Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps #24


__ADS_3

Di pasar malam.


"waahh....kalian sungguh sangat serasi,cantik dan tampan kalian juga memiliki putra yang imut"


Seorang pedagang memuji mereka sesaat sebelum mereka naik wahana kincir angin.


"ayo xhio"


Pangeran menggendong tubuh kecil xhio.


Sementara itu xhi xhi terdiam mematung di depan pintu masuk kincir angin,kakinya bergetar,tangannya berkeringat,mendadak xhi xhi merasa pusing berasa ingin pingsan di saat itu juga.


Pangeran yang melihat itu semua,menurunkan xhio dari gendongan dan mengulurkan tangannya pada xhi xhi.


"jangan takut,ayo...."


Xhi xhi langsung melihat wajah pangeran dan mengulurkan tangan lalu menggenggam erat tangan pangeran,dengan perlahan xhi xhi melangkahkan kaki.lalu duduk jauh dari jendela.


Xhi xhi menutup kedua matanya,kedua tangannya berada di dada,keringat dingin mulai bercucuran diwajah dan tangan xhi xhi,kakinya semakin sulit untuk dikendalikan.selain trauma xhi xhi juga pobia ketinggian.


Pangeran yang melihat itu semua berpindah duduk disamping xhi xhi dan memegang tangannya dan berbisik.


"buka matamu perlahan,jangan takut aku akan menjagamu"


Xhi xhi merasakan sesuatu yang membuatnya nyaman setelah mendengar kata-kata dari pangeran,perlahan dia membuka matanya.


Kincir angin mulai bergerak perlahan.tempat duduk mereka sedikit bergoyang xhi xhi kembali menutup matanya.


Kincir angin terus bergerak naik perlahan.


"mamih lihatlah...."


Xhio menunjuk ke bawah.


"mamih benar lampu-lampu itu terlihat seperti bintang"


Mata xhio tidak berpaling dari jendela.


"mamih apa itu?"


Xhio menunjuk ke arah lain.


Xhi xhi mencoba mendekati jendela dan membuka mata,tangannya yang berpegangan terlihat jelas gemetaran,xhi xhi berusaha untuk tidak menunjukkan rasa takutnya pada xhio.tapi malah semakin tidak bisa di kontrol.


Tiba-tiba tangan Pangeran memegang tangan xhi xhi dengan menumpuknya di atas.

__ADS_1


Pangeran duduk begitu dekat,hingga xhi xhi merasakan detak jantung pangeran di punggungnya.


"mamih apa itu?"


Bisik pangeran di telinga xhi xhi.


Pipi xhi xhi memerah.


"APAAA?MAMIIIHH?"


Mata xhi xhi melotot,pipinya merah merona,tingkah xhi xhi juga terlihat serba salah.


"tuan Lee tolong jaga sikap Anda,disini ada anak kecil"


"ooh,apa nyonya Lee malu?bukankah sebentar lagi xhio juga akan memanggilku papih?"


Pangeran kembali menggoda xhi xhi.


Pipi xhi xhi semakin merona.


"tuan Lee tolong jaga jarak anda"


Xhi xhi menyenggolkan bahunya pada dada pangeran.


Tiba-tiba....


Lampu yang menghias kincir angin padam.


dan....


KREEEKKK....


Kincir angin berhenti bergerak tepat di saat mereka berada di puncak.


"AAHHHHH......"


Xhi xhi berteriak dan membalikan badannya lalu memeluk erat orang yang sedari tadi berada di belakangnya.


DEG..DEG...DEG...


Tubuh pangeran kaku.dia merasakan detak jantung xhi xhi di dadanya.


"jantung xhi xhi berdetak kencang,dia benar-benar....."


"a-aku takut...."

__ADS_1


Suara xhi xhi lirih.


Xhi xhi menarik baju dan menggenggam erat baju pangeran,matanya semakin rapat,keringat semakin bercucuran,seluruh tubuh xhi xhi gemetar.


Pangeran memeluk erat tubuh xhi xhi,tangan kanannya mengelus-elus punggung xhi xhi dan tangan kirinya memegang kedua tangan xhi xhi yang kini sedang mengepal.


"tolong tetap tenang,ada sedikit kesalahan pada daya listriknya dan sedang kami perbaiki.sebentar lagi akan menyala"


Seseorang berteriak dari pengeras suara.


"xhio apa kamu baik-baik saja?apa kamu takut?"


Pangeran mencoba bertanya keadaan xhio.


"xhio baik-baik saja paman"


Xhio yang polos duduk dengan santay,matanya terlihat mengantuk.


"xhio tidurlah disini"


Pangeran merapihkan duduknya dan membiarkan kepala xhio menyenderkan kepalanya dipangkuan pangeran.


"xhi xhi....."


Pangeran mengangkat wajah xhi xhi perlahan.


"jangan takut,percayalah kita akan baik-baik saja.aku akan selalu melindungi kamu dan xhio"


Xhi xhi membuka mata perlahan dan menatap mata pangeran.


Pangeran mencium lembut bibir xhi xhi.xhi xhi menutup matanya kembali,xhi xhi merasakan jantungnya berdetak normal,kepalan tangannya perlahan melonggar,mengalir perasaan nyaman dalam nadi xhi xhi yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


KEREEEKK


Kincir angin kembali bergerak,lampu juga menyala kembali.


"YEEEAAAHHH......"


Semua orang berteriak bahagia karena bisa cepat turun dari wahana kincir angin.


Mereka tersadar dan segera melepaskan diri,lalu kembali duduk seperti semula.


Xhi xhi mengalihkan pandangannya ke jendela.


"kelihatannya mamih xhi xhi sudah tidak takut ketinggian lagi?"

__ADS_1


"tuan Lee.....".


Lalu mereka berdua terdiam sampai kincir angin membawa mereka ke bawah.


__ADS_2