
TOK TOK TOK
Momo membuka pintu room perlahan dan melambaikan tangan pada xhi xhi.
Dan tanpa basa basi xhi xhi pun menghampiri Momo.
"ada apa?"
"ada tamu baru yang ingin kamu temani"
"siapa?"
"katanya sih tuan Lee"
"tuan Lee??kalau begitu suruh dia menunggu 20 menit lagi"
"aku tidak berani"
Momo mengangkat bahunya.
"kenapa?"
"kamu lihat saja sendiri,biarpun tampan tapi dia memiliki mata yang seram.tapi entah kenapa justru mata itulah yang membuat dia istimewa"
Momo kembali membayangkan wajah pangeran.
"huuuss....."
Xhi xhi mengibaskan tangan didepan wajah momo.dan mengatakan bahwa dia akan segera menemuinya secepatnya.
"xhi xhi...."
Momo menahan tangan xhi xhi.
"apalagi?"
"jika dia sudah mabuk kasih tau aku ya"
"kenapa?"
"ya...kan aku juga ingin menemani tuan Lee,memangnya cuma kamu yang ingin menikmati wajah tampannya?"
"dasar otak mesum,ilernya tuh kondisiin"
Xhi xhi mencubit pipi Momo.
"xhi xhi......"
Lima belas menit kemudian pengawal pribadi tuan mo datang dan memapah tuan mo yang sudah mabuk berat keluar bar.
Sebelum menemui tuan Lee di room nya xhi xhi menyimpan uang tips dari tuan mo terlebih dahulu.
"xhi xhi cepatlah"
Momo yang mulai gelisah
Xhi xhi pun berlari kecil menuju room tuan Lee.Tapi langkahnya melambat saat melihat di depan room tuan Lee telah berdiri beberapa pengawal yang berbadan kekar.
"i-ini ga salah?"
Saat xhi xhi ragu-ragu untuk masuk, tiba-tiba keluarlah pengawal pribadi pangeran.
__ADS_1
"nona xhi xhi...."
"betul"
"silahkan tuan kami sudah menunggu"
Pengawal membuka pintu room dan mempersilahkan xhi xhi masuk,setelah xhi xhi memasuki room,pengawal memberi kode pada yang lainnya untuk sedikit menjauh dari room tapi harus tetap fokus menjaga pangeran.
"maaf sedikit terlambat,tadi....."
"haaah....sedikit...."
Pangeran merubah posisi duduknya dan langsung melihat ke arah xhi xhi dengan tatapan tajam.
DEG
"Momo benar,mata laki-laki ini benar-benar bisa membunuh tanpa menyentuh.tapi......kenapa aku merasa tidak asing seolah-olah pernah bertemu dia,tapi dimana?"
"mau sampai kapan kamu berdiri disitu?"
"ma-maaf...."
Lamunan xhi xhi hilang seketika setelah melihat tatapan pangeran yang mengancam.xhi xhi pun segera duduk disamping tuan Lee.
"perasaan ini....."
Sejenak xhi xhi memegang dadanya,ada perasaan yang sulit di jelaskan,padahal selama ini xhi xhi sudah sering menemani laki-laki hidung belang,tapi kali ini ada perasaan canggung dan xhi xhi merasakan jantungnya seperti dipompa dan kakinya bergetar hebat,di sisi lain xhi xhi juga merasakan perasaan nyaman sekaligus rasa gugup.sesuatu yang berlebihan.
Tangan xhi xhi berkeringat dingin,seolah ingin berlari menjauh tapi tubuhnya seperti patung yang kaku.
"ayo minum"
Tuan Lee mengangkat gelasnya
TOOSS.....
"apakah begini pekerjaan xhi xhi?menemani laki-laki yang tidak jelas,apakah xhi xhi juga melayani mereka di atas kasur?menjijikan....apa istana salah menilai xhi xhi?mereka bilang xhi xhi wanita pilihan dan bagian dari sejarah,tapi pekerjaan yang xhi xhi geluti jelas seperti wanita bayaran.ciiihhh....."
Pangeran merasa dadanya bergejolak,membuatnya merasa sesak saat mengingat pekerjaan xhi xhi,ada rasa cemburu,marah dan ingin mengikat xhi xhi agar tidak ada yang bisa menyentuhnya.
BRAAKKK
"tuang lagi"
"tapi tuan..."
"apa kamu tidak mendengarku?"
Xhi xhi pun menuang kembali minuman ke gelas kosong milik pangeran.
Xhi xhi melihat wajah tuan Lee sudah sedikit memerah.
"tuan lebih baik....."
GRAABB
Pangeran mencengkeram wajah xhi xhi.
wajah mereka kini sangat dekat.
"katakan padaku,apakah seperti ini pekerjaanmu?dibayar berapa kamu?dan apakah kamu juga sering tidur dengan laki-laki hidung belang?KATAKAAAANNN......!!"
__ADS_1
Pangeran berteriak tepat didepan wajah xhi xhi.
Pangeran bahkan semakin emosi saat melihat bibir xhi xhi yang berlipstik merah menyala membuat siapa saja ingin ******* habis.
"tidak sopan,berani-beraninya dia menggoda pria dengan warna lipstik begitu"
"i-itu bukan urusan tuan,apapun yang aku lakukan adalah urusan pribadiku,jadi aku harap tuan tidak ikut campur akan hidupku"
Pangeran semakin marah mendengar kata-kata xhi xhi.cengkeramannya semakin kencang membuat xhi xhi kesakitan.
"aahh....le-lepaskan,sa-sakit..."
Xhi xhi meringis tapi tidak dihiraukan oleh pangeran.
"haaahh....lepaskan,MEREKA BAYAR KAMU BERAPA?KATAKAN XHI XHI......"
Mendengar suara pangeran yang mulai meninggi semua pengawal yang berada di luar saling tatap.
"gawat...."
Mereka ingin masuk karena khawatir akan keselamatan xhi xhi tapi mereka sangat takut kehilangan kepala mereka apalagi mereka sangat tau bagaimana karakter pangeran mereka.
"kita baru pertama bertemu,jadi tolong jaga sikap Anda tuan"
"baru pertama bertemu?haaahh.....harusnya kamu ingat kalau akulah yang pernah menolongmu waktu itu bahkan kamu yang sengaja menggodaku,hanya kamu yang pernah menyentuhku dan kamu harus bertanggung jawab"
Xhi xhi mengerutkan keningnya mengingat-ingat apakah benar mereka pernah bertemu tapi xhi xhi sama sekali tidak pernah mengingatnya,begitu banyak tamu yang pernah xhi xhi temani dan xhi xhi selalu ingat nama juga wajah mereka.tapi tuan Lee......
Pangeran merasa tidak bisa menahan perasaan dirinya untuk mencium bibir xhi xhi setiap kali melihatnya.
DEG
Jantung pangeran semakin tidak beraturan berdetak.
GLUUKK
Pangeran menelan ludah dan berusaha menghilangkan pikirannya yang semakin tidak bisa di kontrol.
Tapi.....
CHUUPPP....
Akhirnya Pangeran mencium bibir xhi xhi dengan penuh kehangatan.
Sementara itu xhi xhi tertegun dengan mata terbelalak,dalam hatinya ingin rasanya dia berontak tapi tubuhnya hanya diam dan pasrah.
Perlahan xhi xhi menutup matanya
DEG
Mereka terhanyut dalam perasaan yang bercampur aduk.
Pangeran yang tadinya sangat emosi karena hatinya dipenuhi rasa cemburu,perlahan rileks.
Dan xhi xhi yang bingung,ini pertama kali baginya bertemu tuan Lee,bahkan xhi xhi ingin marah saat tuan Lee menciumnya tapi...bibir ini.....ada perasaan hangat yang mengalir di seluruh tubuh xhi xhi saat tuan Lee memainkan ciumannya dengan lembut.
"bibir ini.....dimana aku pernah merasakannya?"
Walaupun tuan Lee bersikap keras tapi jauh didalammya tuan Lee sebenarnya sangat lembut.
Cukup lama mereka berciuman seolah tidak ingin melepaskannya.
__ADS_1
Kini pangeran memeluk tubuh xhi xhi erat.