OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Waktu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


......................


Keivan pulang kerumahnya dengan kaki yang dibalut perban dan sempat membuat Orang tuanya kehebohan, karena mereka khawatir dengan keadaan kaki Keivan.


“Kenapa bisa gitu?” Tanya Andi.


“Tadi jatuh pas main futsal pa” balas Keivan jujur.


“Parah gak lukanya?” Tanya Lolita juga.


Keivan menggeleng “enggak, kecil kok.. sengaja Kei tutup”


Lolita paham bahwa anaknya itu tidak suka melihat luka ditubuhnya.


“Coba aja kalau kamu kencan tadi pasti gak luka kan..” sindir Lolita.


Keivan terdiam mendengar sindiran Mamanya.


“Mana Dora gak bales chat Mama lagi.. ih ini semua gara-gara kamu” lanjut Lolita lagi.


“Dora?” Tanya Andi ikut nimbrung.


Lolita mengangguk “Iya, itu teman kencan Kei”


“Kenalin ke Papa dong” ujar Andi senang.


“Dora udah kecewa karena anakmu yang suka telat itu” sindir pedas Lolita.


“Yahhh..” ejek Andi juga.


TING


“Maaf aku belum sempat menghubungimu, aku sempat pergi karena ada urusan mendadak” pesan baru dari Dora yang sebelumnya enggan membalas chatnya.


Lolita yang langsung membuka pesan itu dan menjadi senang.


“akhirnya.. di bales juga sama Dora” teriak Lolita senang.


“Kamu yang nerusin sekarang! Awas ya Dora ngambek lagi! Hp ini jangan ditinggal, kamu harus bawa terus” perintah Lolita tegas.


Keivan mengangguk paham “Oke Ma”


Keivan mengambil hp itu dan masuk ke kamar.


“Penurut banget ya si Kei” ujar Andi melihat putranya tidak melawan sama sekali.


“Anakku gitu loh” balas Lolita sambil tersenyum senang.


“Anakku juga!” imbuh Andi.


Di dalam kamar Taniara sedang berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponselnya, dia memutuskan untuk membalas chat Diego lagi, hatinya sudah tenang saat mengetahui Diego bukan Keivan, jadi Kencannya akan aman sekarang.


“Kamu tidak marah kan?” Tanya Diego.


“Tidak, aku pergi saat itu karena sedang ada urusan, maaf membuatmu menunggu lama” balas Taniara.


“Tidak masalah, aku kira kamu marah” balas Diego lagi.


“Semoga dia mengajakku berkencan lagi” batin Taniara tak sabar.


Namun Keivan yang saat ini kakinya masih berbalut perban enggan untuk pergi berkencan, dia akan mengajak Dora pergi setelah lukanya mengering dan sembuh.


Pesan antara Dora dan Diego berakhir dengan masing-masing yang mengucapkan selamat tidur.


......................


Sedangkan Digo mencari kebenaran tentang latar belakang Alexa secara diam-diam, sebenarnya apa pekerjaan Ibunya dulu yang membuatnya sangat ketakutan jika berhubungan dengan marga Alvenzo, Digo ingin bertanya kepada orang tuanya tapi dia takut membuat masalah menjadi panjang, jadi dia memutuskan untuk mencari tau sendiri.


Hari ini rencananya Digo akan memperkenalkan Alexa untuk pertama kalinya kepada orang tuanya. Entah bagaimana responnya nanti, tapi menurut Digo, orang tuanya juga pasti menyukai Alexa.

__ADS_1


Awalnya Digo menjemput Alexa dulu di Apartemennya, sebagai kekasih yang baik yang siaga mengantar jemput Alexa.



“Maaf sudah membuatmu menunggu lama sayang” ujar Alexa saat melihat Digo berdiri disamping mobilnya.


“Aku baru saja tiba sayang” balas Digo membukakan pintu mobil untuk Alexa.


Mereka sudah duduk didalam mobil.


“Kita mau kemana?” Tanya Alexa sambil memasang sabuk pengaman.


Alexa juga belum tau kemana dirinya akan pergi, Digo sengaja merahasiakan rencananya itu.


“Nanti kamu juga tau sayang” balas Digo semakin membuat penasaran.


“Oooo jadi aku gak boleh tau nih?” Ujar Alexa menebak nebak.


Digo mengangguk.


Alexa terfokus melihat kearah jalan agar Digo juga fokus menyetir.


“Emmm.. sayang.. kamu tau dulu pekerjaan Ibumu apa?” Ujar Digo tiba-tiba.


Alexa langsung menoleh Digo, jujur saja dia tidak tau pekerjaan Ibunya sebagai apa dulu, karena Ibunya tidak pernah menjelaskan apapun dan apa pentingnya Digo menanyakan itu.


Alexa menggeleng “Aku tidak tau dulu.. tapi sekarang Ibuku punya bisnis kue”


Digo curiga bahwa Alexa juga tidak tau kebenarannya, jadi itu akan mempersulit usaha pencariannya, tapi dia yakin jika bersungguh-sungguh dia pasti akan cepat menemukan sesuatu.


“Kenapa sayang?” Tanya Alexa balik.


“Hmm.. tidak apa-apa sayang” balas Digo sambil tersenyum.


“Apakah Ibumu sudah sampai dirumah?” Tanya Digo lagi.


Alexa mengangguk “sudah, Ibu menelponku kemarin”


“Ini rumah siapa sayang?” Tanya Alexa setelah keluar dari mobil.



“Rumah aku” ujar Digo sambil memegang tangan Alexa.


Alexa terkejut karena Digo mengajaknya kerumahnya tiba-tiba.


“Iiihh kamu gak bilang-bilang” ujar Alexa kesal.


Digo memegang kedua pipi Alexa “Suprise..”


“Tapi.. aku grogi tauuu” balas Alexa cemberut.


“No.. everything will be okey” balas Digo memegang tangan Alexa menuju masuk kerumahnya.


......................


Di lain tempat sebelum berangkat kerja Taniara sudah berjanji untuk datang kerumah Keivan untuk membersihkan luka kakinya, dia berangkat kesana mengunakan taksi online.



Taniara terpukau melihat kemewahan rumah Keivan, rumah yang sesuai dengan lokasi yang telah diberikan oleh Keivan kemarin.


dia diizinkan masuk oleh satpam dan diantar menuju rumah utama.


“Permisi..” ujar Taniara sopan.


Lolita yang belum pernah Taniara sempat binggung.


“Iya? Kamu siapa?” Tanya Lolita balik.


Taniara tersenyum “saya perawat tante, saya dipanggil Kei untuk membersihkan lukanya”


“Owhh.. mari kita ke kamarnya” balas Lolita sambil mengantar Taniara masuk.

__ADS_1


Taniara benar-benar terpesona dengan pemandangan ruangan-ruangan rumah yang sangat mewah dan berkelas itu, tentu saja itu rumah Keivan Si aktor muda berbakat + pengusaha.


“Beruntung banget sih jadi menantu dirumah ini..” batin Taniara.


Lolita mengetuk pintu kamar Keivan.


Keivan membukanya dan melihat Taniara disamping Mamanya.


“Kamu panggil perawat kesini?” Tanya Lolita.


Keivan mengangguk “masuk Tan”


Taniara akhirnya masuk kekamar Keivan, Lolita juga ikut masuk, karena berbahaya jika lelaki dan wanita belum menikah berada dalam 1 kamar.


“Pagi banget..” ujar Keivan sudah merentangkan kakinya.


“Aku kan mau kerja..” balas Taniara.


Taniara membersihkan luka kaki Keivan dengan teliti.


Keivan suka cara kerja Taniara yang berusaha membuat dirinya tidak merasa kesakitan.



Lolita menggeleng saat tau luka kaki Keivan hanya segaris kecil, anaknya sungguh lebay masalah luka.


“Sepertinya lukamu sudah kering” ujar Taniara.


“Tapi masih perih” balas Keivan.


“Itu biasa Kei” balas Taniara.


“Kalian sudah saling mengenal ya?” Tanya Lolita iseng.


“Dia Taniara, perawat yang kerja sama Digo Ma” balas Keivan.


“Owhh Taniara.. jadi ini yang dibilang adik perempuan Digo” ujar Lolita baru mengetahui.


Taniara membalasnya dengan senyuman.


“Sudah selesai” ujar Taniara membereskan peralatannya.


*KREOK***..**


Taniara mengutuki dirinya karena belum sempat sarapan dan perutnya berbunyi didepan banyak orang.


Keivan menahan tawanya.


“Kamu lapar Nak?” Tanya Lolita.


Taniara menggeleng “Ahh enggak Tante, saya sudah sarapan”


“Ahhh perutmu berbunyi tadi” ejek Keivan.


“Makan pagi bersama yuk? Tante sudah masak” ujar Lolita.


Karena paksaan akhirnya Taniara menyetujui makan pagi itu.


Lolita lebih dulu keluar dari kamar Keivan.


“Aku udah telat Kei, gimana nih?” Ujar Taniara melihat jam tangannya.


“Tenang.. lagian Digo gak mungkin pecat kamu kan” balas Keivan santai.


“Iihh kenapa harus bunyi sekarang sih” gerutu Taniara sambil menepuk perutnya.


Keivan tertawa melihat tingkah Taniara.


Taniara sibuk dengan peralatannya dan Keivan yang sudah menunggu lama langsung menarik tangan Taniara untuk turun kebawah dan makan pagi bersama.


“Udahh.. tinggalin aja dulu disini” ujar Keivan mengenggam satu tangan Taniara.


Tangan Keivan terasa hangat membuat Taniara tidak fokus dan terus menatap Keivan dari belakang dan mengikuti langkahnya.

__ADS_1


__ADS_2