Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#123


__ADS_3

Kedua nona yaitu xhi xhi dan shio lu sudah tiba halaman aula.begitupun dengan gerombolan mempelai pria.


Xhi xhi sempat tertegun melihat ketampanan pangeran hari ini,postur tubuhnya yang bagus akan selalu menawan dengan pakaian apapun yang dia kenakan.


Sementara pangeran hanya sesekali melirik xhi xhi dan kembali dingin seolah tidak melihat apapun.padahal dalam hatinya pangeran sangat mengagumi kecantikan xhi xhi yang melebihi shio lu.


Di halaman aula sudah terbentang Karpet merah panjang dengan motif kotak,panjangnya bisa beratus meter dengan lebar dua puluh centi meter atau lebih,diatasnya sudah ditaburi putik bunga yang baru saja dipetik dan dipesan langsung dari perkebunan ternama di wilayah selatan istana.


Karpet itu membentang dari halaman aula,tangga hingga meja sembahyang untuk kedua mempelai.memang sudah tradisi di kerajaan dynasti ini dan tentu saja kedua mempelai dan rombongannya harus berjalan melewati karpet merah tersebut menuju pintu masuk aula.


Setelah sampai didepan pintu masuk aula kedua mempelai harus menunggu sampai pintu aula dibuka.


Seluruh pelayan istana juga sudah berdiri berjejer dipinggir karpet hingga pintu masuk,mereka sudah siap dengan putik bunga ditangan untuk dilempar pada kedua mempelai.


Sebelum melangkahkan kakinya diatas karpet merah,pangeran mengulurkan tangannya pada shio lu dan dengan senang hati shio lu mengangkat tangannya dan menggenggam tangan pangeran.dengan hati-hati dan perlahan merekapun berjalan menyusuri panjangnya karpet merah.

__ADS_1


Dan ribuan putik bungapun berjatuhan layaknya hujan yang jatuh.


Melihat pemandangan itu hati xhi xhi semakin sakit dan ingin rasanya melabrak mereka bedua,melepas paksa tangan yang saling bergenggam itu lalu menarik tangan pangeran dan membawanya pergi.


"aahh...apa-apaan,kenapa aku berpikir sejahat itu?" xhi xhi dengan cepat membuyarkan pikiran jahatnya yang lalu menundukan kepala sedalam-dalamnya hingga pemandangan yang ada dihadapannya tidak terlihat.


Sesampainya didepan pintu aula,kedua mempelai berhenti dan menunggu pintu aula dibuka.


"KEDUA MEMPELAI DIPERSIKAHKAN MASUK" suara mong nan terdengar dari dalam aula.


Seiring dengan terbukanya pintu masuk aula.


Dengan perlahan shio lu dan pangeran melangkahkan kaki diikuti baginda raja,baginda ratu dan xhi xhi juga pelayan.lalu berhenti kembali.


Sebagai tetua kerajaan Penasehat tentu saja akan membimbing kedua mempelai hingga selesai melewati semua ritual.

__ADS_1


Suasana terasa hening yang terdengar hanya suara penasehat saja yang sedang memberikan sedikit khotbahnya.tapi tidak dengan xhi xhi yang sedari tadi hanya menundukan kepalanya dan terus bergumam didalam hatinya,sejujurnya xhi xhi ingin lari dari tempat ini dan tidak ingin melihat pria yang dia cintai berada disisi wanita lain tapi,


"haahh...." xhi xhi menarik nafas berat.


Xhi xhi melirik pangeran yang masih menggenggam erat tangan shio lu.sesekali mereka saling lirik dan saling melemparkan senyum.


"jangan nangis...jangan nangis...aku mohon...." gumam xhi xhi sembari memegang dadanya yang terasa sesak.


Adegan romantis ini benar-benar membuat xhi xhi hancur sehancur-hancurnya.


"sebelum melakukan upacara pernikahan,kedua mempelai diwajibkan melakukan sembahyang terlebih dahulu untuk menghormati Tuhan,alam,leluhur,serta orang tua.dilanjutkan pada upacara pemberkatan dan minum teh" ucap penasihat sambil terus menatap kedua mempelai,lalu terdiam sesaat.


"kedua mempelai dipersilakan maju kedepan menuju altar untuk sembahyang" ucap penasehat kembali.tanda upacara akan dimulai.


Pangeran terdiam dan menatap penasehat,sementara penasehat hanya menaikan alisnya.

__ADS_1


"pangeran agar pernikahan kalian sejahtera maka anda harus menggandeng tangan mempelai wanita dengan erat" ucap penasehat sembari memberi isyarat dengan mengangkat tangannya.


__ADS_2