OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Langsung GoAl (+)


__ADS_3

Malam pertama nggak nih..


Tangan jail Digo selalu menyolek pinggang istri sahnya itu.


“Ihh Go geli..” ujar Alexa merasa geli akibat gelitikan Digo.


Padahal saat itu mereka masih berada diatas panggung, perhatian banyak orang juga terfokus kearah mereka.


“Suami dong panggilnya” balas Digo dengan bibir manyun.


“Gak enak diliatin orang-orang sayang” bales Alexa malu.


Digo memang senang menganggu Alexa sampai benar-benar marah.


“Aku gak sabar mau melilit kamu malam ini” ejek Digo lagi.


“Ular kali yang melilit” balas Alexa.


“Punya aku memang segede ular sayang” balas Digo lagi.


Bulu kuduk Alexa langsung merinding, betapa menyeramkannya jika milik suaminya sebesar ular.


“Ustt diem gak, atau aku tabok nih” balas Alexa dengan mata melotot.


Digo berhenti berbicara sejenak.


“Pokoknya aku akan melilit kamu sampai pagi” ejek Digo lagi.


Alexa hanya bisa mendengus setelah mendengar suaminya yang sangat aktif itu.


Akhirnya pesta pernikahan selesai.


para tamu juga satu persatu pulang, dan pengantin baru itu sudah dipesankan kamar spesial dihotel tempat pernikahannya dilaksanakan.


“Sayang, aku capek banget, kayaknya perlu istirahat deh, ke kamar yuk?” Bisik Digo ditelinga Alexa.


Ahh lagi-lagi bisikan itu membuat bulu Alexa merinding.


“Makanya dari tadi jangan ganggu aku terus” sindir Alexa.


“Kekamar yuk..” rengek Digo lagi.


“Kamu duluan aja, aku masih ada urusan” elak Alexa, dia benar-benar canggung.


“Ada urusan apa? bisa diurus besok kan? Sayang ayolahh” rengek Digo terus sambil menoel-noel pinggang istrinya.


Sedangkan Sisca dan Bobby tertawa dari jauh, mereka sudah melihat kelakuan anaknya dari tadi, sepertinya kemesumannya itu keturunan dari Bobby.


“Bibit aku tuh Bund” ujar Bobby cengengesan.


Sisca hanya terkekeh.


“Emmm.. Bund..” bisik Bobby lembut.


“Apa?!” Tanya Sisca


“Aku juga mau malam pertamaan sama kamu” bisik Bobby lagi.


“Sambil nostalgia gitu” rengek Bobby.


Sisca langsung melotot kearah Bobby “Udah tua.. inget umur!”


“Kita kan gagal malam pertama waktu itu..” ujar Bobby lagi.


“Iih Ayahh ahh, aku masih banyak kerjaan tau” balas Sisca.

__ADS_1


“Di pending aja dulu, lagian aku udah pesenin kamar disebelah kamar Digo dan Alexa” ujar Bobby lagi.


Sisca benar-benar terkejut, bisa-bisanya suami mesumnya mempunyai ide nakal seperti itu.


“Daripada rugi kan..” bisik Bobby lagi.


Bobby memakai jurus itu, karena dia sangat tau istrinya sangat tidak suka jika uangnya terbuang sia-sia.


“Iya iya deh” balas Sisca pasrah.


Balik lagi ke pengantin baru kita, akhirnya Alexa langsung mengikuti kemauan suaminya untuk naik menuju kamar hotel yang sudah dipesankan.


Digo mengenggam tangan istrinya erat, dan pikirannya sudah dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan nakal.


Digo membuka pintu kamar hotel, sebelum masuk dia melirik wajah istrinya itu, wajah Alexa terlihat sangat ketakutan, hingga wajahnya mengeluarkan keringat dingin.


CEKLEK


Pintu sudah dikunci oleh Digo, dengan senyum menyeringai seperti macan yang ingin melahap mangsanya.


Digo langsung menempelkan tubuh Alexa ditembok, seolah mengunci pergerakan lawan.


Alexa langsung menatap mata Digo, dia berpikir kenapa Digo sangat menakutkan malam ini.


Digo mendekatkan wajahnya kearah wajah Alexa.


Alexa langsung menahan upaya Digo yang hendak menciumnya “Sayang.. aku mau pipis” elaknya.


Digo paham dan langsung memberikan jalan Alexa untuk pergi kekamar mandi.


Alexa langsung masuk kekamar mandi, jantungnya serasa mau copot malam itu, menurut teman-temannya malam pertama adalah momen tersakit dan melelahkan, dia seakan belum siap.


KREK


Setelah sekian lama berdiam di kamar mandi, Alexa pun memutuskan untuk keluar, dia dibuat terkejut lagi oleh penampakan suaminya yang sudah tidak mengenakan baju dan berdiri menghadang pintu.


“Emmm.. Aku sakit perut” balas Alexa bohong.


Digo memeluk tubuh Alexa, gairahnya sudah membara, dia memang susah menahan gejolak itu jika sedang bersama Alexa.


Digo mengendong Alexa selayaknya bayi Koala, sedangkan bibirnya sudah mengecup bibir ranum milik istrinya.


“Emphhh..” dezah Alexa saat merasakan sesuatu yang mendesak ditengah se*langkangannya


Digo langsung mendudukkan dirinya diatas ranjang dan otomatis Alexa terduduk dipangkuannya, ciuman mereka semakin memanas.


Alexa mengalungkan tangannya dileher Digo, rasa mengganjal itu masih ada, dia penasaran benda apa yang mengganggu adegan perciuman mereka itu.


Digo berupaya untuk melepaskan gaun pengantin istrinya itu, sedangkan dia sudah melepaskan pakaiannya sejak menunggu Alexa dikamar mandi tadi.


“Aku lagi datang bulan sayang” elak Alexa lagi.


Digo menatap mata Alexa “aku dokter sayang”


“Terus?” Tanya Alexa binggung.


Digo menyentuh pipi gembul istrinya “datang bulan normalnya terjadi sekali dalam sebulan, kamu baru saja datang bulan seminggu yang lalu kan?”


DEG


Alexa lupa bahwa dia sempat mengatakan hal itu saat mereka makan malam seminggu yang lalu.


Alexa langsung menunduk malu.


“Kamu takut ya sayang?” Ujar Digo mengerti.

__ADS_1


Alexa mengangguk.


“Aku main pelan kok, sakitnya cuman sebentar” ujar Digo.


“Kamu juga kan dokter, rasa sakit saat pertama kali tidak semenyeramkan itu” ujar Digo menenangkan Alexa.


Alexa memberanikan diri menatap Digo “tadi kamu bilang mau melilit aku sampai pagi” ujarnya polos.


Digo langsung tertawa terbahak-bahak “itu kan perumpaman sayang.. tapi kalau kamu mau aku sanggup kok”


Alexa langsung mencubit pinggang Digo.


“Jadi mau yah? Ini kan hari bahagia kita.. aku mau memiliki kamu seutuhnya sayang” ujar Digo.


Alexa akhirnya mengangguk pelan.


Setelah mendapatkan lampu hijau, Digo melepaskan kaitan baju pengantin yang dikenakan Alexa, satu persatu pakaiannya sudah tergeletak dilantai.


Digo terpana saat melihat bongkahan gunung kembar milik istrinya yang besar itu, sangat pas digenggam oleh tangannya.


“Ughhh” dezah Alexa saat tangan suaminya merayap menuju gunungnya.


Digo mengecup bibir Alexa lagi, memagutnya penuh kasih, sedangkan tangannya sudah bergerilya di dua gunung besar itu.


Alexa menjambak rambut Digo karena merasakan kegelian yang luar biasa.


Ciumannya turun menuju ke leher, dan yapss setelah itu bibir Digo memagut puncak gunung kembar Alexa secara bergantian.


“Ahhh” lenguh Alexa, tanpa sengaja menggesek senjata milik suaminya.


Alexa menenggelamkan kepala suaminya itu didadanya, dia saat menikmati sentuhan itu.


Perlahan Digo melepaskan celana mereka, dan seperkian detik mereka sudah tak berbusana, Digo langsung merebahkan tubuh istrinya itu diranjang.


Alexa menutup matanya malu karena melihat benda milik suaminya yang bergelantungan, dan berdiri tegak menawan.


Digo mencium bibir Alexa lagi agar rasa khawatir istrinya itu bisa menghilang.


Sedangkan tangannya mencoba mengobrak-abrik liang inti istrinya untuk pertama kali.


“Ahhhh ghh huhhh sayang huhh ahh” racau Alexa saat merasakan tusukan jari yang bermain di intinya.


Tangan Alexa hinggap di pundak suaminya yang sedang berusaha mengeluarkan cairan dari intinya untuk pertama kali.


“Emphhhhh huhhh ahhh” racau Alexa saat tusukan itu semakin kencang dan cepat.


Digo sungguh jatuh didalam pesona kecantikan istrinya itu.


“Ahhhhh sayang akuhh keluar ahhh ahh” rengek Alexa sambil meremas sprei.


Digo langsung menarik jarinya dan tersenyum senang “sekarang siap-siap ya sayang”


Alexa dengan nafas ngos-ngosan pun mengangguk “pelan-pelan ahh huhh”


Digo mengangguk, dengan upayanya memasukkan miliknya yang besar menuju inti sempit istrinya itu, dia terus memagut puncak gunung istrinya.


“Aghhh sakit aghh sudah sudahh ahhh” rengek Alexa saat milik Digo baru masuk setengah dan membuat tubuhnya bergetar.


Digo mel*umat bibir istrinya lagi dan menghentakkan miliknya sepenuhnya masuk.


Alexa menggeleng kesakitan dia bahkan mengeluarkan air matanya “aghhhh aghhhh”


Digo sebenarnya kasihan tapi gairah yang dibawah juga ingin segera dipuaskan.


Ciee ikutan bergetar yaa wkwk.. Mau dilanjut hari ini atau besok??

__ADS_1


makanya di like, komen, follow terus vote aku dulu!


__ADS_2