Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps #43


__ADS_3

Dua hari sudah pangeran tidak pulang ke rumah xhi xhi,dia sengaja menginap di hotel bersama pengawal pribadinya dan selama itu juga pangeran banyak bercerita tentang xhi xhi kepada pengawalnya.


Dan hari ini pangeran memutuskan untuk pulang.


"Pangeran apa tidak sebaiknya berubah wujud dulu menjadi prince?"


"tidak perlu,aku ingin menemui xhi xhi dengan wujudku sekarang"


Pangeran turun dari mobil berjalan pelan menuju pintu rumah xhi xhi.


Setelah sampai didepan pintu rumah xhi xhi,pangeran mendengar suara tangis xhio.


"bibi Lou,prince hilang....dia belum pulang sudah dua hari,hix hix...."


Pangeran merasa bersalah pada xhio kecil,dia berpikir bahwa xhio mungkin kesepian saat dirinya tidak di rumah.


Pangeran mencoba mengetuk pintu dan berharap bisa memeluk xhio dan meminta maaf.


TOK TOK TOK


KREEEKKK


Seseorang membuka pintu.


"maaf cari siapa?"


Bibi Lou melihat pangeran dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.


"tampan sekali...matanya sangat indah"


Bibi Lou bergumam,pandangannya tidak lepas dari pangeran.


"paman lee.."


Xhio mengintip di belakang bibi Lou dan memperkenalkan tuan Lee pada bibi Lou,setelah tahu bahwa xhio mengenal laki-laki tampan yang ada di depannya bibi Lou mempersilahkan tuan Lee masuk.


"dimana xhi xhi?"


Mata tuan Lee mencari sosok xhi xhi yang tidak dia temui selama dua hari ini.


"mamih masuk rumah sakit paman,mamih terluka"


"APAAA....?"


Tuan Lee langsung balik badan.


"paman,xhio ikut"


Tangan kecil xhio menarik kemeja tuan Lee.


Tuan Lee mengangguk dan menggendong xhio menuju mobil.bibi Lou mengikuti dari belakang.


Mereka kini menuju rumah sakit pusat dimana xhi xhi sedang di rawat.


Dengan petunjuk jalan dari xhio akhirnya mereka sampai di kamar xhi xhi.


KREEIIKKK

__ADS_1


Tuan Lee membuka pintu.


Dilihatnya xhi xhi terbaring dan di sampingnya berdiri laki-laki yang jadi teman kencan buta xhi xhi.sangat merusak pemandangan bagi tuan Lee saat melihat laki-laki itu berada dekat dengan xhi xhi.


"ciihh...si kencan buta,sedang apa anda disini?"


Tuan Lee merasa terganggu dengan adanya pria lain di sisi wanita yang dia cintai.


"oohh...rupanya tuan keras kepala,aku disini tentu saja merawat xhi xhi,bukankah Anda bilang xhi xhi adalah wanitamu?lalu dimana anda selama dua hari ini?"


Ucapan tuan jeyoung lebih sinis dari tuan lee.lalu dengan sengaja duduk di sebuah kursi yang ada di samping xhi xhi.


"merawat??apakah sampai tidur bersama?jika tidak berarti xhi xhi memang wanitaku karena dulu kami pernah saling menolong dan itu berakhir dengan tidur bersama atas kemauan xhi xhi sendiri"


"kamu...."


Xhi xhi menarik lengan kemeja tuan jeyoung seakan tahu apa yang xhi xhi isyaratkan maka tuan jeyoung pun diam.


Xhi xhi enggan untuk bertengkar karena kesehatannya masih belum pulih.


Tuan Lee mendekati xhi xhi lalu duduk di samping tempat tidur xhi xhi dan memegang tangannya.


"maaf,aku benar-benar tidak tahu jika kamu terluka"


"tuan keras kepala lebih baik anda pulang, karena xhi xhi harus beristirahat"


Tuan jeyoung mengusir tuan Lee dengan halus.


Tanpa perlawanan tuan Lee langsung berdiri dan sebelum dia pergi tuan Lee mencium kening xhi xhi.


Bibi Lou dan xhio ikut pulang bersama tuan Lee setelah sebelumnya berpamitan dengan xhi xhi.


Walaupun itu adalah rumah sakit ayahnya tapi tuan jeyoung tidak ingin berhutang sama sekali.


Seorang perawat segera melapor kepada atasannya bahwa hari ini xhi xhi ingin keluar dari rumah sakit dan menyerahkan administrasi yang sudah di lunasi oleh tuan jeyoung.


"anak ini sombong sekali,dia pikir rumah sakit ini bukan miliknya?"


Pemilik rumah sakit sekaligus ayah tuan jeyoung segera menemui anaknya sebelum mereka keluar dari kawasannya.


"apa yakin sudah ingin pulang?"


"a-anda...."


"aku adalah kepala rumah sakit sekaligus pemilik rumah sakit ini"


"oh,hallo...."


"sebaiknya nona dirawat hingga pulih benar,karena aku khawatir sesuatu terjadi saat nona berada di rumah.bukan apa-apa aku takut karyawanku ada yang di pecat masal oleh seseorang"


Dokter melirik jeyoung yang sedang berkemas.


"maksud anda?"


Xhi xhi tidak mengerti.


"aku sudah selesai,ayo aku antar pulang"

__ADS_1


Taun jeyoung mengangkat tas milik xhi xhi dan memapah xhi xhi ke kursi roda.


"dokter terimakasih untuk pelayanan rumah sakit ini.aku rasa ini adalah rumah sakit terbaik yang pernah aku kunjungi"


Xhi xhi mencoba menyampaikan rasa terimakasihnya.


"mari aku antar sampai parkiran"


Mereka berjalan beriringan.


Xhi xhi merasa aneh dengan perlakuan dari kepala rumah sakit yang memperlakukan dirinya dengan spesial,tapi juga heran dengan sikap jeyoung yang dingin kepada kepala rumah sakit tersebut.


"eheemmm....gadis ini cantik juga dan sangat sopan.pantas saja anakku jatuh hati"


Kepala rumah sakit berbisik.


"mengantarnya sampai disini saja,terimakasih atas kebaikan kepala rumah sakit dan terimakasih untuk perawatan terbaiknya"


Tuan jeyoung berpamitan dan segera mendorong kursi roda ke tempat parkir.


Xhi xhi hanya melempar senyum dan melambaikan tangan pada kepala rumah sakit.


"anak ini apa tidak mau memperkenalkan ayahnya dengan calon menantu?"


Kepala rumah sakit melihat anaknya dari belakang dan kembali ke dalam rumah sakit.


"kembalikan uang jey ke rekeningnya dan katakan padanya aku setuju dengan calon menantu pilihannya"


Kepala rumah sakit berbicara pada resepsionis sebelum kembali ke kantornya.


"baik"


Dengan segera resepsionis mentransfer uang yang sudah tuan jeyoung bayarkan untuk administrasi rumah sakit.


"jadi wanita itu adalah calon istri taun muda jey?cantik sekali... pupus sudah harapanku untuk mengejar tuan muda jey"


"huuuss...."


Para perawat mulai bergosip.


Di rumah xhi xhi.bibi Lou sibuk merapikan kamar xhi xhi dan memasak makanan kesukaan xhi xhi setelah tahu dari tuan jeyoung bahwa hari ini xhi xhi keluar dari rumah sakit.


Xhi xhi membuka pintu lalu di papah masuk oleh tuan jeyoung.


"bibi Lou aku pulang"


Xhi xhi meminta tuan jeyoung menurunkan dirinya di sofa.


"xhi xhi,selamat datang"


Bibi lou keluar dari dapur,celemek masih melingkar di tubuhnya.


"beristirahat saja dulu,sebentar lagi aku selesai masak.kita bisa makan bersama"


Xhi xhi menolak untuk beristirahat di kamar dan lebih memilih duduk bersandar di sofa menghirup udara segar yang sudah dia rindukan selama beberapa hari ini.


"MAMIIIHH......"

__ADS_1


Xhio berlari menghampiri xhi xhi yang tengah duduk santai dan duduk disamping xhi xhi,tangan kecil xhio memijit-mijit pundak xhi xhi.


__ADS_2