
Xhi xhi membuka matanya dan melihat sekeliling.
"dimana aku?"
"kamu berada di rumah sakit,syukurlah kamu baik-baik saja"
Tuan jeyoung yang tidak pernah jauh dari xhi xhi dari sejak dia keluar dari ruang operasi dan menempati ruang VIP rumah sakit.
Xhi xhi mencoba untuk bangun.
Kecemasan tuan jeyoung hilang setelah xhi xhi siuman dari pingsannya yang lebih dari lima jam.
"aahh kepalaku...."
"jangan dulu bergerak,istirahatlah"
Tuan jeyoung membaringkan xhi xhi kembali.
"tapi...xhio..."
"tenang saja,aku akan ke rumahmu dan membawa xhio kesini"
"benarkah?"
Xhi xhi merasa sedikit lega setelah mendengar kata-kata dari tuan jeyoung.
Sebelum pergi tuan jeyoung memerintahkan seorang perawat untuk berada di ruangan xhi xhi untuk merawat dan memantau
menjaga xhi xhi saat dirinya tidak ada.
TOK TOK TOK
"sebentar"
Terdengar suara seorang wanita dari dalam rumah.
KREEKK
"maaf cari siapa ya?"
Seorang perempuan membukakan pintu.
Tuan jeyoung melihat-lihat ke dalam rumah berharap xhio yang muncul.
"tuan...mau bertemu siapa?"
Bibi Lou mulai waspada karena tingkah laki-laki didepannya cukup mencurigakan.
"oh,maaf aku mencari xhio"
Tuan jeyoung menjawab dengan pandangan yang masih mencari kedalam rumah.
Bibi Lou melipat kedua tangannya di dada.
"ada urusan apa?"
Bibi Lou semakin tegas karena khawatir akan keselamatan xhio kecilnya.
"aku adalah rekan kerja xhi xhi dan xhi xhi saat ini berada di rumah sakit,dia mengalami kecelakaan"
"APAA?"
Xhio tiba-tiba muncul dibelakang bibi Lou.
"apa kamu xhio kecilnya mamih xhi xhi?"
Tuan jeyoung berjongkok dan mencoba mendekati xhio.
"heemm,paman ini siapa?"
Xhio melihat tuan jeyoung dari atas ke bawah.baru kali ini xhio bertemu dengan laki-laki yang tampannya seperti paman lee yang xhio kenal.
"aku adalah paman jey,rekan kerja mamih xhi xhi.maukah kesayangan mamih xhi xhi ini ikut dengan paman ke rumah sakit?"
Xhio tidak menjawab pertanyaan tuan jeyoung.dia mengalihkan pandangannya ke bibi Lou.
"ayo kita ke rumah sakit"
Bibi Lou mencoba memastikan bahwa orang yang ada di depannya memang orang yang di suruh xhi xhi dan bukan orang jahat.
Xhio menarik tangan bibi Lou,bibi Lou berjongkok.
"mamih bilang xhio tidak boleh percaya pada orang asing"
Xhio berbisik di telinga bibi Lou.
__ADS_1
"xhio tenang saja,paman bukan orang jahat"
Tuan jeyoung kembali meyakinkan xhio.
"baiklah,ayo xhio kita ke rumah sakit"
Bibi Lou segera menutup pintu rumah.
Mereka sampai di rumah sakit.
Setelah mobil terparkir,tuan jeyong mengajak bibi Lou juga xhio untuk mengikuti dia.
Tapi xhio malah diam,langkahnya terhenti,anak kecil itu melihat sekeliling.
Tuan jeyoung kembali berjongkok dan memegang tangan kecil xhio.
Tangan xhio berkeringat.
"apa xhio takut?"
Xhio hanya mengangguk,matanya sedikit berkaca.
Tuan jeyoung segera menggendong tubuh kecil xhio dan berjalan kembali menuju ruang rawat xhi xhi.
"kita sudah sampai"
Xhio meronta meminta turun.
Perlahan tuan jeyoung membuka pintu dan membiarkan xhio masuk terlebih dahulu.
"mamih....."
Xhio berlari setelah dia melihat ibu tersayangnya sedang terbaring lemas di atas tempat tidur.
"xhio...."
Xhi xhi perlahan bangun dan mencoba untuk duduk.
"nona jangan banyak bergerak"
Perawat mencoba menahan xhi xhi agar tidak bangun karena luka di kepalanya masih belum pulih.
Xhio naik ke atas tempat tidur dan memeluk mamihnya penuh dengan rasa rindu.
"mamih apa yang terjadi?"
"mamih hanya sedikit terluka"
"apa ini sakit mamih?xhio janji tidak akan nakal dan akan merawat mamih dengan baik"
Xhio mulai meneteskan air mata.
"xhio kecil mamih tidak nakal kok"
Xhi xhi mencium kening dan pipi xhio dengan penuh kasih.
"xhi xhi apa yang terjadi?kenapa bisa begini?"
Bibi Lou memegang tangan xhi xhi dengan lembut.matanya memancarkan kesedihan.
"hanya kecelakaan kecil"
Xhi xhi mencoba tersenyum agar orang-orang yang mencintainya tidak cemas.
"aku sudah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian dan kini mereka sedang mencari bukti-bukti yang ada di TKP,untungnya di persimpangan jalan itu terdapat beberapa CCTV jadi kalian tidak perlu khawatir,serahkan semua pada pihak berwajib"
"terimakasih tuan"
Bibi Lou mulai percaya bahwa laki-laki ini adalah orang baik.
"tuan ini....?"
"aku jeyoung,yang xhi xhi temui di cafe ELMURIO"
"waahh,jadi anda adalah jodoh yang sudah di pilih oleh biro jodoh itu ya?untunglah...."
Wajah bibi Lou langsung berseri.
Tuan jeyoung mengerutkan kening.
Saat mereka sedang berbincang seorang perawat datang dengan membawa obat.
"nona saatnya minum obat"
"biar aku saja"
__ADS_1
"baik tuan muda,tapi nona belum makan bubur sedikitpun"
"biar aku saja yang menyuapi xhi xhi"
Perawat itu menyerahkan obat kepada tuan jeyoung.
Tuan jeyoung meletakan obat di meja dan mengambil semangkok bubur dari perawat.
Tuan jeyoung mengaduk bubur dan mengambil satu sendok untuk menyuapi xhi xhi.
Xhi xhi menahan tangan tuan jeyoung.
"aku bisa sendiri"
"paman,xhio mau menyuapi mamih"
"baiklah"
Tuan jeyoung menyerahkan bubur itu pada xhio.
Tuan jeyoung merasa terharu melihat xhio yang sedang menyuapi ibunya.
DEG
Tuan jeyoung memegang dadanya,saat melihat senyum xhi xhi yang tulus saat xhio mencoba menggodanya.
"apa ini?kenapa perasaan ini tidak pernah ada saat aku berada di samping wanita-wanita yang di pilih ayah?"
Bibi Lou melirik tuan jeyoung dan tersenyum.dia merasa tuan jeyoung adalah laki-laki yang tepat untuk xhi xhi.
Ada perasaan lega yang bibi Lou rasakan dan berharap xhi xhi bisa membuka hatinya untuk laki-laki yang satu ini.
"xhi xhi sudah waktunya beristirahat,tidurlah"
Tuan jeyoung menyelimuti xhi xhi.
"mamih apa xhio boleh menemani mamih disini?"
"tidak boleh,xhio harus pulang dan beristirahat di rumah.mamih biar paman yang menjaganya"
Xhio terlihat sedih mendengar kata-kata tuan jeyoung.
"paman akan mengantar xhio pulang sekarang,tenang saja xhio boleh kok jenguk mamih kapanpun xhio mau"
"benarkah?"
Wajah xhio kembali berseri.
Sebelum pulang xhio berpamitan dengan mamihnya dan mencium kening xhi xhi.
"aku akan segera kembali"
"maaf sudah merepotkan"
Xhi xhi merasa canggung dengan kebaikan tuan jeyoung,karena mereka baru satu kali bertemu tapi kebaikan tuan jeyoung benar-benar membuat xhi xhi tersentuh.xhi xhi sudah begitu merepotkan laki-laki yang baru dia temui.
Xhio melambaikan tangan sebelum keluar dari ruangan.
Sebelum pergi,Kembali tuan jeyoung meminta perawat untuk menjaga xhi xhi.
KRIIING
Ponsel tuan jeyoung berbunyi kembali.Setelah puluhan panggilan dari asisten dan relasinya juga puluhan chat yang masuk ke ponselnya dari pagi tadi.tapi tidak dia hiraukan.
Kali ini tuan jeyoung mengangkat panggilan masuk dari asistennya lewat perangkat bluetooth dari mobilnya.
"boss apa yang terjadi?kenapa sulit sekali menghubungi anda?"
"katakan intinya saja"
"kontrak kita terancam batal jika anda tidak ikut meeting pagi nanti"
"batalkan saja"
"APAAA?"
Suara asisten hilang,tidak ada kata-kata lagi yang terucap dari mulutnya.
"tapi ini adalah kontrak puluhan juta,hix hix...."
"aku sedang menyetir,tutup teleponnya atau kamu aku pecat"
TUT TUT TUT
Asisten langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
Tuan jeyoung kembali fokus ke jalanan.