
Di ruang baca.baginda raja,ratu,mong nan,jong su,penasehat istana dan tabib serta pangeran sudah berkumpul.
Pertama tabib yang angkat bicara dan meminta maaf pada baginda dan pangeran karena telah terpengaruh oleh putri dan berbohong pada pangeran tentang sakit putri.sungguh tabib tidak berdaya waktu itu karena putri mengancamnya akan menculik cucu kesayangannya jika dirinya tidak melakukan apa yang dia katakan.
Baginda dan pangeran bisa mengerti dan memaafkan tabib.
"bagaimana xhi xhi bisa naik ke atas ranjangmu?" baginda langsung meluncurkan pertanyaan pada pangeran.bukan cuma penasaran tapi juga ingin memastikan tentang yang dia dengar dari prajurit bayangan bahwa xhi xhi tinggal dalam satu kamar dengan pangeran,walaupun waktu itu baginda masih marah pada xhi xhi tapi baginda juga masih punya hati dan perasaan maka membiarkannya,semoga dengan seringnya mereka bertemu maka ingatan pangeran bisa kembali itulah harapan baginda.
"xhi xhi...?"
"ya xhi xhi pelayan barumu"
"oh"
Selama beberapa hari pelayan itu bekerja untuknya pangeran baru tahu siapa nama pelayannya,bukannya tidak ingin bertanya tapi pangeran terlalu sibuk mengerjainya dan terus berulah.
Dengan rinci pangeran menceritakan pada baginda kejadian tadi malam yang menimpa dirinya dan kenapa pangeran sampai tidur dengan pelayan itu.
__ADS_1
Semua orang menggeleng kepala mendengar cerita dari pangeran,ternyata benar kata orang-orang diluaran istana yang mengatakan bahwa putri memiliki sifat dan karakter yang tidak baik kini mereka bisa melihatnya sendiri.
"ayahanda,ibunda"
"ada apa sayang?" dengan lembut ratu membelai rambut putranya.
"sebenarnya siapa pelayan itu?sejak awal aku merasa tidak asing dan setiap kali menyentuhnya jantungku berdebar dan aku juga tidak mengerti kenapa saat aku dalam pengaruh obat yang ada dipikiranku hanyalah dia aku juga tidak bisa menahan diriku saat berada didekatnya,apakah dia nenek sihir yang bisa mengendalikan pikiran?"
PLAAKKK
"AAHH...."
"nenek sihir apanya?bicara sembarangan"
"dengarkan ibunda nak" ratu mencoba melerai perselisihan antara anak dan ayah.
Memang sudah saatnya mereka menjelaskan pada pangeran siapa itu xhi xhi?walaupun ingatan pangeran belum pulih paling tidak pangeran bisa mengerti kenapa dirinya memiliki perasaan yang lebih spesial terhadapan xhi xhi karena memang mereka berdua sudah memiliki ikatan dan ikatan itu bukan manusia yang membuatnya tapi takdir.
__ADS_1
Penasehat maju kedepan dan memberikan sebuah buku sejarah lalu meminta pangeran membuka dan melihat setiap lembarnya.
"i-ini....." mata pangeran terbelalak saat membuka bab pertama.terpampang gambar xhi xhi walaupun tidak begitu jelas karena sudah usang tapi buku itu adalah buku sejarah yang menjelaskan bahwa xhi xhi adalah calon ratu berikutnya di dynasty.
Pantas saja saat melakukan ritual itu dan menutup mata sebuah serpihan kenangan melintas cukup jelas didalam benak pangeran.
"lalu bagaimana dengan rencana pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi?"
Semua orang terdiam dan berpikir,sulit untuk mengambil keputusan.jika membatalkan pernikahan ini maka bukan tidak mungkin perdana menteri akan menghancurkan kerajaan toh semua orang tahu ayah dan anak memiliki karakter yang sama.tapi jika melanjutkannya baginda juga tidak akan tega memaksakan hati pangeran untuk menerima sang putri,merubah sejarah dan takdir.apa yang akan terjadi nanti dengan kerajaan dynasty?jika perdana menteri mengobrak abrik kerjaan.
"maafkan ayahanda nak,karena kesal aku langsung memutuskan untuk menjodohkanmu dengannya tanpa memikirkan akibatnya,seharusnya aku menunggu sampai ingatanmu pulih" baginda sangat menyesali keputusannya yang terlalu tergesa-gesa karena terpengaruh emosi.
"undur saja"
"HAAHH....."
Semua ternganga mendengar perkataan pangeran.
__ADS_1
"mengundur...??" tentu saja perdana menteri tidak akan bisa terima,obsesi yang perdana menteri miliki dari dulu adalah menguasai kerajaan dia tidak akan mungkin mau mengundur pernikahan.
Ayah dan anak ini memang selalu mengambil keputusan tanpa memikirkan resiko kedepannya.