapi takutnya kamu risih..”


“Bilang aja aku gendutan sekarang.. takut keberatan kan?” Ejek Alexa.


Digo hanya menahan tawanya.


“Ternyata kita deket banget, aku malah nyari kamu ke ujung dunia” balas Digo sambil tertawa.


“Pinter dong aku main petak umpetnya” balas Alexa juga tertawa.


“Aku gak suka main petak umpet lagi” balas Digo juga


“Yaudah aku masuk kedalam dulu yaa, makasiii” ujar Alexa sambil tersenyum.


“Sayangnya mana?” Ejek Digo.

__ADS_1


“Aku masuk kedalam dulu yaa sayang, kamu hati-hati” lanjut Alexa lagi.


Setelah berpamitan Digo langsung melanjutkan perjalanannya menuju pulang.


__ADS_2