Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps #41


__ADS_3

"tuan Lee ini kenapa ada dimana-mana?menyebalkan"


Xhi xhi menggerutu sambil berjalan cepat dan tanpa tujuan.wajahnya terlihat kesal.


Hingga tanpa sadar xhi xhi berada di persimpangan jalan.


Sementara itu di sebuah rambu lalu lintas,sebuah mobil sedan berwarna putih sedang menunggu lampu hijau menyala.


Si pengemudi mobil putih tersebut tersenyum sinis saat melihat xhi xhi yang tengah berdiri di persimpangan jalan.


"xhi xhi,hari ini kamu harus membayar semuanya"


BRREEMMM


Si pengemudi menggas mobilnya.


Xhi xhi memutuskan untuk menyebrang dan memesan taksi yang sedang berjejer parkir.


Dan pada saat lampu hijau menyala mobil putih yang berada di rambu lalu lintas menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


BRREEMMM


CEKIIITTT


BRUUUUKKK


"AAHHH......"


Terdengar suara teriakan seorang wanita yang tidak lain adalah xhi xhi.


Tubuh xhi xhi terpelanting cukup jauh dari persimpangan bahkan sempat terseret beberapa meter.


Si pengemudi mobil putih tersebut tersenyum melihat dari kaca spion mobilnya dan segera meninggalkan tempat kejadian.


BRREEMMM


Mobil itu berlalu meninggalkan tubuh xhi xhi yang tidak berdaya serta berlumuran darah.


"ada kecelakaan,cepat lihat"

__ADS_1


Orang-orang mulai berkerumun dan sibuk melihat keadaan korban tabrak lari.


tapi bukannya menghubungi ambulance mereka malah sibuk ngerumpi berbisik satu sama lain dan memotret untuk mereka post di sosial media.


"ada apa?"


Mobil tuan jeyong yang kebetulan lewat langsung menepi dan keluar dari mobil.mencoba menerobos masuk diantara kerumunan orang.


"xhi xhi.....minggir kalian semua"


Tuan jeyoung mendorong orang-orang yang menghalangi jalannya.


"xhi xhi...bangunlah"


Tuan jeyong mengecek denyut nadi pergelangan tangan xhi xhi.masih terasa ada denyutan walaupun sangat lemah.


"APA KALIAN BUTA?DISINI ADA ORANG YANG TERLUKA,BUKANNYA MENGHUBUNGI AMBULANCE MALAH SIBUK MENGGOSIP DAN SELFIE...."


Tuan jeyoung berteriak penuh emosi,tuan jeyoung menggendong tubuh xhi xhi ke dalam mobil.


BREEMM


TIIITT....


"tunggu aku di depan pintu masuk,suruh semua dokter spesialis bedah dan dalam bersiap-siap,aku membawa pasien tabrak lari"


TUT TUT


Tuan jeyoung menutup teleponnya dan mempercepat laju mobilnya.


Di depan pintu masuk rumah sakit, beberapa perawat sudah menunggu dengan brankar.


CEKIIT


Mobil tuan jeyong terparkir,taun jeyoung dengan cepat menggendong tubuh xhi xhi dan menidurkannya di atas brankar.


"selamatkan dia,jika terjadi sesuatu dengannya maka kalian semua aku pecat"


"baik tuan muda"

__ADS_1


Mereka segera mendorong brankar ke ruang operasi.


Tuan jeyoung berdiri didepan pintu ruang operasi.dia sangat khawatir akan keselamatan xhi xhi.


PLAAKK


"apa sekarang baru menyesal?"


Seorang pria paruh baya mengenakan pakaian dokter dengan stetoskop yang tergantung di lehernya menepuk pundak tuan jeyoung yang sedang melamun.


"ayah....jangan bicara sembarangan"


"seharusnya dulu kamu masuk fakultas kedokteran,sekarang baru tahu kalau menjadi dokter itu lebih baik daripada jadi pengusaha"


"cukup ayah paling tidak aku sekarang adalah seorang CEO yang sukses dan jika sesuatu terjadi pada xhi xhi maka aku akan memecat semua karyawanmu"


"HEEYY...AKULAH PEMILIK RUMAH SAKIT INI,JANGAN SEENAKNYA MEMECAT ORANG"


Tuan jeyoung berlalu pergi meninggalkan ayahnya yang sedang marah.


Tuan jeyoung membuka pintu kantor ayahnya dan duduk di kursi.matanya tertuju pada sebuah foto yang berbingkai stik es krim yang dulu di buat oleh mendiang ibunya.


Foto yang begitu manis,hingga membuat mata tuan jeyoung berkaca-kaca.


Foto beberapa tahun yang lalu saat keluarga mereka masih utuh dan saat ibu tuan jeyoung masih hidup.kebersamaan itu tentu sangat dirindukan oleh tuan jeyoung.


Tuan jeyoung kembali teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat kecelakaan merenggut nyawa ibunya.


"ayah janji akan melakukan yang terbaik untuk pasien yang kamu bawa"


Kembali ayah tuan jeyoung menepuk pundak anaknya dengan lembut dan membelai rambut anak semata wayangnya.


"apakah aku akan kehilangan wanita yang aku sayangi lagi ayah?"


Tuan jeyoung menundukkan wajahnya,berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"tidak akan ayah biarkan nak"


"oh ya,ngomong-ngomong siapa wanita itu?bukankah selama ini kamu cukup dingin dengan semua wanita yang ayah Carikan?"

__ADS_1


"ayah...."


"ya...ya,baiklah...ayah akan memeriksa pasien yang sudah membuat anak ayah jatuh hati"


__ADS_2