
BRAAKK
Xhi xhi membuka pintu cukup kencang lalu berlari masuk sambil berteriak memanggil bibi lou dan xhio
"BIBI LOU....XHIO...."
Bibi lou yang berada didalam kamar xhio sontak berlari menuju ruang tamu ketika mendengar suara pintu dan teriakan xhi xhi.
"ada apa....?" bibi lou terlihat cemas
"AKU DITERIMA KERJA...." xhi xhi melompat kegirangan dan masih belum memelankan suaranya.
"benarkah?" wajah bibi lou yang semula cemas kini sedikit tersenyum
"heem..." xhi xhi mengangguk cepat.
"ayo kita rayakan"
"tapi...."
"ayolah bibi lou,ya...ya...." xhi xhi mencoba merayu bibi lou.
"baiklah"
Sore harinya.
Xhi xhi,xhio dan bibi lou sudah bersiap.
Taxi yang xhi xhi pesanpun sudah tiba didepan rumah.
Mereka bertiga kini menuju sebuah restoran untuk makan malam bersama sebagai perayaan xhi xhi dengan pekerjaan barunya.
"memangnya kamu bekerja dimana?"
bibi lou membuka percakapan tepat setelah pesanan mereka tersaji di meja.
Sebenarnya bibi lou ingin bertanya tentang ini pada xhi xhi tapi xhi xhi yang bersemangat membuat bibi lou menunda pertanyaannya.
"di sebuah toko roti"
"Uhuuk...uhuk...." bibi lou tersedak ketika mendengar jawaban xhi xhi.
Hanya sebuah toko roti tapi bisa membuat xhi xhi begitu bahagia bahkan ingin merayakannya.bibi lou yakin gajih dari toko roti tidak akan bisa sepadan jika dibandingkan dengan gajih diperusahaan tuan jeyoung dan bar.tapi inilah keinginan xhi xhi memang tidak mudah untuk menjalani hidup normal apalagi selama bertahun-tahun ini xhi xhi bergulat dengan dunia malam.
Bibi lou hanya bisa tersenyum dan memandangi xhi xhi.
Tiba-tiba xhi xhi berdiri,tatapannya tidak bergeming dan terus melihat ke arah jendela.
"ada apa?"
Xhi xhi tidak menjawab pertanyaan bibi lou,matanya masih sibuk mencari sesuatu.
Bibi lou yang penasaran ikut-ikutan melihat ke arah jendela.
"tidak ada apa-apa..." bisik bibi lou
"xhi xhi ada apa?" tanya bibi lou kembali.
__ADS_1
"ti-tidak ada apa-apa..." xhi xhi kembali duduk sesekali matanya melihat ke arah jendela.
Xhi xhi yakin kalau matanya tidak salah lihat,sangat jelas sekali ada seekor kucing putih yang melintas didepan jendela restoran barusan tapi tiba-tiba hilang dibalik orang-orang yang berlalu lalang.
"kamu yakin?" bibi lou mencoba memastikan dan sesekali ikut-ikutan xhi xhi melihat ke arah jendela.
"ya...."
Merekapun kembali menyantap makan malam mereka.
"xhi xhi...." sapa seseorang dari belakang.
Xhi xhi yang masih terlihat tegang menoleh ke arah suara yang tidak asing baginya.
"pa..."
Xhi xhi sangat terkejut,hingga membuatnya langsung berdiri seiring dengan jatuhnya sendok yang dia pegang.
Selain xhi xhi ternyata bibi lou pun sama dan bengong menatap pria yang berdiri didepannya.
"hai xhio..." sapanya lembut.
"hai paman lee..."
Ya,pangeran lee....seorang pria tampan penerus tahta dari kerajaan dynasti,sebuah kerajaan dari masa lalu.kini dia berdiri dihadapan xhi xhi,penampilan seorang bangsawan yang luar biasa di mata xhi xhi.
Ternyata apa yang xhi xhi lihat tadi bukanlah sebuah bayangan semata,seekor kucing putih itu memang benarlah pangeran lee.
"kebetulan sekali bertemu disini,bagaimana kalau kita makan malam bersama sekalian aku mau memperkenalkan seseorang pada kalian?"
"seseorang....??" kening xhi xhi mengerut.
Xhi xhi pun menoleh.
"dia...seorang wanita....siapa dia....??" tanya xhi xhi dalam hati.
Xhi xhi terus memperhatikan wanita itu tanpa berkedip.saat berjalanpun wanita itu terlihat sangat anggun,bahkan senyum manisnya bisa meluluhkan hati pria manapun yang memandang.
Xhi xhi terduduk dan menundukan kepala lalu membenamkan wajahnya.
"hai...apa kami tidak menggangu?" sapanya dan masih dengan senyum mempesona.
Xhi xhi hanya bisa tersenyum,bibirnya masih terasa kelu.
"haahh...." xhi xhi menarik nafas berat.
Dengan segara pangeran lee menyuruh seorang pelayan memindahkan beberapa kursi ke meja xhi xhi.
"hai...apa kamu xhio?" wanita itu memulai percakapan dengan sempurna.
"heemm..." xhio mengangguk,mulutnya penuh dengan ice cream vanilla kesukaannya.
"mau pesan apa?" tanya pangeran lee sambil memegang tangan wanita itu dengan mesra.
"permisi,aku harus ke toilet"
Xhi xhi mengambil langkah seribu,seakan ingin segera pergi dari tempat itu dan tidak ingin melihat pemandangan yang dapat merusak matanya.
__ADS_1
Didalam toilet wanita,xhi xhi tidak henti-hentinya menggerutu sambil bercermin.
"kenapa harus duduk bersampingan sih?kenapa juga harus pegang tangan?huuuhh..." xhi xhi mengepalkan tangannya kesal.
KREEIIKK
Xhi xhi menutup mulutnya ketika mendengar seseorang datang.
"xhi xhi..."
"bibi lou...." xhi xhi mengelus dada.
Untunglah yang datang bibi lou,xhi xhi benar-benar takut kalau yang datang wanita yang dibawa pangeran lee dan mendengar semua dumelannya.
Xhi xhi berpura-pura merapihkan rambutnya.
"xhi xhi apa kamu yakin tidak apa-apa?"
Haahh....xhi xhi kembali menarik nafas dan menjatuhkan kedua tangannya.
Memang tidak mudah membohongi bibi lou.
"entahlah"
Xhi xhi memang tidak bisa menjelaskan tapi bibi lou sangat faham apa yang xhi xhi rasakan.
Saat kembali dari toilet.
Xhi xhi menghentikan langkahnya tiba-tiba.
Pemandangan yang tidak ingin dia lihat memang tidak bisa dihindari.
Ya,pemandangan yang menusuk mata xhi xhi.
Xhi xhi melihat pangeran dan wanita itu sedang bercanda,sesekali pangeran lee memandang wanita itu dengan lembut dan membelai rambutnya,tangan wanita itu tidak pernah lepas dari genggaman tangan pangeran lee.
"ada apa ini?kenapa dadaku sesak sekali?ini bukan cemburu...ini bukan cemburu..." xhi xhi mengelus-elus dadanya.
Tiba-tiba pangeran melihat ke arah xhi xhi dan melambaikan tangan.xhi xhi pun menurunkan tangannya dan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
"kenapa lama sekali?" tanya pangeran setelah xhi xhi dan bibi lou duduk.
"oh ya,perkenalkan ini adalah shio lu putri dari perdana menteri timur dan dia adalah calon permaisuriku"
DUUUAAARR
Serasa petir menyambar telinga xhi xhi saat itu juga.
"per-per-maisuri..." xhi xhi terbata seakan ingin memastikan apa yang dia dengar barusan.
"ya,calon permaisuriku" pangeran kembali memperjelas ucapannya dan tersenyum manis kepada shio lu.
Wanita itu membalas dengan senyuman manis.
"kami harus segera kembali dan mempersiapkan pesta pernikahan kami.untuk pastinya kapan?mungkin aku akan mengirim jong su untuk menjemput kalian dan berjanjilah kalau kalian akan datang"
Merekapun pergi.
__ADS_1
Sementara xhi xhi masih diam membeku tanpa bergeming sedikitpun.