
"haayy...."
Xhi xhi menyapa teman-temannya yang sedang bersantai dan berbincang di bartender dengan nafas tersengal-sengal.
Mei melirik sinis saat melihat xhi xhi datang terlambat.
"cepatlah ganti baju sebelum boss lihat"
"baik,terimakasih pak"
Xhi xhi berlari kembali menuju kamar ganti setelah mendapat ijin dari security.
"kamu kenapa Mei?sepertinya kamu tidak suka sama xhi xhi?"
"coba kalian lihat,tiap malam dia selalu datang terlambat tapi tidak pernah ditegur oleh boss karena kalian selalu menutupi"
"xhi xhi itu punya anak,jadi dia harus menidurkan dulu anaknya,kita temannya harus memaklumi"
"cuiiihhh...."
Wajah Mei mendadak sumringah saat melihat seseorang membuka pintu bar dan berjalan menuju bartender.
"tu-tuan Lee...?
Mei tersenyum manis pada laki-laki yang baru saja tiba.
Security melihat ke belakang tuan lee,dia merasa aneh karena malam ini tuan Lee hanya membawa satu pengawal saja.
Setelah menyapa tuan Lee, security kembali ke pos dan berjaga-jaga.
Momo yang ikut terpana melihat pesona tuan lee mencoba bertanya apakah tuan Lee mau buka room,tapi kelihatannya malam ini tuan Lee hanya ingin bersantai di bartender dan memilih duduk di kursi depan bartender.
"dimana xhi xhi?panggilkan dia"
Momo segera menemui xhi xhi dan memberitahukan bahwa tuan Lee sudah menunggu.
Mei yang berada didalam bartender tidak henti-hentinya melihat pangeran.pesona pangeran memang tidak bisa dipungkiri siapapun yang melihat pasti akan berdecak kagum bukan cuma ketampanan dan bentuk tubuh tapi juga semua yang tuan Lee miliki sangatlah sempurna.
Dengan setia pangeran menunggu xhi xhi.
__ADS_1
"buatkan aku minuman yang istimewa di bar ini"
"ba-baik..."
Mei yang sedari tadi fokus pada tuan lee dengan segera meracik minuman untuk tuan lee.
"sepertinya ini waktu yang tepat"
Mei mulai berpikir untuk meracik minuman spesial untuk tuan lee,dengan diam-diam dia meremukan satu butir obat yang dia dapat dari temannya dan memasukkannya ke dalam minuman sebelum diberikan pada tuan lee.
"silahkan tuan"
Tersimpul senyum jahat di bibir mei setelah dia memberikan minuman itu dan menunggu saat yang tepat.
"tuan maaf,aku hanya mengingatkan untuk tidak terlalu banyak minum"
Pengawal mencoba mengingatkan tuannya.
"tuan Lee,pagi sekali?apa sudah boking room?"
Xhi xhi yang sudah ganti baju segera duduk di samping tuan Lee.
GLUK...GLUK...
"kenapa rasanya lain?sedikit pahit"
"taun,ini adalah racikan yang aku buat khusus untuk anda"
"ooh"
Tuan Lee kembali meminumnya.
GLUK...GLUK....
Setelah melihat tuan Lee minum Mei mulai berpikir untuk menyingkirkan xhi xhi dan pengawal tuan Lee,setelah itu malam ini tuan Lee akan menjadi miliknya.
Tiba-tiba Momo datang dan menghampiri xhi xhi lalu berbisik,diam-diam Mei menguping.
"xhi xhi ada tuan mo,dia menunggu kamu di room VIP"
__ADS_1
Xhi xhi mengagguk pelan.
"bagus,rencanaku akan berhasil malam ini"
Mei tersenyum senang.
"tuan Lee,aku permisi ke toilet sebentar"
Tuan Lee mengangguk dan mengijinkan xhi xhi ke toilet.
Xhi xhi pun segera pergi,bukannya ke toilet tapi xhi xhi pergi menemui tuan mo di room VIP.
"haaahh....kalau bukan karena tuan mo menanam saham di bar ini,aku ogah menemani dia"
Xhi xhi menarik nafas panjang sebelum masuk ke room.
Setelah xhi xhi pergi Mei kembali berpikir untuk menyingkirkan pengawal tuan lee dan melancarkan rencana jahatnya untuk mendapatkan tuan Lee dengan cara liciknya.
"tu-tuan,kelihatannya supir anda membutuhkan bantuan anda"
Mei menunjuk jendela,supirnya memang terlihat kebingungan dan mencari sesuatu.
Pengawalpun segera pergi menemui supirnya.
"huuuhh...."
Tuan Lee mulai terlihat tidak nyaman,dia membuka satu kancing atas kemejanya.keringat mulai bercucuran,perasaan panas semakin tuan Lee rasakan.Efek obat bereaksi dengan cepat.
Melihat tuan Lee tidak nyaman,Mei merasa puas karena tidak sia-sia dia membayar mahal untuk satu butir obat.mei berjalan keluar dari bartender dan mendekati tuan Lee.
"tu-tuan,apa tuan baik-baik saja?ada yang bisa aku bantu?"
"dimana pengawalku?aku harus ke kamar mandi"
Tuan Lee berusaha bangkit dari duduknya tapi efek obat membuat dia begitu lemah untuk berdiri,kepalanya seperti berputar-putar,keringat semakin bercucuran membasahi tubuhnya.
"tuan biar aku bantu"
Mei mencoba memapah tuan Lee dan berjalan meninggalkan bartender.
__ADS_1