OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Approv!


__ADS_3

HAPPY READING🥰


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


“Aku perlu kamu Go..” ujar Alika masih menangis.


“Aku gak bisa bantu apa-apa, aku harap kamu bisa sabar..” balas Digo.


“Kamu gak perlu ragu kalau ingin meminta bantuan.. kita teman Alika” lanjut Digo.


Alika pun mengangguk dan menghapus air matanya.


Acara kremasi pun dimulai, Alika memeluk Ibunya yang sama-sama merasakan kesedihan yang mendalam.


Bobby mendekati Digo “Go, tadi ayah liat kamu datang sama wanita, siapa dia?”


Bobby melihat Alexa dari belakang tadi, tapi karena temannya memanggil jadi dia gagal bertanya dan melihat jelas.


“Alexa yah” balas Digo.


Bobby sangat terkejut, itu berarti hubungan Digo dan Alexa masih terjalin?


“Yah, aku mau bicara sesuatu di luar, boleh?”ujar Digo.


Bobby mengangguk dan mengikuti langkah kaki Digo didepannya.


Mereka mencari tempat yang lumayan sepi untuk mengobrol.


“Aku mencintai Alexa yah” ujar Digo to the point.


Bobby tidak mengerti.


“Sama halnya cara ayah memperjuangkan bunda dulu.. Digo ingin melakukan hal yang sama” lanjut Digo.


“Perihal masa lalu ayah dan Ibu Mita, aku tau itu sulit untuk diterima.. tapi itu sepenuhnya bukan salah Alexa kan?” Lanjut Digo lagi.


“Kamu tau semua ini darimana?” Tanya Bobby tegas.


“Digo udah gede yah, aku bisa cari hal yang ayah tutupi selama ini dari aku, dari bunda..” balas Digo.


“Ayah gak mau luka lama itu kembali menyakiti Bundamu” ujar Bobby, hal itulah yang sebenarnya dia takuti.


“Bundamu berbeda.. dia tipikal orang susah memaafkan sesuatu, kalau dia sudah uring-uringan Ayahlah yang stress, ayah sayang kalian” lanjut Bobby.


“Kata siapa aku susah memaafkan sesuatu?” Ujar Sisca yang ternyata mendengar pembicaraan mereka.


Digo sengaja mengirimkan pesan untuk Sisca agar datang ketempat mereka.


“Sayang..” ujar Bobby melihat Sisca.


“APA?!!” Balas Sisca sambil melotot.


“Kamu jangan menduga-duga gitu makanya! Emang pernah aku permasalahin hal itu lagi?!” Balas Sisca lagi.

__ADS_1


Digo sebenarnya tidak ingin melihat orang tuanya bertengkar.


“Aku cuman gak mau kamu kepikiran..” balas Bobby.


“Jadi karena ini kamu kayak gak suka gitu sama Alexa? Heran aku.. kok bisa kamu berpikiran gitu..” balas Sisca sedikit kesal.


“Urusan dulu udah selesai dulu kan, kamu bilang aku gak bisa memaafkan sesuatu.. padahal itu sebenarnya sifat kamu!” Lanjut Sisca.


Sisca memang mudah marah tapi dia juga mudah memaafkan.


“Bund.. tenang.. tenang yaa” ujar Digo menenangkan Bundanya.


“Aku sebenarnya ngelakuin ini bukan agar kalian bertengkar.. aku ingin kalian merestui hubungan aku dan Alexa kedepannya..” ujar Digo lagi.


Sisca masih merasa kesal karena tanpa disengaja Bobby masih belum mengetahui sifatnya walaupun sudah lama menikah.


“Bunda setuju kan aku sama Alexa?” Tanya Digo menatap Bundanya.


Sisca mengangguk pelan.


“Ayah setuju kan?” Tanya Digo menatap Ayahnya juga.


Bobby langsung pergi dari tempat itu tanpa membalas sepatah katapun terkait pertanyaan Digo tadi.


“Udah.. gak usah dipikirin, nanti Bunda yang memberi pelajaran ke ayahmu itu..” ujar Sisca kepada Digo.


“Makasi ya Bund.. kalian jangan bertengkar..” ujar Digo memeluk Bundanya.


“Kamu mau balik sekarang?” Tanya Sisca.


“Kapan-kapan ajak Alexa kerumah yaa” lanjut Sisca.


“Makasi yaa Bunda, Bunda yang terbaik..” balas Digo lagi.


......................


Sedangkan Alexa setelah melihat Alika yang berpelukan dengan Digo dia memutuskan kembali lagi ke mobil, bagaimanapun mencari keributan dalam situasi orang yang berduka itu tidak benar.


Akibat menunggu Digo begitu lama Alexa pun tertidur didalam mobil.


Digo membuka pintu mobilnya dan melihat Alexa tertidur dan dia pun tersenyum.


Wajah Alexa yang sedang tertidur benar-benar meneduhkan, wajah yang membuatnya bahkan tak henti-hentinya merasa jatuh cinta.


Dia sudah beberapa kali memergoki Alexa tertidur, dia memang wanita yang mudah tertidur.


“Sayang..” sapa Digo sambil membenarkan rambut Alexa yang sedikit berantakan.


Alexa pun membuka matanya dan menguap.


“Katanya mau ikut.. kok gak turun?” Tanya Digo pelan.


Alexa sudah turun tadi tapi memutuskan untuk masuk kemobil lagi tanpa sepengetahuan Digo.

__ADS_1


“Aku gak enak, gak kenal juga kan..” balas Alexa sambil tersenyum.


Digo menoel hidung mancung Alexa gemas.


“Yaudah gantian aku yang nyetir mobilnya sekarang..” ujar Digo lagi.


“Aku ajaa…” balas Alexa.


“Kamu masih sedih, nanti gak fokus..” balas Alexa lagi.


“Kasihan kamu capek, aku aja sayang..” balas Digo.


“Aku gak capek kok..” balas Alexa kekeh.


“Yaudah kita nyetir sama-sama” balas Digo mulai berpikir nakal.


Alexa mencerna ucapan Digo yang sangat ambigu itu.


“Maksudnya?” Tanya Alexa polos.


Digo tertawa melihat ekspresi keluguan Alexa “gak jadi….”


“Iihh bilang….” Teriak Alexa kepo.


“Gak jadi sayang…” balas Digo lagi.


Alexa pura-pura cemberut agar Digo memberi penjelasan terkait ucapannya yang tadi.


“Yaudahh.. awas ya pikiran kamu nanti travelling..” ujar Digo.


“Ihh cepet jelasin!” Balas Alexa.


Digo kesusahan menjelaskan maksudnya.


Digo turun dari mobilnya dan pergi kearah samping, tempat Alexa duduk, dia membuka pintu mobilnya.


Digo hendak duduk juga disana.


“Ehhh.. ngapain?!!!” balas Alexa yang merasa aneh karena Digo ingin duduk dipangkuannya.


“Nyetir bareng-bareng” ujar Digo pelan.


Alexa langsung mengerti perkataan konyol Digo itu.


Alexa langsung mencubit pinggang Digo “Ihh Turun!!!!”


Digo langsung tertawa.


“Jadi masih mau nyetir gak?” Tanya Digo masih tertawa.


“Gak…” teriak Alexa yang turun dari mobil dan berpindah.


Digo masih tertawa, dia tak menyangka leluconnya membuat Alexa salah tingkah.

__ADS_1


Setelah itu mereka menuju kerumah sakit lagi bersama-sama.


__ADS_2