Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda

Pangeran Kucing Jatuh Hati Pada Seorang Janda
Eps#52


__ADS_3

Pangeran segera memerintah jong su untuk terus memantau xhi xhi dan terus berada di samping xhi xhi tanpa terlihat oleh xhi xhi atau siapapun.


Pangeran benar-benar khawatir akan keselamatan xhi xhi,apalagi rencana yang sudah di buat oleh orang itu belum jelas dan masih belum tahu kapan dan dimana?


Sebelum mulai melakukan pekerjaannya,jong su mencoba melaporkan pada baginda raja tentang rencana kejahatan yang akan menimpa xhi xhi dan meminta izin beberapa hari ini dia mungkin tidak bisa menjalankan tugas memantau pangeran dari cermin ajaib karena jong su tidak bisa berada di dua tempat sekaligus.


Mendengar kabar buruk dari pengawal pribadi pangeran,baginda raja memutuskan untuk menemui putra tercintanya.


"apa yang harus aku lakukan ayahanda?"


Wajah pangeran terlihat tidak berdaya,penuh dengan kesedihan.


Walaupun baginda adalah raja terbaik serta panglima perang Nomor satu di dinasty tapi tetap saja baginda adalah seorang ayah yang tidak akan bisa menahan kesakitan saat melihat anaknya menderita.


"Anakku,kamu pasti bisa.percayalah....lakukanlah yang terbaik untuk menantu dan cucuku"


Pangeran semakin menundukan kepala,sebagai seorang pangeran yang terpandang di dinasty dia bahkan tidak bisa menjaga wanita yang dia cintai.bukan cuma dari kecelakaan yang membuat xhi xhi terluka tapi juga dari pria-pria hidung belang yang semakin hari semakin bertambah.


WUUUSSSHH


Kali ini yang keluar dari cahaya putih adalah baginda ratu,dia tiba-tiba datang ke masa depan setelah tahu bahwa menantu dan cucunya dalam bahaya,ratu juga tidak tahan melihat anak kesayangannya bersedih.


"i-ibunda....."


Pangeran berlari menghampiri ibunya yang sudah cukup lama tidak bertemu.


Pangeran memeluk ibu tercintanya dengan penuh kehangatan dan kerinduan yang mendalam.selama ini ratu memang selalu memanjakan pangeran seperti anak kecil.


Ratu membelai rambut putranya dan mengecup kening pangeran.


"sayang sudah lama kita tidak bertemu,aku sangat merindukanmu.sangat aneh rasanya kamu berada jauh dariku"


"ibunda...a-aku...."


"sstt....ibunda tahu nak,kamu pasti bisa merebut hati menantu dan bisa menyelamatkan dia dan cepatlah bawa menantu dan cucuku sebelum rute mu hilang"

__ADS_1


"heemm"


Pangeran hanya mengangguk,kehadiran ibunda ratu serta ayahnya kali ini membuat dia bersemangat.


Hari ini adalah jadwal xhi xhi untuk periksa luka ke rumah sakit.


Pagi-pagi sekali tuan jeyoung sudah berada di rumah xhi xhi untuk membawanya kembali ke rumah sakit milik ayahnya.


Setelah selesai bersiap,mereka berduapun berangkat ke rumah sakit.


Saat xhi xhi masuk ke dalam mobil Tuan jeyoung mencoba memasangkan sabuk pengaman pada xhi xhi tapi yang terjadi malah pandangan mereka beradu,tuan jeyoung menatap lekat mata xhi xhi dan tatapannya turun ke bibir.warna merah dari lipstik yang xhi xhi kenakan membuat tuan jeyoung menelan ludah.


DEG


Tuan jeyoung merasakan dadanya sesak,jantungnya bergemuruh berdetak tak beraturan.bibir xhi xhi seperti sebuah magnet yang dapat menarik bibir pria manapun.


"eheemm..."


Mendengar suara xhi xhi tuan jeyoung baru tersadar dari pikiran kotor sesaatnya,dengan cepat menarik tubuhnya dan kembali duduk,tangannya sibuk membetulkan posisi dasi serta jasnya lalu melihat ke depan,wajahnya yang merona.


Sesampainya di lobi rumah sakit,tuan jeyoung berjalan mundur dan memilih berada di belakang xhi xhi.


"tu...."


Para perawat yang berada di lobi tidak melanjutkan sapaannya kepada anak pemilik rumah sakit tersebut saat melihat tuan jeyoung meletakan telunjuk di bibir.mereka hanya bisa mengangguk pelan tanda bahwa mereka mengerti maksud dari tuan mudanya.


"oh nona xhi xhi,calon menan...."


Tuan kim pemilik rumah sakit sekaligus kepala rumah sakitpun ikut-ikutan membungkam mulut dan tidak melanjutkan ucapannya saat melihat anaknya melotot.


Tuan kim merasa kesal karena perlakuan anaknya yang masih belum mengungkapkan jati dirinya dan masih belum mengakui bahwa tuan kim adalah ayahnya.


"biarkan aku yang memeriksa langsung kondisi nona xhi xhi,mari..."


Tuan kim mengajak xhi xhi ke ruang periksa.

__ADS_1


"apa dokter disini sibuk semua"


Xhi xhi merasa tidak enak jika di periksa langsung oleh pemilik rumah sakit.


"suatu kehormatan bagiku jika memeriksa nona secara langsung"


Tuan kim bersikap sangat sopan,baginya hanya xhi xhi yang bisa membuat hati anaknya tergerak setelah selama ini tuan kim lelah memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya tapi sikap dingin yang anaknya tunjukan pada wanita-wanita pilihannya membuat semua wanita lari terbirit-birit.


Setelah melakulan beberapa pemeriksaan,tuan kim menjelaskan pada xhi xhi bahwa luka yang xhi xhi alami masih belum pulih dan masih butuh beberapa perawatan serta obat agar lukanya bisa kering dari dalam dan luar.jahitannyapun masih belum kering jadi tuan kim menyuruh xhi xhi untuk beristirahat dan tidak bekerja dahulu agar kesehatannya benar-benar pulih.


Tuan kim memberikan beberapa resep obat yang sudah bisa dibawa xhi xhi di apotek rumah sakit.


"ini bukannya harus di tebus ya?"


Xhi xhi melihat wajah tuan kim.merasa heran saat tuan kim bilang obatnya hanya tinggal di bawa bukannya ditebus.


"i-ini sudah di tebus,jadi tinggal dibawa saja"


Tuan kim tidak bisa menerima uang dari calon menantunya apalagi dari anaknya.


"semoga lekas sembuh dan aku akan menanti nona xhi xhi untuk pengobatan berikutnya"


"baik,terimakasih"


Saat xhi xhi dan jeyoung hendak membuka pintu.langkah mereka terhenti.


"nona xhi xhi bagaimana kalau kita makan malam bersama?ini adalah undangan khusus dari dokter kepala kepada pasien"


Tuan jeyoung menatap sinis ayahnya.tapi tatapan sinis itu benar-benar di abaykan oleh tuan kim karena tuan kim benar-benar berharap dapat lebih dekat dengan calon menantunya.


"eemmm,ba-baik...."


"bagus,nanti aku akan hubungi tuan jeyoung kapan waktunya.selamat tinggal"


Tuan kim melambaikan tangannya,bibirnya tersenyum penuh bahagia.niatnya untuk lebih dekat dengan calon menantu akhirnya dapat terwujud tanpa halangan dari anaknya yang keras kepala.

__ADS_1


__ADS_2