Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#76


__ADS_3

DI MASA LALU


"pangeran...."


Pangeran tidak menghiraukan panggilan dari jong su dan mengangkat tangan kirinya tanda bahwa jong su dilarang bertanya apapun padanya lalu pergi berlalu dari ruang cermin ajaib dengan wajah murung.


Jong su yakin pangeran tidak dalam keadaan baik-baik saja,suasana hatinya pasti sangat sedih setelah menyaksikan adegan harmonis xhi xhi,xhio dan tuan jeyoung dari cermin ajaib barusan dan dua hari yang lalu.hatinya pasti sangat terpukul karena dalam waktu yang singkat pangeran harus merasakan jatuh cinta dan patah hati.tapi ini bukanlah sifat pangeran yang dahulu,dimana sifat egois,keras kepala,narsis dan berontak pangeran?apakah dia kembali akan bersikap dingin pada wanita?apakah dia akan menyerah begitu saja?banyak pertanyaan di benak jong su yang membutuhkan jawaban dari pangeran,sayangnya pangeran sepertinya enggan membahasnya untuk saat ini dan lebih memilih diam.cinta memang terkadang membuat orang melupakan jati dirinya.jong su menggeleng dan hanya bisa melihat punggung pangeran.


Langkah pangeran terlihat gontay,tidak bersemangat dan lesu seperti seekor anak ayam yang kehilangan induknya.langkah kakinya menuntun pangeran sampai disebuah kolam dimana xhi xhi pernah duduk termenung disana,terbayang kembali di pelupuk mata pangeran saat cahaya matahari sore itu menerpa wajah xhi xhi yang cantik serta putik bunga sakura yang beterbangan menyentuh wajahnya,angin yang bertiup lembut menerbangkan rambut xhi xhi yang panjang tergeray.sungguh pemandangan yang sangat indah hingga membuat pandangan pangeran tidak berpaling sedetikpun darinya.


"aku rindu kamu xhi xhi,tapi aku juga tidak bisa memaksakan kehendakku untuk memiliki kamu jika ternyata hatimu milik orang lain" hati pangeran begitu sakit jika mengingat kembali apa yang dia lihat di cermin ajaib,xhi xhi yang selalu tersenyum manis dan tulus saat bersama laki-laki lain sementara saat bersama dirinya tidak sedikitpun senyum tersimpul dibibir xhi xhi bahkan xhi xhi cenderung menghabiskan waktu sendirian dan termenung.terlihat jelas bahwa xhi xhi merasa terpaksa.


Dari kejauhan baginda raja feng dan baginda ratu quan memperhatikan putra tersayang mereka.ditemani pengawal pribadi.merekapun saling melempar pandang.


"hiburlah pangeran apapun caranya" baginda raja memerintah jong su dan pergi dari tempat itu tapi baru saja beberapa langkah baginda raja berbalik dan menunjuk jong su lalu berkata "jika kamu tidak bisa menghibur pangeran maka....."


"kepalaku taruhannya" jong su memotong kata-kata baginda raja karena memang jong su sudah tahu apa yang akan baginda katakan padanya,kata-kata itu bukan cuma ancaman tapi juga kata-kata sakti yang tidak bisa dibantah dan selalu manjur.


"bagus jika kamu sudah tahu" bagindapun pergi berlalu meninggalkan jong su yang masih menunduk,sementara mulutnya terus menggerutu.


"semangat..." mong nan menepuk pundak jong su sambil menahan senyum lalu mengikuti baginda dari belakang.

__ADS_1


Jong su tahu benar pangeran seperti apa?jangankan mendekati pangeran menyapa saja dia tidak berani bukan cuma jong su tapi seluruh orang di istana juga tidak akan pernah berani mengganggu serigala yang sedang marah.tatapan kebencian pangeran bukan cuma mengerikan tapi juga seperti pedang yang bisa membunuh siapa saja yang melihatnya.


Jong su memukul-mukul kepalanya "aku harus bagaimana?aku juga tidak mau dipenggal,bagaimana nasib si juki nanti jika aku mati muda?" jong su melihat ke arah celana dengan tatapan haru yang mendalam.


Dengan perlahan jong su melangkahkan kakinya dan dengan hati-hati jong su mendekati pangeran.


"ehmmm"


Kode pertama telah jong su luncurkan.tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari pangeran.


"ehmmm"


Kode keduapun telah jong su keluarkan tapi pangeran masih tidak bergeming.


"katakan ada apa?" karena merasa terganggu akhirnya pangeran buka suara sebelum jong su menyelesaikan kode ketiganya.


Jong su mengelus dada karena sesuatu yang dia khawatirkan yaitu terkena semprot dari pangeran ternyata tidak terjadi.


"pangeran hari sudah hampir malam apa tidak sebaiknya masuk,hamba hanya khawatir pangeran masuk angin"


Tidak ada jawaban dari pangeran.suasana begitu hening.karena menyerah akhirnya jong su memutuskan untuk pergi jong su hanya bisa pasrah jika baginda harus memenggal kepalanya karena tidak berhasil menghibur pangeran.

__ADS_1


"kalau begitu hamba permisi" dengan wajah tertunduk menyedihkan jong su melangkahkan kaki,terbayang dipelupuk matanya detik-detik kepalanya terlepas dari tubuhnya yang tidak berdaya.ingin menangis saat itu juga.


"jong su...." langkah jong su terhenti saat mendengar pangeran memanggil namanya,wajah jong su terangkat,ada sedikit senyum dibibirnya.


"hamba pangeran" jong su langsung balik badan dengan semangat.


"menurutmu aku harus bagaimana?" walaupun berbicara dengan jong su tapi pandangan pangeran tidak teralihkan dari air kolam yang jernih sampai-sampai ikan yang berenang didalamnyapun bisa terlihat.


"mohon maaf hamba tidak mengerti apa maksud pangeran?" kening jong su mengerut karena memang benar-benar tidak faham dengan kata-kata pangeran.


"aku merasa telah gagal merebut hati xhi xhi,kamu lihat sendiri dia begitu bahagia saat berada bersama laki-laki lain,aku yakin dia tidak mencintaiku sedikitpun,aku tidak bisa memaksanya untuk tetap berada disampingku jika hatinya milik orang lain,sejarah mungkin akan berubah"


Mata jong su terbelalak,akhirnya pangeran mau buka mulut dan bercerita tentang apa yang dia pikirkan selama dua hari ini.walaupun jong su sudah bisa menebaknya tapi jong su juga tidak berani memberi saran jika pangeran tidak mau bercerita terlebih dahulu tentang beban dihatinya.


"aku selamat,ada kesempatan untuk tetap hidup" bisik jong su sambil mengelus dada.jong su sudah bisa tenang sekarang tidak akan ada kepala yang dipenggal di istana ini.


"ehmmm,pangeran aku rasa hati seseorang itu tidak bisa ditebak dari senyuman.bukankah nona xhi xhi adalah wanita yang pandai berpura-pura?nona bisa tersenyum sangat manis saat sedang bekerja demi untuk menjalankan pekerjaannya bahkan saat dia sedang bersedihpun nona selalu bisa tersenyum untuk menutupinya,nona adalah wanita yang hebat dalam berperan,aku rasa senyum nona xhi xhi bukan berarti dia mencintai laki-laki itu,apalagi laki-laki itu belum tidur dengan nona"


Pangeran langsung menoleh dan itu membuat jong su terkejut dan langsung memegang dada,jong su benar-benar takut perkataannya menyinggung hati pangeran.


"a-apa ha-hamba sa-salah b-bicara p-pangeran?" detak jantung jong su berdetak kencang seperti dirinya sedang berdiri diambang kematian.harapannya untuk hidup pastilah sangat tipis sekarang,pupuslah harapan si juki untuk menikah.

__ADS_1


"kamu benar,terimakasih" pangeran menepuk pundak jong su sambil tersenyum,matanya bercahaya dan wajahnya yang murung telah hilanglah sudah dari pangeran.


Jong su ternganga seakan tidak percaya.


__ADS_2