
RENCANA MEI
Malam ini tuan liu manager bar tempat xhi xhi bekerja sedang mengadakan rapat bersama relasi di sebuah hotel bintang lima.
Kebetulan relasi ini juga donatur terbesar di bar nya.jadi mustahil bagi tuan liu untuk tidak menghadiri dan menyetujui rapat ini.
Di rapat kali ini mereka membahas projek pembangunan sebuah rooms khusus karaoke plus hotel baru yang akan mereka buka di sebuah kota besar di kota A.
"baiklah aku serahkan semua padamu tuan liu,senang kita bisa terus bekerja sama seperti ini"
Tuan liu menyambut hangat jabatan tangan rekan bisnisnya.
"kamu siapkan dokumennya dan segera serahkan padaku besok pagi"
Tuan liu memerintah asisten pribadinya,seolah menyuruh asistennya untuk kerja lembur.sang asisten hanya bisa pasrah karena takut akan di pecat.
Tuan liu berjalan melewati lorong beberapa kamar hotel yang di ikuti asistennya.
Langkah tuan liu terhenti di depan sebuah kamar hotel 340.dia mendengar seorang wanita menyebut nama seseorang yang dia kenal dan suara itu begitu tidak asing di telinganya.
Tuan liu memelankan langkahnya dan lebih dekat ke pintu yang sedikit terbuka itu,tuan liu mencoba fokus pada suara dan memastikan pemilik suara juga apa yang mereka bicarakan.
"tuan..."
"sstt..."
Tuan liu menempelkan telunjuk di bibirnya.sang asisten pun langsung terdiam dan ikut memasang kuping.
"aku tau anda sangat menyukai xhi xhi,jadi bagaimana kalau kita bekerjasama saja,keuntungannya sudah jelas anda bisa memiliki xhi xhi seutuhnya dan anaknya biar aku yang urus,bagaimana?"
"xhi xhi....?dan suara ini....?"
Tuan liu akhirnya tahu siapa pemilik suara itu dan semakin tertarik mendengar percakapan mereka serta semakin penasaran dengan apa yang mereka coba rencanakan terhadap xhi xhi.
"baiklah,aku akan mengikuti permainanmu,aku memang benar-benar menginginkan xhi xhi.tapi.....?"
Tuan liu mencoba mengingat suara si pria,tapi sayangnya tidak dia ingat sama sekali.
Tuan liu semakin menempelkan telinga di pintu.
"tapi apa....?"
"puaskan aku malam ini,bagaimana?"
"tuan benar-benar nakal..."
__ADS_1
Saat tuan liu hendak mengintip.
BRUUKKK
Pintu hotel tersebut tertutup rapat.
"SIAALLL...."
Tuan liu mengepal tangan,sayang sekali dia tidak bisa melihat wajah si pria.mustahil baginya mendobrak pintu hotel orang lain karena biar bagaimanapun peraturan hotel adalah mengutamakan privasi.maka niatnya untuk mendobrak segera di urungkan.
Dengan penuh rasa jengkal karena tidak bisa mengungkap siapa pria di balik kamar hotel tersebut serta tidak bisa mengetahui dengan rinci Rencana mereka,tuan liu juga tidak bisa langsung melapor pada pihak berwajib tentang rencana jahat mereka selama tidak ada bukti serta tempat yang mereka rencanakan.
Akhirnya tuan liu dengan terpaksa meninggalkan hotel.
Di dalam mobil tuan liu terdiam cukup lama serta tidak mendengar perkataan dari asistennya yang sedang membahas projek yang baru saja mereka bahas.
Asisten tuan liu hanya bisa memandangi wajah bos nya yang murung.
Tuan liu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"apa xhi xhi masuk?"
"tidak bos,aku baru mendapat kabar bahwa xhi xhi mengalami kecelakaan"
"kecelakaan?"
"kalau begitu tunggu aku di tempat parkir,sebentar lagi aku jemput,tutup saja bar nya"
Tuan liu menutup telefonnya.
"kita ke bar sekarang dan jemput liyan di parkiran"
Tuan liu memberi perintah pada supirnya dan mobilpun berbelok arah menuju bar.
"boss ini kenapa?apa dia salah minum obat?"
Liyan si security bar bergumam tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.boss yang biasanya acuh tak acuh bahkan enggan bagi dirinya menjemput siapapun apalagi security seperti liyan,sekarang mendadak ingin menjemput dirinya dan menutup bar segera biasanya juga rugi jika kehilangan satu tamu,ini malah menutup bar.
"apa jangan-jangan boss tidak normal dan menyukaiku?"
Pikiran liyan semakin ngawur,pipinya mendadak memerah.
CEKIIIT
Mobil boss terparkir tepat didepan liyan.kaca mobil turun perlahan.
__ADS_1
"cepat naik"
Perintah boss liu dari dalam mobil kepada liyan.liyan pun segera naik.
Tanpa basa basi lagi liyan pun bertanya pada boss nya tujuan dia menjemput dan hendak pergi kemana?apakah ada hal begitu penting hingga seorang boss seperti tuan liu menjemput anak buah seperti dirinya.
"tunjukan jalan ke rumah xhi xhi"
Tuan liu hanya menjawab simple dari pertanyaan liyan yang bertubi-tubi.
Selama di perjalanan tuan liu hanya terdiam,begitupun liyan yang tidak berani bertanya lagi karena takut akan kena semprot dari boss nya.
Rasa penasaran liyan semakin bergejolak,hingga dia memberanikan diri membuka mulut dan bertanya maksud dari kunjungan tuan liu pada xhi xhi.
"boss...."
Belun selesai liyan bertanya tuan liu langsung memotong.
"bagaimana xhi xhi bisa kecelakaan?apakah ada yang mencoba mencelakainya?"
"aku tidak tahu boss,sudah beberapa hari ini selama boss pergi ke luar negeri xhi xhi tidak masuk kerja,saat aku coba telefon rumahnya bibi lou bilang xhi xhi kecelakaan dan sekarang sedang di selidiki oleh pihak berwajib"
Mendengar penjelasan dari liyan,tuan liu malah semakin diam.dalam pikirannya dia yakin bahwa ada yang mencoba mencelakai xhi xhi.
"kita sudah sampai boss"
Suara liyan membuyarkan lamunan tuan liu.diapun segera turun dari mobil dan berjalan cepat.perasaan tuan liu di penuhi rasa khawatir pada xhi xhi,ingin segera menyampaikan apa yang dia dengar sama xhi xhi agar xhi xhi lebih berhati-hati.walaupun dia juga bingung bagaimana menyampaikannya.
TOK TOK TOK
liyan mengetuk pintu rumah xhi xhi.
"hai bibi lou"
Liyan menyapa ramah saat bibi lou membuka pintu.
Bibi lou membalas sapaan liyan.
"apa xhi xhi ada?"
"ada,masuklah"
Bibu lou mempersilahkan masuk tamunya.
Tuan liu dan liyan pun langsung masuk tanpa ragu-ragu.
__ADS_1
Bibi lou memperhatikan tuan liu dengan seksama.seperti seorang juri fashion melihat dari atas ke bawah.
"anak ini sangat beruntung karena di kelilingi dengan pria tampan dan kaya,kelihatannya dewi cinta sedang berada di pihaknya.saingan tuan jeyoung juga bertambah,hihihi...."