Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#77


__ADS_3

Hari ini adalah saatnya untuk menepati janji untuk membawa xhio dan xhi xhi mengunjungi beberapa tempat.


Dengan semangat yang bertubi-tubi tuan jeyoung mengendarai mobilnya dan mampir ke sebuah restoran untuk membungkus beberapa makanan untuk sarapan.


Janji yang sudah dibuat siang ini ternyata tuan jeyoung datang tiga jam lebih awal.sengaja memang karena tuan jeyoung ingin melewatkan pagi ini dengan sarapan bersama xhi xhi dan xhio.


TOK TOK TOK


"sebentar" terdengar suara bibi lou dari dalam rumah.


KREET


"si-ap....?tuan jeyoung....? bibi lou terlihat sangat terkejut dengan kedatangan tuan jeyoung yang pagi sekali.tapi wajahnya berubah drastis seakan mengerti maksud dari kedatangan tuan jeyoung.


"xhio paman jeyoung datang" teriak bibi lou memanggil xhio,bibi lou sengaja berteriak agar xhi xhi juga dapat mendengarnya.


"PAMAN....." xhio berlari dari kamar dan menghampiri tuan jeyoung.


"selamat pagi xhio,pagi ini paman bolehkan sarapan disini?"


"heemm" xhio mengangguk cepat.

__ADS_1


Tuan jeyoung menyerahkan beberapa kantong makanan kepada bibi lou dan dengan senang hati bibi loupun menerimanya.


Segera bibi lou mengeluarkan makanan dan menyajikannya dimeja makan.


"xhi xhi ayo kita sarapan"


"ya"


Setelah mendengar bibi lou memanggilnya xhi xhi pun keluar dari kamar dengan masih mengenakan baju tidur berbahan sutra lembut,agak tipis memang hingga membuat lekuk tubuh xhi xhi sedikit terlihat.


GLUK


Tuan jeyoung menelan ludah.pipinya memerah.


"a-aku kebetulan punya janji dengan klien di restoran jadi sekalian bungkus dan bawa kesini,apa merepotkan?" Tuan jeyoung menundukan kepalanya tidak ingin xhi xhi melihat rona dipipinya.


"tentu tidak,terimakasih kami yang sudah merepotkan"


Xhi xhi memang tergolong wanita yang ramah itulah kenapa para tamu ditempatnya bekerja sangat menyukai dia.begitupun tuan jeyoung.


"apa kamu sudah mulai bekerja lagi?" tanya tuan jeyoung,sesekali tuan jeyoung menyuapi xhio yang duduk disampingnya.sulit sekali menjauhkan xhio dari taun jeyoung mereka berdua sudah seperti lem dan perangko.

__ADS_1


Sebagai seorang ibu tentu saja xhi xhi merasa terharu melihat kedekatan mereka berdua,selama ini xhi xhi hanya bisa memberikan kasih sayangnya sebagai ibu,seberapa banyak waktupun yang xhi xhi berikan pada xhio rasanya belum cukup karena bagaimanapun sosok ayah adalah yang dibutuhkan oleh seorang anak laki-laki.


Tapi kenapa hati xhi xhi belum tergerak sedikitpun?


"belum"


"baguslah,lebih baik beristirahat saja dulu jika kalian membutuhkan sesuatu bilang saja padaku"


Xhi xhi terdiam.


Xhi xhi tahu bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa bagi tuan jeyoung dan tidak sepantasnya menerima kebaikannya begitu saja.tapi xhi xhi pun tidak bisa menolaknya toh xhi xhi dan keluarganya memang membutuhkan biaya untuk hidup sehari-hari serta biaya sekolah xhio.


"oh ya,kapan xhio akan ke sekolah?"


"besok"


"kalau begitu biar paman dan mamih yang antar jemput ya"


"heemm" xhio mengangguk mulutnya penuh dengan makanan karena tuan jeyoung terus menyuapi dia.


Bibi lou yang ada diantara mereka sudah seperti obat nyamuk,tapi dalam hati kecilnya bibi lou sudah merasa tenang karena ada tuan jeyoung yang akan menjaga xhi xhi dan xhio,kekhawatirannya sedikit berkurang.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan,tuan jeyoung sibuk membersihkan meja makan bahkan mencuci piring kotor.


Karena merasa tidak enak bibi lou merampas piring kotor dari tangan tuan jeyoung tapi tuan jeyoung tetap memaksa untuk mencucinya dan akhirnya bibi lou menyerah.


__ADS_2