
"MONG NAN....." seseorang berteriak memanggil nama mong nan.
Langkah mong nan pun terhenti.kami berdua menoleh ke arah suara,betapa terkejutnya aku dan mong nan ketika tahu siapa yang kini telah berdiri dibelakang kami juga si pemilik suara.
"pa-pangeran...." mong nan membatu,matanya tidak bisa berkedip,tangannya gemetar,juga berkeringat dingin.
Entah sejak kapan pangeran menyadari keberadaan kami dan ada perlu apa pangeran pada mong nan hingga membuatnya harus menghampiri mong nan yang cukup jauh dari toko pakaian tersebut.
"baguslah kamu bisa menemukan pelayan dengan cepat,ayo bawa dia masuk"
"pe-pelayan....?" mong nan dan xhi xhi saling melirik dan tidak mengerti maksud dari perkataan pangeran.
Pangeran menjelaskan bahwa sebelum dia pergi ke toko pakaian dia meminta baginda raja untuk mencarikan pelayan pribadi untuk melayani putri perdana menteri selama putri berada di istananya,sementara pelayan yang lain sedang sibuk mempersiapkan pesta.pangeran sungguh bahagia karena mong nan bisa menemukan pelayan dengan cepat.
Tiba-tiba kening pangeran mengerut saat melihat penampilan pelayan yang dibawa mong nan,sungguh bukan pakaian yang biasa dikenakan para pelayan pada umumnya.
"darimana asalmu?kenapa baju yang kamu kenakan berbeda dan aku belum pernah melihatnya?"
"ha-hamba....." xhi xhi tidak tahu harus berkata apa,hatinya sakit karena pangeran benar-benar tidak mengenali dia sama sekali,xhi xhi benar-benar orang asing baginya dan sekali lagi xhi xhi harus memulai dari awal berkenalan dengan pangeran bukan sebagai wanita yang sudah ditakdirkan sebagai calom istri dan bagian dari sejarah tapi sebagai seorang pelayan.
"pa-pangeran hamba akan mencarikan pelayan yang terbaik untuk putri,hamba permisi karena harus mengantar nona xhi....nona ini pulang"
__ADS_1
"tunggu...." pangeran mencegah mong nan,menurutnya sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari pelayan lain karena pangeran tahu persis bagaimana sifat putri yang keras kepala dan tidak bisa menunggu,pangeran berpikir bahwa pelayan yang mong nan bawa terlihat cukup baik untuk putri.
"ta-tapi....pelayan yang hamba bawa tidak akan cocok untuk putri" mong nan berusaha meyakinkan pangeran agar membiarkan mereka pergi.tapi.....
"sudahlah,ayo ikuti aku sebelum putri selesai mencoba bajunya" pangeran menarik tangan xhi xhi.
DEG
DEG
DEG
"ada apa dengan jantungku?kenapa berdetak cepat sekali dan kenapa dadaku sesak?" pangeran memegang dadanya.
Saat memasuki toko,jong su yang diberi perintah oleh pangeran untuk menemani putri sangat terkejut ketika melihat xhi xhi bersama pangeran,bahkan pangeran menggandeng tangannya.
"no-nona...."
"apa kamu mengenalnya?" pangeran heran melihat ekspresi jong su.
"di-dia....." jong su tidak melanjutkan perkataannya ketika melihat mong nan yang berdiri dibelakang xhi xhi memberi isyarat padanya.
__ADS_1
"ti-tidak.....maaf pangeran aku salah orang"
"pangeran lee bagaimana dengan baju ini?" putri perdana menteri keluar dari kamar ganti dan menunjukan baju yang dia pakai pada pangeran.
"siapa dia?" putri menetap xhi xhi sinis.putri terlihat kesal ketika melihat pangeran menggandeng tangan wanita lain.
"dia adalah pelayan yang akan mengurus semua kebutuhanmu selama ada disini"
"pelayan?apa seorang pelayan harus pangeran gandeng seperti itu?"
Pangeran tersadar dan segera menepis tangan xhi xhi.
"lebih baik beli baju untuk pelayanmu daripada cemburu seperti itu"
putri semakin terlihat kesal saat pangeran malah lebih memperhatikan seorang pelayan ketimbang dirinya.
Jong su mendekati mong nan dan mencoba bertanya padanya dengan berbisik.
"nanti aku jelaskan"
Jong su mengangguk.
__ADS_1
Mong nan dan jong su terus mengikuti xhi xhi dan pangeran,mereka merasa khawatir akan terjadi hal buruk.sulit rasanya membayangkan apa yang akan terjadi jika seorang wanita modern dan wanita sejarah bertemu.