
"xhi xhi malam ini kamu sangat cantik dan terima kasih karena bersedia makan malam bersamaku"
Tuan jeyoung tidak henti-hentinya memandang wajah xhi xhi dan terus memberi xhi xhi pujian hingga membuat wajah xhi xhi merona.
Mereka segera memesan makanan.
Makan malam kali ini memberi kesan yang sangat mendalam bagi tuan jeyoung karena tidak ada gangguan dari si tuan egois musuh bubuyutannya.
"selamat malam nona xhi xhi"
Mereka berdua langsung nelihat ke arah suara.
Seorang pria setengah baya tengah berdiri di samping meja makan yang mereka duduki.
"a-anda...."
"benar,aku adalah pemilik rumah sakit yang merawat anda"
Tanpa segan-segan tuan kim si pemilik rumah sakit alias ayah dari tuan jeyoung duduk satu meja dengan mereka.
Raut wajah tuan jeyoung langsung berubah,sikapnya menjadi sangat dingin.
"bagaimana kabar anda sekarang?"
Tuan kim mencoba mencairkan suasana dan tidak mempedulikan anaknya.
"aku baik-baik saja,mungkin lain kali aku akan berkunjung kembali ke rumah sakit anda untuk memeriksa lukanya,maaf merepotkan anda"
Xhi xhi terdengar sangat sopan dan itu membuat tuan kim memberi poin tambahan padanya.
__ADS_1
"tidak usah sungkan,pintu rumah sakit kami akan selalu terbuka untukmu"
Xhi xhi dan tuan kim saling melempar senyum.
"selamat malam,ini pesanan anda tuan"
Seorang pelayan menyajikan makanan pesanan mereka di meja.
"aku rasa xhi xhi tidak perlu datang lagi ke rumah sakit anda,aku akan membawanya ke rumah sakit yang lebih baik"
Tuan jeyoung meneruskan perselisihan mereka dan kali ini tuan jeyoung mulai emosi karena ayahnya tidak kunjung pergi dan mengganggu acara kencannya.sungguh tidak pengertian.
"jika ada rumah sakit yang lebih baik dari rumah sakit kami maka aku akan membiayai pengobatan nona xhi xhi"
Tuan kim segera berdiri karena merasa tidak nyaman dengan sikap anaknya.
"nona xhi xhi aku permisi dulu,datanglah sendiri jangan membawa anak muda yang baru menanjak sukses ini,terlalu sombong"
Setelah tuan kim pergi,xhi xhi memberanikan diri bertanya pada tuan jeyoung.
"ada apa dengan kalian?"
"tidak apa-apa,ayo kita makan"
Xhi xhi terdiam dan tidak berani bertanya lagi.
Di rumah.
Prince malam ini merasa tidak tenang,bahkan matanya tidak kunjung mengantuk,pikirannya terus tertuju pada xhi xhi dan pria biro jodoh,prince memutuskan untuk menunggu xhi xhi kembali,prince mondar mandir di depan pintu,mulutnya tidak henti-henti mengumpat.perasaanya campur aduk sangat terlihat jelas kalau dia sedang terbakar api cemburu yang bergejolak.
__ADS_1
Baginda serta para pengawal melihat tingkah pangeran mereka di cermin ajaib.
"anak ini benar-benar bukan anakku,merebut hati wanita saja sangat lambat"
"raja ini kalau tentang keburukan pangeran pasti tidak mau mengaku itu anaknya tapi jika pangeran berbuat hal hebat pasti langsung bilang anakku..."
Pengawal mong nan bergumam.
Baginda melihat pangeran tiba-tiba berlari menuju kamar xhi xhi dan berpura-pura tidur.
"apa yang di lakukan anak itu?"
Baginda terheran-heran.
Dan tidak lama xhi xhi pun masuk.
"oh"
"oh"
Mong nan dan rajanya kompak lalu saling pandang.
Baginda langsung memalingkan wajahnya.
"perhatikan terus pangeran,aku harus menemani istriku membaca"
Baginda raja memasrahkan semua urusan pangeran pada pengawal peribadinya.dan menuju ruang baca.
"dan segera beritahu aku jika pangeran melakukan ritual"
__ADS_1
Baginda raja mengintip dari balik pintu lalu menghilang.