
Penyambutan xhi xhi
Dua orang pelayan yang khusus di kirim oleh ratu untuk melayani xhi xhi,sudah menunggu xhi xhi dengan sabar didepan pintu.
KREEEIKK
Akhirnya pintu kamar pangeran terbuka.
"layani calon istriku dengan baik"
Perintah pangeran kepada dua pelayan yang sudah siap dengan baju ganti untuk xhi xhi serta makanan yang mereka bawa.
Kedua pelayan mengangguk dan segera masuk.sementara pangeran menunggu didepan pintu.
"selamat pagi permaisuri"
Xhi xhi yang masih hanyut dalam pikirannya karena tidak bisa mencerna cerita pangeran sontak terkejut saat tiba-tiba mendengar sapaan dari dua orang asing dikamarnya.
"ka-kalian si-siapa?ma-mau apa?"
Xhi xhi menarik selimut dan menyembunyikannya dirinya dibalik selimut.
"kami adalah pelayan yang dikirim ratu untuk melayani anda,anda harus segera bersiap"
Kedua pelayan itu menghampiri xhi xhi dan menarik selimut yang menutupi tubuh xhi xhi,sejenak terjadi tarik menarik antara xhi xhi dan pelayan.dengan nafas tersengal kedua pelayan akhirnya merayu xhi xhi dan mengajak xhi xhi untuk segera turun dari tempat tidur dan bersiap karena raja dan ratu ingin bertemu sekaligus untuk menghadiri acara perjamuan yang sudah siap.
"jangan dekat-dekat,aku bisa sendiri"
Xhi xhi berusaha menahan pelayan-pelayan itu agar tidak mendekati dirinya lagi.
Xhi xhi berusaha menyembunyikan tanda merah yang hampir memenuhi sekujur tubuhnya.
Tapi sayangnya para pelayan sudah melihatnya sejak mereka masuk.
Setelah terjadi sedikit paksaan maka xhi xhi pun turun dari tempat tidur.
Xhi xhi terlihat canggung saat dimandikan oleh pelayan walaupun mereka sama-sama wanita.
__ADS_1
Para pelayan mencoba menahan senyum saat melihat dengan jelas tanda merah ditubuh xhi xhi,seperti wanita pada umumnya mungkin mereka sudah tidak sabar ingin bergosip dengan sesama pelayan lainnya tentang tanda merah juga keperkasaan pangeran diatas ranjang.
Selesai mandi xhi xhi menyuruh kedua pelayan diam dan bilang kalau dia bisa memakai bajunya sendiri,xhi xhi membolak balikan baju,tidak mengerti model baju yang pelayan bawa serta tidak tahu bagaimana cara memakainya.
Para pelayan saling melempar senyum.
"biarkan kami membantu karena ini sudah tugas kami"
Mereka menawarkan diri setelah melihat permaisuri mereka kewalahan.
Xhi xhi hanya bisa pasrah dan membiarkan para pelayan memakaikan baju padanya,tidak lupa mereka juga mendandani dan menyisir rambut xhi xhi lalu memakaikannya hiasan rambut yang terbuat dari emas yang khusus dipesan oleh ratu untuk xhi xhi.
Selesai....
Xhi xhi kini sudah rapih dan terlihat sangat cantik dengan baju di zaman dinasti.
Mereka segera keluar dan menemui pangeran yang sudah menunggu lama didepan pintu.
"pangeran kami sudah selesai"
"ba...."
Kedua pelayan saling berbisik saat melihat pangeran terkaku.mereka yakin pangeran akan semakin cinta sama nona yang sudah mereka dandani secantik mungkin,akan sulit bagi pangeran untuk berpaling karena memang xhi xhi bukan cuma cantik tapi juga anggun.
"eheemm....silahkan pangeran lihat apakah ada yang kurang"
Seorang pelayan sengaja mendorong pangeran dan xhi xhi ke dalam kamar agar mereka bisa melewati waktu berdua walau sebentar sebelum mereka pergi ke perjamuan.
Pangeran yang tidak keberatan dengan kelakuan kedua pelayan padanya,pangeran malah terlihat bahagia dan masih memandangi xhi xhi.
"Ka-kamu tahu betapa malunya aku dengan tanda merah disekujur tubuhku?"
"oh ya,lalu bagaimana dengan ini.....?"
Sreekk....
Pangeran membuka bajunya dan memperlihatkan tubuh sixpacknya yang penuh dengan tanda merah serupa tapi jumlahnya lebih banyak dari xhi xhi.
__ADS_1
Ups...xhi xhi menutup mulutnya dengan kedua tangan.tidak menyangka bahwa dirinya bisa lebih ganas dari laki-laki yang ada dihadapannya.
Graabb
Pangeran memeluk xhi xhi dan menempelkan bibirnya ditelinga xhi xhi lalu berbisik.
"apa perlu kita tanyakan pada pelayan dan pengawal siapa yang lebih sadis diatas tempat tidur?"
Xhi xhi bergidig geli lalu mendorong tubuh pangeran tapi tidak berpengaruh sama sekali,pelukan pangeran malah semakin erat.
"kamu adalah wanita pertama yang......"
Ucapan pangeran terpotong saat mong nan sang pengawal pribadi raja datang tiba-tiba.
"pangeran,bagin......"
begitupun mong nan yang tidak melanjutkan kata-katanya dan terlihat canggung saat melihat xhi xhi dan pangeran sedang bermesraan didepan pintu.sungguh waktu yang tidak tepat untuk datang.
"maaf,silahkan lanjutkan"
Pangeran melepaskan pelukannya,wajahnya memerah karena menahan malu.
"tunggu,ada apa?"
Mong nan tidak berani membalikan badannya.
"baginda raja dan ratu sudah menunggu di aula"
Setelah mendengar perkataan mong nan pangeran memutuskan untuk menahan diri dan mengajak xhi xhi ke aula untuk menemui raja dan ratu.
Didepan aula semua penjaga,pengawal dan pelayan,penasehat serta tabib istana sudah berjejer menunggu xhi xhi dan pangeran.
"hormat pada pangeran dan permaisuri"
Dengan serentak dan kompak mereka memberi hormat pada xhi xhi dan pangeran.
Xhi xhi yang masih belum terbiasa dengan perlakuan istimewa dari semua orang hanya melihat dan memperhatikan baju yang merela kenakan.
__ADS_1
"zaman apa ini?dimana aku sekarang?kenapa baju mereka aneh?apa yang terjadi?siapa mereka?siapa saja tolong jelaskan?"
Kening xhi xhi semakin mengerut.