Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#118


__ADS_3

Baginda sengaja mengundang xhi xhi,bibi lou dan cucu kesayangannya satu hari sebelum perayaan pernikahan pangeran,baginda juga sudah mempersiapkan kamar khusus untuk tamu spesial mereka,dalam satu kamar baginda menempatkan dua tempat tidur,satu untuk bibi lou dan satu lagi untuk xhi xhi,sementara xhio akan tidur di kamar raja karena permintaan dari baginda ratu.


Setelah berada di kamar,bukannya beristirahat bibi lou malah menggerutu mulutnya tidak henti-hentinya mengumpat.


"jika aku punya pintu ajaib yang bisa pergi kemanapun maka aku lebih memilih pergi dari sini.aku tidak sudi berlama-lama ditempat ini terlebih melihat sikap manis mereka sama xhio ku,aku yakin mereka cuma pura-pura lembut sama xhio padahal mereka berniat menyakiti hati kamu"


Xhi xhi yang mendengar semua itu merasa heran karena baru kali ini dirinya melihat bibi lou mengumpat,bibi lou yang biasanya selalu menasihati dan selalu menyuruh xhi xhi untuk sabar hari ini sungguh berbeda jauh.


"ssttt....jangan bicara terlalu kencang,jika mereka dengar apa bibi mau kepala bibi dipenggal?"


"APPAA....?"


"sstt...."


Spontan bibi lou membekam mulutnya dengan kedua tangannya.


TOK TOK TOK


Wajah bibi lou langsung pucat pasi ketika mendengar pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang.


"apa itu raja?apa kepalaku akan dipenggal?" keringat dingin mengucur dari kening bibi lou


Xhi xhi mencoba menenangkan.


"tidak apa-apa,biar aku coba lihat"


Xhi xhi berjalan mendekati pintu diikuti bibi lou.perlahan xhi xhi membuka pintu.


KRIIEEKK


Seorang pelayan pribadi dari baginda ratu tengan berdiri didepan pintu.


"nona,baginda raja mengundang anda untuk minum teh bersama di taman belakang"

__ADS_1


"oh,baiklah"


Pelayan menunggu xhi xhi didepan pintu kamar sementara xhi xhi berpamitan pada bibi lou.


"aku pergi dulu"


"apa dia tidak mendengar perkataanku?" wajah bibi lou sedikit bimbang.


Xhi xhi hanya menggeleng.


"aahh,syukurlah" bibi lou mengelus dada


Taman belakang.


Ini adalah tempat yang paling xhi xhi sukai di istana,tempat yang paling nyaman dan sejuk,hanya taman inilah yang selalu menjadi teman xhi xhi disaat ingin sendiri dan bersedih hati.


"baginda" xhi xhi berlutut di hadapan baginda raja dan ratu yang sedang duduk sambil menikmati teh hangat.


Perlahan xhi xhi mendekat dan duduk disamping baginda ratu.


"ini adalah teh yang baru saja dipetik di kebun istana,bukankah kalian pernah pergi kesana?" baginda ratu berkata sambil menyajikan secangkir teh pada xhi xhi


"aah..." xhi xhi menoleh dan langsung terdiam.


Ya,pangeran dan xhi xhi memang pernah pergi kesana tapi itu sudah tidak penting lagi untuk dibahas sekarang,toh pangeran sudah menjatuhkan pilihannya pada wanita lain dan bukan dirinya.menyesal....?mungkin sekarang xhi xhi sedikit menyesal bukan karena tidak bisa mendapatkan pangeran tapi tidak bisa mengatakan bahwa xhi xhi sangat mencintainya dan sebenarnya sangat takut kehilangan pangeran tapi perbedaan mereka tidak bisa xhi xhi singkirkan,pangeran adalah putra mahkota dari kerajaan dynasti,seorang bangsawan yang belum pernah menikah,selain itu pangeran sangatlah tampan selain xhi xhi ada banyak wanita yang tentu bersedia menjadi istri pengaran terlebih lagi dunia xhi xhi dan pangeran sangatlah berbeda masa lalu dan masa depan tentu saja tidak mudah bagi xhi xhi untuk berbakti pada kerajaan,menghabiskan sisa hidupnya di masa lalu ini.


"minumlah selagi hangat" suara baginda raja membuyarkan lamunan xhi xhi


Xhi xhi mengangguk dan mengangkat secangkir teh yang sudah disiapkan baginda ratu untuknya,cangkir kecil yang terbuat dari keramik dengan motif bunga sakura disekelilingnya.


Rasa teh yang sangat khas,walaupun xhi xhi pernah mencicipi teh di kerajaan tapi rasa teh kali ini benar-benar berbeda,ada wangi melati dan teh hijau,tidak seperti teh yang sering dia nikmati di masa depan,perasaan hangat mengalir dari tenggorokan hingga perut xhi xhi.


Angin sejuk sore hari di taman ini tidak akan pernah xhi xhi temukan dimanapun,apalagi di masa depan yang kebanyakan orang menggunakan kipas angin atau ac.

__ADS_1


"MAMIIIHHH....." xhio berlari mendekati xhi xhi sementara itu seorang pria yang xhi xhi cintai tengah mengikuti xhio dari belakang


"mamih hari ini xhio mendapatkan banyak hadiah dari paman" ujar xhio yang nampak sangat bahagia


"benarkah?"


"aku tidak pernah melihat pangeran begitu dekat dengan anak kecil apalagi wanita,aku tidak tahu kenapa pangeran bisa bersikap lembut dan berubah cepat pada kalian" ucap baginda ratu dengan ekspresi wajah yang tidaj bergeming,tatapannya tertuju pada putra mahkota.


Entah kenapa ucapan baginda ratu membuat hati xhi xhi sakit.xhi xhi pun menatap pangeran yang masih berjalan santai mendekati mereka,pria ini....terlalu istimewa.


"ayahanda,ibunda,hai xhi xhi...."


Xhi xhi hanya membalas dengan senyuman.


"malam ini cucuku tidur bersama kami ya"


Xhio hanya mengangguk.


"bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian?"


"berjalan lancar"


"bagaimana kabar shio lu dan perdana menteri?"


"baik" jawaban pangeran simple


"oh ya,kami sudah menyiapkan pakaian untuk kalian dan akan pelayan kirim pagi hari,kami akan beristirahat" baginda raja menggandeng tangan istrinya


"ayo cucuku,kamu harus mandi dan tidur"


Xhio yang dari tadi menempel pada xhi xhi dengan cepat menggandeng tangan baginda ratu dan ikut pergi bersama mereka meninggalkan xhi xhi dan pangeran berdua.


"beristirahatlah,karena besok kamu harus bangun pagi sekali,kita akan menyambut kedatangan perdana menteri timur dan shio lu" tanpa melihat xhi xhi pangeran pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2