
"kalian sedang apa?" pangeran berkacak pinggang.
"oh...anakku tersayang,maaf tadi ayahandamu mendorong ibunda hingga membuat pintu kamar terbuka"
"yang aku tanyakan,apa yang kalian lakukan didepan kamarku?"
Semua orang terdiam menunduk,mereka tidak sanggup menatap mata pangeran.
"mohon maaf pangeran kami hanya khawatir dengan keadaan pangeran"
"aku baik-baik saja,jadi pergilah sebelum aku lempar kalian satu persatu keluar"
pangeran membalikan badan dan membelakangi mereka.
Pandangan pangeran tiba-tiba saja kabur,kepalanya pusing,keringat dingin bercucuran,semua yang dia lihat seperti berputar,pandangannya mulai gelap dan......
BRUUKK
Tiba-tiba pangeran jatuh pingsan.
__ADS_1
"PANGERAN..."
"ANAKKU..."
Seketika semua orang panik,baginda raja memerintahkan pelayan untuk memanggil tabib istana.
Selesai pemeriksaan,tabib menjelaskan bahwa pangeran baik-baik saja penyebab dia pingsan karena tubuhnya yang lemah,pangeran harus makan dan tidak boleh terlalu banyak berpikir.dan luka dibahu pangeran harus segera di obati jika tidak akan membusuk.
Tabib menyerahkan ramuan obat untuk diminum pada pelayan obat tersebut berguna untuk mengobati luka dari dalam sedangkan dari luar tabib sudah menjahit dan menaburkan serbuk yang dia racik sendiri agar lukanya cepat kering dan selama penyembuhan luka tidak boleh terkena air dan tidak boleh banyak bergerak agar tidak terjadi pendarahan pada luka jahitan pangeran karena gesekan.
"jadi luka anakku sudah dijahit?"
"benar baginda"
BUUUG
Ratu memukul pundak suaminya.
"biarkan pangeran beristirahat,jika pangeran bangun segera beri ramuan tadi dan jangan lupa pangeran harus makan,jika tidak ada apa-apa lagi hamba permisi baginda"
__ADS_1
Semakin hari kondisi pangeran semakin memburuk,tubuhnya semakin lemah karena tidak mau makan parahnya lagi pangeran selalu berlatih pedang sendirian dengan telanjang dada tanpa tahu waktu dan cuaca hingga membuat luka di bahu pangeran tergesek dan berdarah.obat yang selalu disediakan oleh pelayan juga tidak pernah pangeran minum malah dilempar.
Berkali-kali pangeran terserang demam tapi tidak membuatnya menyerah untuk berlatih pedang.
Keadaan didalam istana semakin kacau karena pangeran kerap kali melampiaskan amarahnya pada para pelayan dan perajurit.marah tanpa alasan dan sering kali pangeran membanting apapun yang dia lihat.semua pelayan sangat ketakutan dan tidak berani mendekat bahkan mereka lebih memilih sembunyi daripada berpapasan dengan pangeran,tidak ada seorang pelayanpun yang berani mengantar makanan ke kamar pangeran selain ratu itupun hanya menyimpan makanan di meja lalu pergi.ratu juga tidak berani bertanya atau berbicara saat mengantar makanan salah-salah nanti makanan yang diantar akan dilempar lagi.
"kenapa menantu belum kembali?haruskah kita menemuinya suamiku?"
"jangan baginda...." jong su menyela
"mohon maaf baginda,ma-maksud hamba mungkin nona xhi xhi masih sibuk jadi belum sempat kembali" jong su berusaha menutupi,jong su takut jika baginda menemuinya bukannya ramah tamah yang mereka dapatkan tapi sikap dingin xhi xhi,baginda pasti akan sangat marah jika nona xhi xhi menolak untuk kembali ke dinasti.
"apa kamu menyembunyikan sesuatu?bukankah kemarin pangeran baik-baik saja setelah kamu bujuk?kenapa sekarang bertambah parah?"
"hamba tidak tahu apa-apa baginda"
"kamu tahu sendiri akibatnya jika menyembunyikan sesuatu dariku"
"hamba tidak berani baginda"
__ADS_1
Sudah berhari-hari baginda dan pangeran tidak melihat cermin ajaib,apalagi keadaan di istana semakin kacau karena ulah pangeran.
Sementara itu jong su terus menahan baginda untuk menemui xhi xhi dan melarang baginda untuk melihat cermin ajaib dengan bilang dirinya akan terus memantau nona xhi xhi dari cermin ajaib dan akan segera melaporkan apabila terjadi sesuatu pada xhi xhi.