Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#121


__ADS_3

Berjam-jam sudah mereka berada di ruang makeup.


KREEIIKK


"apa sudah selesai?" pelayan pribadi baginda ratu mengintip dari balik pintu


"sebentar lagi"


"cepatlah,karena pengantin pria dan baginda sudah menuju aula"


"baik"


Walaupun sudah berusaha lebih cepat tapi para penata rias harus tetap teliti jangan sampai ada satu aksesorispun yang tidak terpasang,jika ada satu saja yang mereka lupa maka kepala mereka jadi taruhannya.


"bagaimana?apa sudah selesai?" suara seorang pria dari luar ruangan.


"sebentar lagi"


"haiiss...lama sekali,biar aku lihat"


PLETAAKK


Si pelayan memukul kepala si penjaga agak kencang hingga membuat si penjaga meringis.


"kamu pikir ini kamar pria" pelayan segera menutup pintu saat seorang penjaga mencoba mengintip.


"hais sakit sekali,dasar pelit"

__ADS_1


KREEIIK


"sudah selesai,kamu boleh membawanya sekarang" kini giliran penata rias yang mengintip dari dalam kamar.


"baguslah"


Pelayan itu langsung masuk,dan betapa terkejutnya dia ketika melihat dua orang wanita yang cantik,tapi tetap saja idola para pelayan dan penjaga adalah xhi xhi.di mata mereka xhi xhi memang lebih pantas menyandang status permaisuri dan calon ratu bagi kerajaan dynasti feng.


"mari ikuti hamba" cara bicara pelayan berubah sopan dan hormat.


Ketika xhi xhi melangkah keluar,para penjaga yang sudah berjaga di posisi mereka langsung menoleh dan terpesona dengan penampilan xhi xhi,mulut mereka terbuka lebar dan mata mereka hampir keluar.


"HEEYY...JAGA SIKAP KALIAN,APA KALIAN MAU KEPALA KALIAN TERPISAH DARI TUBUH KALIAN HAH...." pelayan itu berteriak sambil berkacak pinggang.


"aahh...maaf,galak sekali" para penjaga menggerutu.


Bagi rakyat dynasti menjadi bagian dari istana itu adalah suatu hal yang luar biasa,walaupun cuma menjadi tukang cuci.


"nona silahkan tunggu di sini,hamba akan memberitahukan pada baginda terlebih dahulu"


Setelah si pelayan pergi meninggalkan mereka berdua dalam satu ruangan,sikap shio lu semakin terlihat jelas kalau dia tidak suka dengan keberadaan xhi xhi di istana,membuat xhi xhi merasa tidak nyaman berlama-lama dengan shio lu


"setelah acara pernikahan ini selesai aku akan segera pergi,jadi kamu jangan khawatir aku kan merebut pangeran kembali" xhi xhi mencoba menenangkan kegelisahan shio lu.


Sebagai seorang wanita xhi xhi sangat mengerti kenapa shio lu bersikap seperti itu?


"hahaha....."

__ADS_1


Mendengar tawa shio lu yang tiba-tiba tentu saja membuat xhi xhi terkejut.


"ehm...maaf,aku rasa kamu salah paham"


"salah paham?"


"eemm,sudahlah kita ganti topik pembicaraan kita.apakah kamu sangat mencintai pangeran?" shio lu menatap xhi xhi serius seakan menunggu jawaban jujur dari xhi xhi.


"ah,i-itu...."


"cukup,tidak usah dijawab aku sudah tau.hah...kamu cukup beruntung bisa bersama dia,bagi kami untuk menatap pangeran saja sudah sulit apalagi mencoba untuk dekat dan tidur dengannya,sangat sulit mendapatkan perhatiannya karena dia terlalu dingin seperti gunung es"


Pembicaraan mereka berdua semakin serius.


"bukankah kalian juga cukup mesra dan intim?"


"kami....?" shio lu menunjuk hidungnya sendiri


"ya,ketika kita bertemu di restoran malam itu aku lihat pangeran sangat perhatian dan memperlakukanmu dengan baik"


"hahahah....." shio lu kembali tertawa malah semakin kencang.


"eehmm...maaf lagi"


"orang ini,apakah dia benar-benar bangsawan?" celoteh xhi xhi perlahan.


Suasana mendadak hening,shio lu juga tidak menjawab dan tidak bicara lagi.dia terdiam seakan memikirkan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2