Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#80


__ADS_3

WHUUSS


"ka-kamu....." xhi xhi sangat terkejut ketika tiba-tiba jong su muncul dihadapannya.


"nona maafkan hamba,tapi hamba mohon kembalilah ke masa lalu.pangeran terluka dan pangeran menolak untuk diobati"


"aku...i-itu bukan urusanku,pergilah" xhi xhi memalingkan wajahnya.


Jong su mengerutkan kening seakan tidak percaya dengan sikap acuh dari xhi xhi,yang jong su tahu selama ini xhi xhi adalah wanita yang baik dan ramah pada siapapun tapi kali ini kenapa sikap xhi xhi sangat dingin?apakah memang benar yang pangeran katakan bahwa xhi xhi tidak pernah mencintainya makanya pangeran lebih memilih mundur?kasihan sekali pangeran...padahal sangat sulit baginya untuk membuka hati.


Dengan kecewa jong su kembali ke masa lalu,sesungguhnya kedatangan jong su kali ini tanpa perintah dan tanpa memberitahu pangeran,jong su ingin memberi kejutan untuk pangeran dengan membawa xhi xhi sehingga pangeran mau mengobati lukanya dan bisa bersemangat kembali menjalani hidupnya.tapi semua diluar dugaan jong su.


"huuff,untunglah aku tidak memberitahu pangeran tentang kepergiaanku jika tidak pangeran pasti akan sangat kecewa"


Setelah sampai di dinasti,jong su langsung menemui pelayan pangeran yang sedang berdiri kebingungan didepan kamar pangeran dengan membawa nampan makanan.


"bagaimana pangeran?apakah lukanya sudah diobati?"


Pelayan hanya menggeleng,wajahnya murung karena sudah berbagai cara dia lakukan agar pangeran mau membuka pintu walaupun tidak mau diobati paling tidak pangeran harus makan sesuatu.


"apakah permaisuri tidak akan kembali?"


"haah,aku rasa begitu"


"lalu bagaimana nasib pangeran kita?hiks hiks hiks...." pelayan tersedu,tidak sanggup rasanya membayangkan nasib pangeran nanti tanpa xhi xhi disampingnya.


"kenapa pangeran tidak mencintaiku saja,aku bukan cuma akan mencintainya seumur hidup tapi aku juga akan mendedikasikan diriku untuk istana dan pangeran seutuhnya"


TRAK

__ADS_1


Mendaratlah satu jitakan dikening pelayan.


"ciihh,jangan mimpi kamu,aku saja belum tentu mau sama kamu apalagi pangeran"


"memangnya siapa yang mau sama kamu"


PRAANNGG


Terdengar sesuatu yang dilempar dengan kencang dari dalam kamar pangeran.


"PERGI KALIAAAAN......!!" dan menyusul teriakan pangeran.


SSTTT.....


Sontak Jong su dan pelayan meletakan telunjuk dibibir mereka dan pergi menjauh dari pintu kamar pangeran.


"entahlah,jangan berdiri terlalu jauh dari kamar pangeran siapa tahu dia membutuhkan sesuatu"


"ta-tapi...." pelayan menarik baju jong su.


"apa kamu mau dipenggel baginda raja?"


"aku takut pangeran marah-marah lagi"


"ini perintah dari baginda,lepaskan" jong su menarik kembali bajunya.


"baiklah" pelayan hanya bisa pasrah dan menurut karena dia juga tidak mau kepalanya jadi korban pemenggalan baginda raja.


Selama berjam-jam selepas kepergian jong su,pelayan terus berada didepan kamar pangeran walaupun sedikit jauh.kakinya mulai terasa kebas karena terus mondar mandir tapi selama itu juga tidak ada pergerakan atau suara dari kamar pangeran.

__ADS_1


"ya ampun,apakah pangeran mencoba bunuh diri dengan meminum racun atau menggantung dirinya" pikiran pelayan mulai melantur kemana-mana.


"aku harus menemui baginda,aku tidak mau nanti disalahkan jika terjadi sesuatu pada pangeran" dengan segera pelayan berlari menemui baginda raja untuk melapor.


BRAAKK


"BAGINDAAAA...."


Semua orang yang ada didalam ruang baca menoleh dan melihat pelayan.


"aahh ma-maaf hamba telah lancang karena tidak mengetuk terlebih dahulu tapi baginda hamba sangat khawatir dengan keadaan pangeran,beliau tidak keluar dari kamar selama berjam-jam hamba takut pangeran bunuh diri" dengan lancar dan tanpa terbata-bata pelayan menyampaikan kedatangannya.


"hais,anak itu benar-benar membuat repot saja.bagaimana dia akan menjadi raja jika bersikap seperti ini terus?"


Baginda diikuti oleh ratu dan penasihat istana langsung menuju kamar pangeran.benar saja tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam kamar bahkan pangeran juga tidak menyalakan lampu kamar,padahal hari sudah hampir gelap.


Baginda menahan tangannya saat hendak mengetuk.


"isteriku kamu adalah ibunya bisakah kamu mengetuk pintu dan memanggil pangeran?"


"kenapa aku?bukankah kamu ayahnya?"


"isteriku,kamu dan pangeran sangat dekat dan dia selalu mendengar perkataanmu jadi ketuklah" baginda menarik tangan ratu cukup kencang dan tanpa sengaja tangan ratu mendorong pintu kamar pangeran hingga terbuka.


KREEIIT


semua orang terkejut dan ketakutan,mereka menutup mata tidak berani melihat kedalam,bahkan pelayan pangeran sudah bersiap untuk lari.


"kalian sedang apa?"

__ADS_1


__ADS_2