Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#56


__ADS_3

Jong su langsung melaporkan penculikan xhio pada pangeran.


Dan dengan menggunakan mobil pangeran merekapun segera menuju lokasi penyekapan.jong su berusaha menjelaskan dengan detail tempat yang dia lihat pada supir yang selalu mereka sewa,dari mulai pintu,jendela,halaman,serta aula yang dia lihat,tidak lupa jong su juga memberitahu supirnya tentang mini market dan restoran terdekat dari tempat penyekapan.


Si supir terlihat mengangguk.


"mungkin yang tuan maksud adalah gedung teater yang sudah terbengkalai beberapa tahun,dulu gedung itu sangat terkenal tapi karena bangkrut si pemilik membiarkan begitu saja hingga sekarang,mereka hanya mengambil barang-barang yang bisa di jual"


Si supir teringat sebuah gedung yang memang sangat mirip dengan yang jong su ceritakan dan tidak ada gedung lagi di kota itu yang memiliki aula selain bekas teater.


"mungkin"


Jong su terlihat tidak pasti dan memasrahkan semua pada supir.


Mobilpun melaju dengan cepat agar mereka bisa memastikan sendiri apakah benar tempat itu yang jong su maksud.


Beberapa menit kemudian mereka tiba didepan sebuah bangunan usang,jong su melihat sekeliling ternyata benar.....ini adalah tempat dimana xhio disekap.


"pergilah dan bawa beberapa pengawal kemari"


Melihat situasi ini pangeran yakin mereka berdua tidak akan mampu menghadapi para penjahat itu.


Jong su segera pergi ke masa lalu.


Sementara itu bibi lou masih sibuk menghubungi tuan jeyoung yang tidak mengangkat panggilannya.


Setelah cukup lelah dan putus asa akhirnya bibi lou menyerah.bibi lou hanya bisa menangis berharap xhi xhi dan xhio baik-baik saja.bibi lou ragu untuk menghubungi polisi karena bingung harus bilang apa.


Kring


Telefon rumah berdering.


Bibi lou segera mengangkatnya.


"xhi xhi maaf tadi aku sedang meeting,ada apa?"


"a-apa ini tuan jeyoung?"


Suara bibi lou terbata.


"ya,ada apa bibi lou?"


Bibi lou mulai merasa lega dan menceritakan semua yang terjadi.


"APPAA....?"


Tuan jeyoung terkejut saat tahu xhio dan xhi xhi hilang.


"a-aku harus bagaimana?aku takut xhi...."


Tut Tut Tut


tuan jeyoung menutup telefonnya tiba-tiba.

__ADS_1


Bibi lou ternganga dan tidak melanjutkan kata-katanya.


Bibi lou mondar mandir didepan meja telefon.pikirannya benar-benar gelisah.dia ingin menghubungi polisi tapi.....


Braak


"bibi lou...."


Tuan jeyoung tiba-tiba membuka pintu.


Melihat tuan jeyoung dan beberapa polisi datang bibi lou mulai bisa bernafas lega.dia menangis sepuasnya dalam pelukan tuan jeyoung.


Tuan jeyoung berusaha menenangkan bibi lou.


Seorang polisi yang menangani kasus xhi xhi sebelumnya bertanya pada bibi lou bagaimana xhio bisa hilang?


Bibi lou tidak henti-hentinya menangis saat menceritakan kejadian tersebut dan kembali memukul dadanya menyalahkan dirinya yang telah lalai menjaga xhio.padahal sebelumnya bibi lou sudah diberitahu untuk menjaga xhio dan xhi xhi baik-baik karena mereka berdua dalam bahaya.


kini tidak hanya xhio yang telah hilang bahkan xhi xhi pun belum kembali setelah menerima telefon dari seseorang.


"apakah ini adalah orang yang sama yang telah menabrak xhi xhi?"


Pak polisi terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan tuan jeyoung.


"siapa yang bilang kalau nona xhi xhi dalam bahaya?"


Pak polisi bertanya dan meminta bibi lou untuk menghubungi orang tersebut.


Bibi lou pun segera membuka buku telepon dan mencari nomor tuan liu lalu menghubunginya dan meminta tuan liu untuk datang.


Sebuah pesan chat masuk ke ponsel bibi lou.


tapi Bibi lou menghiraukannya.


Bibi lou tidak tahu bahwa chat tersebut dari xhi xhi yang mengirimkan lokasinya saat ini.


Xhi xhi yang sedang berjuang mati-matian untuk tetap tersadar sampai menggigit seluruh tubuhnya hingga berdarah termasuk kaki dan tangannya yang mulai mati rasa.


"bukankah itu pesan dari xhi xhi?"


Tuan jeyoung melirik layar ponsel bibi lou yang masih menyala serta terlihat nomor xhi xhi dilayar.


Bibi lou langsung mengambil ponselnya.


"xhi xhi...."


Bibi lou menghapus air mata dan segera membuka pesan dari xhi xhi.


"apa isi pesannya?"


Tuan jeoyoung melihat lebih dekat.


"i-ini...."

__ADS_1


Tuan jeyoung merampas ponsel bibi lou.


"SHARE LOCATIONS....."


Mata tuan jeyoung terbelalak dan segera menyerahkan ponsel bibi lou pada polisi.


Polisi segera membuka sharelock yang xhi xhi kirim.


"ayo kita pergi"


Saat mereka hendak pergi tiba-tiba tuan liu dan liyan datang.


"ada apa ini?"


Tuan liu heran karena melihat banyak polisi didepan rumah xhi xhi.


"xhio hilang dan xhi xhi pun belum kembali setelah menerima telefon"


"APA....?"


"apa anda tuan liu?"


"benar"


"lebih baik anda ikut dan ceritakan pada kami diperjalanan"


Tuan liu dan liyan menurut dan masuk kedalam mobil polisi.


Didalam perjalanan tuan liu menceritakan pada polisi tentang ketidaksengajaannya mendengar percakapan dua orang di hotel dan tuan liu menyadari bahwa xhi xhi dalam bahaya.


"apa kamu tahu siapa mereka?"


Pak polisi mendengar cerita tuan liu sambil tetap fokus menyetir.


"dia,mei....."


Cekiiiittt (suara rem,karena mobil berhenti tiba-tiba).


"MEI...."


"MEI...."


"MEI...."


"MEI...."


tuan jeyoung,liyan,bibi lou dan pak polisi kompak lalu saling pandang.


"bukankah mei adalah pelaku yang menabrak xhi xhi waktu itu?"


"apa?mei yang menabrak xhi xhi?"


Tuan liu benar-benar tidak menyangka bahwa mei begitu membenci xhi xhi hingga membuat xhi xhi berkali-kali dalam bahaya.

__ADS_1


Mobilpun melaju kembali menuju lokasi xhi xhi.


__ADS_2