
Keesokan harinya.
Pak park datang ke rumah xhi xhi untuk melakukan interogasi xhi xhi sebagai korban dan menuntuskan penyelidikan atas kasus penculikan dan penyekapan yang telah dilakukan tuan mo terhadap dirinya dan xhio.
Selama interogasi tentu saja xhi xhi tidak menjawab dengan benar selama dia berada di masa lalu.xhi xhi tidak mau dirinya dianggap gila karena keterangannya pada polisi.
"aku tidak disekap,selama ini aku dan xhio hanya mencoba sembunyi setelah selamat dari penculikan itu"
"apa benar tuan mo dan mei yang telah melakukan kejahatan itu?"
Xhi xhi mengangguk mengiyakan.karena memang mereka berdualah yang sudah telah melakukan kejahatan itu bahkan xhi xhi masih merasa sakit hati atas apa yang sudah diperbuat oleh mei kepadanya.
Xhi xhi menceritakan dengan jelas kejadian itu,kata-katanya sedikit terbata dan terlihat menahan air mata ketika mei dan tuan mo mencoba memaksa dirinya minum alkohol yang sudah dicampur obat,xhi xhi masih ingat saat dirinya dalam pengaruh obat dan mencoba untuk tetap sadar dengan menggigiti tangan dan kaki.
Pak park meminta xhi xhi memperlihatkan luka yang dia alami.xhi xhi pun membuka lengan bajunya dan memang ada beberapa bekas luka gigitan di tangan dan kaki xhi xhi.
Tuan jeyoung mengepalkan tangannya,dia merasa hatinya sangat sakit ketika melihat luka ditubuh xhi xhi.terbayang olehnya saat xhi xhi berjuang sendirian dan mendapat perlakuan buruk dari para penjahat itu.untunglah xhi xhi selamat dari kejadian itu jika tidak maka video xhi xhi bisa tersebar luas disemua media sosial dan wajah xhi xhi akan terpampang.itulah yang mei inginkan mencemarkan nama baik xhi xhi dan berharap orang-orang akan membenci xhi xhi bukan cuma itu xhi xhi juga akan masuk penjara karena video pornograpi.
Kekesalan tuan jeyoung semakin memuncak ketika tahu mereka sengaja ingin mempertontonkannya pada xhio.bocah polos yang tidak tahu apa-apa.tidak pernah terbayangkan apa yang akan terjadi di masa depan pada xhio setelah dia menyaksikan sendiri perbuatan mereka pada ibunya.
__ADS_1
"lalu siapa yang menolong kalian?karena saat kami datang kalian sudah tidak ada ditempat kejadian?"
"i-itu...tuan lee"
"tuan lee?siapa dia?"
"dia yang...."
"apakah si tuan keras kepala?" tuan jeyoung memotong pembicaraan
Xhi xhi mengangguk pelan.
"apa tuan jeyoung mengenalnya?"
"tidak,lagian dia tidak penting" jawaban tuan jeyoung begitu ketus membuat pak park tersenyum.
"baiklah,cukup untuk hari ini jika nona xhi xhi mengetahui sesuatu tentang mei dan tuan mo maka segera hubungi kami,ini kartu namaku"
Karna keterangan xhi xhi tidak cukup untuk menemukan persembunyian mei dan tuan mo maka polisi lebih baik mengakhiri interogasi dan terus berkomunikasi dengan polisi luar negeri berharap mereka bisa segera menemukan para pelaku disana.
__ADS_1
Pak park dan dua anak buahnya segera berpamitan.
"sebenarnya dimana mereka sembunyi?"
Xhi xhi menjawab pertanyaan bibi lou dengan menggeleng.
Karena interogasi sudah selesai maka tuan jeyoung pun pamit kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dan tentu saja akan kembali ke rumah xhi xhi.
Bibi lou,xhi xhi dan xhio menatap kepergian tuan jeyoung hingga dia menghilang.
"xhi xhi,bibi rasa tuan jeyoung adalah laki-laki yang baik,bagaimana menurutmu?"
Tanpa menjawab pertanyaan bibi lou xhi xhi langsung masuk kedalam rumah.
"heeyy...sudah waktunya xhio punya ayah,sudah saatnya juga kamu membuka hati,tuan jeyoung itu sudah masuk kriteria pria sempurna loh,selain kaya,baik hati,tampan dia juga kelihatan sayang banget sama kamu dan xhio,xhi xhi....." bibi lou mengejar xhi xhi dan terus mengoceh tentang tuan jeyoung sayangnya xhi xhi tidak memperdulikan dan terus masuk kedalam kamar.
"ciiihh...anak ini" bibi lou terlihat kesal karena tidak mendapat jawaban yang pasti dari xhi xhi.
"aah xhio..." merasa akan menemukan titik terang dari xhio bibi lou mencoba mendekati xhio tapi sebelum bertanya pada xhio xhi xhi berteriak memanggil xhio dan menyuruhnya masuk kedalam kamar xhi xhi.kembali bibi lou semakin kecewa dengan tidakan xhi xhi.
__ADS_1
"dasar perempuan berhati dingin,setega itu dia memperlakukan bibinya" bibi lou semakin kesal dan terus menggerutu.