
Di mata tuan kim,xhi xhi adalah wanita yang baik,sopan dan juga cantik.sangat sempurna untuk menjadi istri jeyoung.
Hati tuan jeyoung terdorong,dia mulai menyuruh sekertarisnya mencari tahu tentang xhi xhi serta data pribadi xhi xhi.
Tidak butuh waktu yang lama sekertaris tuan kim mendapatkan informasi tentang xhi xhi dan segera melaporkannya pada tuan kim.
"nona xhi xhi bekerja disebuah bar,memiliki seorang anak laki-laki yang masih TK,mantan suaminya bernama tuan hen,informasi mengenai perceraian mereka yang aku dapatkan adalah kekerasan rumah tangga yang di lakukan oleh suaminya nona xhi xhi serta perselingkuhan yang di lakukan oleh tuan hen"
"jadi xhi xhi adalah janda,haah....tidak ku sangka anakku bisa jatuh cinta pada seorang janda"
"tuan..."
"ya..."
"nona xhi xhi adalah wanita yang baik walaupun bekerja di dunia malam tapi tidak pernah sekalipun dia berkencan dengan tamunya,sayangnya nona xhi xhi selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari para hidung belang mereka dengan licik mencampur obat pada minuman nona xhi xhi agar bisa tidur dengannya,para tua bangka itu benar-benar tidak punya akhlak...."
Tuan kim langsung menatap sekertarisnya,merasa tersinggung dengan kata-kata terakhir sekertarisnya itu.
"ma-maksudku...."
Sekertaris tuan kim memukul-mukul mulutnya.
"heemm,kamu bilang dia punya anak?"
"benar"
Sekertaris tuan kim khawatir kehadiran anak dapat mengganggu dan taun kim tidak menyetujui hubungan tuan jeyoung dan nona xhi xhi.
"bagus,akhirnya aku punya cucu tanpa harus menunggu,hahahaha....."
Tuan kim tertawa bahagia,sudah sekian lama dia berhayal dapat bermain dengan cucu laki-laki dan akhirnya dapat terwujud.
Sekertaris tuan kim terheran-heran,mulutnya terbuka lebar dan matanya terbelalak melihat tuannya yang sedang tertawa.apa yang dia pikirkan ternyata salah.
"ayo kita pergi beli mainan yang banyak,bila perlu kita beli tokonya"
"anda mau beli mainan untuk siapa tuan?bukankah tuan jeyoung sudah dewasa?"
Sekertaris tuan kim menggaruk kepala.
"tentu saja untuk cucuku,hahaha"
"oh,baik tuan"
Sekertaris tuan kim tersenyum,dia benar-benar tidak menyangka bahwa tuan kim dapat menerima kehadiran anak laki-laki nona xhi xhi dengan tangan terbuka.hatinya merasa sangat lega.
TOK TOK TOK
Bibi lou yang sedang sibuk memasak segera meninggalkan kesibukannya di dapur dan membuka pintu.
Bibi lou mengerutkan keningnya saat melihat seorang pria paruh baya dan seorang pria lainnya berdiri didepan pintu dengan beberapa kantong penuh mainan.
__ADS_1
"hallo,aku tuan kim dokter yang menangani luka nona xhi xhi.apa nona xhi xhi ada?"
Dengan ramah tuan kim menyapa,kebahagiaan yang terpancar dari wajah tuan kim membuat silau mata bibi lou.
"ooh benar,maaf aku baru ingat.silahkan masuk"
Bibi lou mulai ingat tentang dokter sekaligus kepala rumah sakit yang menangani xhi xhi.
"bibi lou siapa yang datang?"
Xhio muncul dari kamarnya dengan membawa mainan kapal-kapalan.
Senyum tuan kim semakin merekah saat melihat xhio yang begitu lucu dan imut.
"hallo"
Tuan kim melambaikan tangannya.
"siapa nama anak itu?"
Tuan kim berbisik pada sekertarisnya tanpa melepaskan senyum di bibirnya.
"maaf tuan aku lupa"
"kau ini mau aku pecat ya?"
Tuan kim merasa kesal karena dia tidak mendapatkan informasi yang begitu penting.
"siapa namamu nak?"
"xhio paman"
"jangan begitu sungkan,panggil aku kakek ya"
Tuan kim mengangkat kedua alisnya dan berharap anak kecil itu memanggil dia kakek.
"baik kakek"
"waaahhh....senangnya,ayo sini kakek beli banyak mainan untukmu dan es krim yang banyak"
"benarkah?"
"tentu saja"
Xhio dengan semangat mengikuti tuan kim menuju ruang tamu,benar saja di atas meja sudah penuh dengan beberapa kantong mainan dan es krim.
"waaahh....."
Mata xhio terbelalak.
xhio berlari dan dengan semangat membuka kantong mainan,xhio pun langsung memainkan semua mainan barunya.
__ADS_1
Tuan kim pun tanpa segan lagi ikut bermain bersama xhio,mereka begitu cepat akrab bahkan sudab seperti kakek dan cucunya yang sedang asik bermain.
Tuan kim membuka sebungkus es krim dan menyuapi xhio yang sedang sibuk bermain.
"awas ada pesawat datang,wuusshh..."
Taun kim menerbangkan sendok es krim layaknya pesawat,xhio langsung membuka mulut dan membiarkan pesawat es krim mendarat di mulutnya.
Bibi lou bengong melihat tingakh kedua orang di depannya,yang satu memang seorang anak kecil dan yang satunya lagi terlihat seperti orang tua yang memiliki masa kecil yang kurang bahagia.
Begitupun sekertaris tuan kim,dia yang baru Pertama melihat tuannya bertingkah seperti itu,selama ini dia tidak pernah melihat senyum yang begitu bahagia dari tuannya.
"tu-tuan...a-anda..."
Xhi xhi yang lebih heran saat melihat pemilik rumah sakit ada di rumahnya dan sedang bermain dengan anak semata wayangnya.
"hallo nona xhi xhi....."
Tuan kim menyapa xhi xhi lalu kembali bermain tanpa mempedulikan pemilik rumah.
"i-ini....."
Xhi xhi melihat ruang tamunya yang berantakan oleh mainan.
"nona,bisa bicara sebentar"
Sekertaris tuan kim mencoba menjelaskan pada xhi xhi maksud kedatangannya hanya ingin memberikan mainan pada xhio tidak ada maksud lain dan berharap xhi xhi memberi waktu untuk tuan kim bermain dengan xhio karena tuan kim selama ini sangat kesepian.
Xhi xhi mengangguk.
Malam menjelang.
Xhio yang masih bersemangat bermain membuat tuan kim menyerah,hari ini sudah cukup membuatnya lelah.
"apa tuan tidak ikut makan malam dulu?"
"tidak usah,aku sudah cukup membuat rumahmu berantakan,kalau begitu aku permisi"
"kakek apa kakek akan datang lagi dan bermain dengan xhio?"
Xhio menarik ujung jas tuan kim
"tentu"
Tuan kim tersenyum pada xhio.
"HORREEE.... "
Tuan kim dan xhio berpelukan.
"sampai jumpa cucu kakek"
__ADS_1
"Haaahhh....."
Xhi xhi dan bibi lou saling pandang saat mendengar kata terakhir tuan kim.entah apa maksud dari kata-kata itu tapi yang pasti xhi xhi merasa bahagia karena melihat xhio kecilnya bahagia hari ini.