
DI masa lalu.
Baginda raja dan ratu sangat bahagia mendengar xhi xhi dan xhio sudah datang.mereka segera memerintahkan chef andalan mereka untuk memasak makanan yang enak untuk menyambut kedatangan cucu dan menantunya.
Pagi sekali kedua baginda sudah berada didalam kamar xhio dengan beberapa pelayan yang membawa makanan untuk sarapan xhio.
Perlahan xhio membuka mata,dia melihat sekeliling.jelas sekali ini bukanlah kamarnya lalu satu persatu xhio melihat orang-orang yang telah berdiri disamping tempat tidurnya.xhio juga tidak mengenal mereka semua,wajah xhio langsung berubah dia terlihat sangat ketakutan dan.....
"uwwaaaa......mamih......"
Xhio menangis kencang membuat semua orang yang ada dikamar gelisah mereka mencoba menenangkan xhio dengan mainan dan makanan yang mereka bawa tapi xhio masih menangis kencang.
"xhio mau mamih......uwaaaa....."
Tangis xhio semakin meledak.
Jong su yang sedang berjaga diluar kamar xhio langsung masuk dan menerobos kerumunan orang-orang.
"tuan muda xhio...."
Tangis xhio terhenti dan langsung membuka mata ketika mendengar suara jong su.
"paman.....dimana mamih?hix hix...."
Xhio terisak dan langsung memeluk jong su erat.hanya jong su yang xhio kenal diantara banyaknya orang di kamarnya.
"tuan muda tenang saja nona xhi....maksud hamba...ma-maksud paman mamih baik-baik saja"
Tangis xhio mulai reda.
Semua orangpun ikut tenang.Ratu dan raja mengelus dada dan tersenyum kembali.
KRUUKKK
semua mata tertuju pada jong su.jong su yang sudah seperti tersangka langsung menggeleng kepala kencang dan menunjuk ke arah xhio yang masih memeluknya,mereka pikir jong su sangat kelaparan padahal selama para prajurit dan pengawal tidak pernah kekurangan makanan.
Dengan segera para pelayan menyajikan makanan yang sedari tadi ada ditangan mereka.
__ADS_1
"tuan muda bagaimana kalau kita makan dulu"
"xhio mau makan tapi mereka harus pergi"
Xhio yang masih erat memeluk jong su menunjuk orang-orang yang berkeruman.
"hah,a-aku...."
Raja menunjuk dirinya,raja benar-benar tidak terima karena pengusiran cucunya tapi mau tidak mau mereka semua memang harus keluar dari kamar agar xhio bisa makan.
Dengan berat hati raja dan ratu keluar dari kamar xhio.
"sudahlah sayang,tempat ini,semua orang dan kita berdua masih asing bagi cucu kita,dia masih harus menyesuaikan diri"
"haahh,seorang raja yang dihormati oleh semua orang ternyata dipermalukan oleh seorang anak kecil,sungguh terlalu...."
Raja mengelus dada,walaupun tidak terima tapi biar bagaimanapun xhio adalah cucu yang selalu mereka tunggu dan perkataan ratu memang benar,tidak mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan asing bagi anak kecil seperti xhio.
"bagaimana kalau kita mengunjungi anak kita?"
Tapi sebelum pergi,ratu memerintahkan pelayan untuk membawa makanan dan baju ganti untuk pangeran dan xhi xhi.
Para pelayan segera kembali kedapur dan membawa beberapa makanan yang sudah disiapkan oleh chef kerajaan.
Dengan mesra ratu menggandeng tangan suaminya dan berjalan menunju kamar pangeran diikuti beberapa pelayan yang sudah membawa makanan dan dua set pakaian bersih untuk pangeran dan xhi xhi.
Didepan kamar pangeran raaja dan ratu tidak ada satupun pengawal.
"dimana para pengawal?"
"mohon maaf baginda,atas perintah pangeran semua pelayan dan pengawal tidak berani berada dekat-dekat kamar pangeran"
Xhi xhi masih tertidur pulas dibahu pangeran,bagitupun pangeran yang masih belum bangun karena lelah setelah semalaman kewalahan melayani xhi xhi.
"hooaamm...."
Xhi xhi bergeliat dan perlahan membuka mata.
__ADS_1
"AAAHHHH......"
Buuukk
Karena terkejut xhi xhi refleks menendang tubuh pangeran yang masih tertidur pulas.
Tubuh pangeran yang tadinya masih berada diatas tempat tidur kini berada diatas lantai.
Xhi xhi melihat sekeliling.
"i-ini...di-dimana...."
Xhi xhi terlihat bingung.kamar ini jelas-jelas bukan kamarnya.kasur yang terbuat dari kayu serta tirai yang terpasang menutupi tempat tidur,kursi kayu,lukisan dan semua benda yang ada didalam kamar ini tidak seperti yang selalu xhi xhi lihat.desain kamar ini lebih terlihat seperti zaman kuno.
"aduuuhh....pinggangku"
Pangeran meringis.
"ka-kamu....."
bukannya minta maaf karena sudah menendang pangeran xhi xhi malah melempar pangeran dengan bantal.
"sedang apa kamu disini?"
Xhi xhi mengintip kedalam selimut.
"aahh.....ke-kenapa aku tidak berpakaian?"
Pangeran merangkak ke atas tempat tidur.
"tentu saja....."
Ssttt
Telunjuk xhi xhi menempel dibibir pangeran.
Untuk saat ini akan sulit memang menjelaskan pada xhi xhi,harus dijelaskan secara perlahan karena pangeran tidak ingin wanita yang dicintainya lari dan meninggalkannya.
__ADS_1