
Pagi sekali xhi xhi bangun dan berolahraga kecil didepan rumahnya.
Xhi xhi menarik nafas melalui hidung dan mengeluarkannya perlahan melalui mulut.
Pagi ini wajah xhi xhi terlihat sangat berseri.
"selamat pagi masa depan"
Celoteh xhi xhi menyapa dunianya sambil tersenyum.
"mamih..."
"ya sayang"
Xhi xhi menoleh ke arah suara kecil nan lucu yang memanggil namanya.
"apa hari ini mamih akan pergi lagi?"
Xhi xhi hanya tersenyum sambil menggeleng pelan sebagai jawaban dari pertanyaan xhio kecilnya.
Terlihat senyum bahagia dari bibir mungil xhio dan disusul lompatan serta teriakan.
__ADS_1
"YEEAAHH...."
Ya,xhi xhi memang tidak pernah berniat untuk kembali ke masa lalu apalagi menemui pangeran lee,sudah cukup baginya menembus semua rasa bersalahnya pada pangeran dengan tinggal di istana selama beberapa hari yang lalu.
Kini xhi xhi ingin menjalani hidupnya seperti sedia kala,xhi xhi bertekad akan menjadi ibu yang baik untuk xhio dan akan mencari pekerjaan baru yang lebih baik lagi.
Selama ini xhi xhi sudah cukup bersabar menghadapi para pria hidung belang,xhi xhi ingin memiliki pekerjaan yang normal seperti wanita yang lain dan menjalani kehidupan yang normal juga,bisa bangun pagi tanpa harus menderita sakit kepala karena mabuk dan kurang tidur.
Bisa bersosialisasi dengan para tetangga dan orang tua murid dengan obrolan yang masuk akal tanpa ada yang mencoba mengungkit pekerjaannya di dunia malam.
Ya...xhi xhi sangat lelah mendengar ocehan orang dan gosip yang beredar mengenai dirinya.
Xhi xhi juga harus menjaga perasaan xhio,bagaimana jika gosip itu sampai ke telinga xhio dan membuatnya sakit hati.mungkin sekarang xhio masih belum mengerti tapi xhio masih akan terus tumbuh dan akan beranjak dewasa.
Lamunan xhi xhi buyar seketika,ketika tangan lembut bibi lou menepuk pundaknya.
"ya"
jawaban xhi xhi singkat.
Xhi xhi menatap punggung bibi lou yang sedang berjalan didepannya.
__ADS_1
"terimakasih bibi lou..." bisik xhi xhi dalam hati sambil terus melangkah masuk mengikuti langkah bibi lou.
"apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
Tanya bibi lou memecah kesunyian di meja makan.
"aku akan mencari kerja?"
"kerja?bukankah kamu masih bekerja di bar?"
"aku ingin pekerjaan yang normal dan menjaga xhio lebih baik lagi,bukankah aku akan semakin tua dan bagaimana jika aku sudah tidak menarik lagi di mata para hidung belang itu?"
Bibi lou terdiam dan sangat mengerti dengan apa yang xhi xhi pikirkan.
Xhi xhi sudah terlalu sering menelan pil pahit dari kehidupannya.
"bagaimana jika ikut bekerja di kantor tuan jeyoung saja?bukankah itu akan lebih baik dan aku tidak perlu merasa cemas lagi jika ada tuan jeyoung bersamamu"
"tidak bi,aku akan mencari pekerjaan lain.sudah cukup rasanya membuat dia sakit hati selama ini.dengan bekerja bersamanya maka dia akan semakin sulit melupakan aku dan aku tidak mau dia semakin sakit karena melihatku setiap hari" ucapan xhi xhi sambil memainkan sendok.
Tentu saja tuan jeyoung dengan senang hati akan menempatkan xhi xhi di perusahaannya dan mencari posisi yang terbaik untuk xhi xhi.tapi xhi xhi bukanlah wanita yang egois yang memanfaatkan seseorang untuk kepentingannya sendiri.
__ADS_1
"baiklah,apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu" bibi lou memegang tangan xhi xhi dan menatap xhi xhi dengan penuh kasih
"terimakasih bibi lou" xhi xhi pun membalas genggaman tangan bibi lou.