
"apa bibi lou pernah memberikan sesuatu padamu?"
"sesuatu?"
"ya,semacam kalung dengan jam kecil seperti kompas"
"oh ya,apa itu milikmu?kenapa bibi lou memberikannya padaku?"
"apa itu masih ada padamu?"
"ya"
"oh syukurlah...."
Xhi xhi merasa tenang.akhirnya dia bisa pergi ke masa lalu.
"aku akan ke rumahmu mengantarkannya"
Kali ini tidak biasanya xhi xhi menunggu kedatangan tuan jeyoung.
xhi xhi terus mondar mandir didepan pintu,sesekali xhi xhi mengintip dari jendela.xhi xhi terlihat sangat gelisah dan tidak sabar ingin segera melihat kalungnya bukan ingin bertemu tuan jeyoung.
TOK TOK TOK
Tanpa basa basi Xhi xhi langsung membuka pintu.
Yang ditunggu akhirnya datang,tuan jeyoungpun segera memberikan sebuah bungkusan kecil yang berisi kalung.tanpa rasa canggung lagi xhi xhi langsung menerima dan membukanya.kalung tersebut xhi xhi letakan didada.
Tuan jeyoung merasa heran dengan sikap xhi xhi hari ini yang begitu bersemangat hanya karena sebuah kalung.
__ADS_1
"sebenarnya seberapa berarti kalung ini?"
"tidak ada,terimakasih karena tidak membuangnya"
"oh ya,pak park bilang mei dan tuan hen sudah sadarkan diri mereka juga sudah mengakui semua perbuatan mereka dan mereka ingin bertemu denganmu untuk meminta maaf.tapi tetaplah kamu harus memberikan kesaksian untuk menentukan hukuman bagi mereka dan polisi juga menemukan persembunyian tuan mo dari mei"
Karena memang mei dan hen berniat baik yaitu ingin meminta maaf maka akan lebih baik jika xhi xhi menemui mereka terlebih dahulu sebelum dia pergi ke masa lalu.
Dengan senang hati tuan jeyoung mengantar xhi xhi ke rumah sakit.
Dilobi rumah sakit xhi xhi bertemu dengan pak park.
Pak park pun mengantar xhi xhi ke ruang perawatan mei dan hen menjaga agar tidak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan.
Mei dan hen memang sengaja dirawat dalam satu ruangan agar polisi lebih mudah mengawasi mereka berdua.
Xhi xhi juga mencoba menahan mei agar tidak terlalu banyak bergerak.
Mei memegang tangan xhi xhi.
"aku minta maaf xhi xhi,tidak seharusnya aku cemburu dan melakukan hal buruk padamu,aku sungguh minta maaf" air mata mei tidak bisa dibendung lagi.kali ini mei terlihat sangat tulus meminta maaf.
Begitupun hen,dia sangat menyesal karena sudah berbuat jahat pada xhi xhi bahkan dirinya menyia-nyiakan ketulusan xhi xhi selama ini.
"dimana xhio?" hen baru menyadari kalau dirinya tidak melihat xhio dari tadi.xhi xhi memang sengaja tidak membawa xhio karena takut hen akan menyakitinya.
"bolehkah aku melihat xhio?aku mohon"
Xhi xhi melirik tuan jeyoung dan tuan jeyoung pun mengerti dengan maksud xhi xhi.
__ADS_1
Setelah mendapat telepon dari tuan jeyoung,bibi lou segera membawa xhio ke rumah sakit.
KREEIIKK
bibi lou menuntun tangan kecil xhio masuk.
"xhio.....aahhh...." hen mencoba untuk bangun dan turun dari tempat tidurnya sambil menahan sakit.hingga membuatnya terjatuh hen menolak untuk kembali ketempat tidur saat perawat mencoba membangunkannya,hen lebih memilih untuk tetap duduk dilantai menunggu xhio datang menghampirinya.
Xhio yang polos terlihat ketakutan,tubuh kecilnya bersembunyi dibelakang bibi lou.
Xhi xhi pun menghampiri xhio.
"mamih....." xhio berlari dan memeluk mamihnya.menenggelamkan wajahnya dipelukan xhi xhi.
"tidak apa-apa sayang,bukankah xhio ingin bertemu ayah?lihat...dia adalah ayah xhio" xhi xhi menunjuk hen dan memastikan xhio bahwa semua akan baik-baik saja.
"tapi xhio takut mamih" xhio masih ketakutan,sesekali matanya melirik hen seakan tidak percaya bahwa pria tersebut adalah ayahnya.
"tidak akan ada yang menyakiti xhio,percaya sama mamih.lihatlah....disini juga ada paman park dan paman jeyoung" xhi xhi menunjuk satu persatu.
"ayo" xhi xhi menggandeng tangan xhio,xhio hanya bisa mengikuti mamihnya dari belakang.
Sesungguhnya xhi xhi dan yang lainnya juga takut hen akan menyakiti xhio,makanya mereka terlihat sangat berhati-hati dan siaga saat xhio sampai didepan hen.pak park dan tuan jeyoung berjalan perlahan mendekati mereka.
"xhio....maafkan ayah nak....." hen langsung memeluk xhio.air matanya berderai.
Xhio yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi hanya diam membeku saat berada dipelukan ayahnya.
Suasana hening,yang terdengar hanyalah suara tangis hen.
__ADS_1