
Hari ini pernikahan Reza dan Sari akan dilaksanakan dirumah Reza,kedua orang tua Reza tidak datang karena Reza merahasiakan pernikahannya itu dari kedua orang tuanya begitu juga dengan Sari.
Pernikahan mereka cuma disaksikan oleh beberapa tetangga Reza,dan tampak hadir juga Dewi disana menyaksikan kebahagiaan sahabatnya itu. Sari begitu cantik dengan dandanan dan kebaya brokat putih yang dipakainya,begitu juga dengan Reza yang tampak kelihatan tampan dengan stelan jas hitamnya. Begitu pak penghulu datang pernikahan pun segera dilaksanakan,Reza mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan mereka pun resmi menjadi suami istri.
"Selamat menempuh hidup baru,semoga bahagia selalu ya Sar," kata Dewi sambil memeluk Sari.
"Makasih ya,Wi kamu mau datang dan makasih ya buat doanya,kamu sudah banyak membantu aku," sahut Sari.
"Itulah gunanya sahabat,ya sudah aku pulang dulu ya," jawab Dewi.
Setelah pamit dengan Reza,Dewi pun pulang begitu juga dengan para tetangga disekitar rumah Reza setelah menyantap makanan merekapun pulang.
"Sar,Kamarmu diatas sebelah kiri dan kamarku dibawah,kita tidurnya terpisah," kata Reza.
"Tapi kita kan sudah resmi menjadi suami istri seharusnya kita satu kamar gak terpisah seperti ini," kata Sari.
"Jangan mimpi kamu,aku tidak pernah mencintai kamu sedikitpun,kita menikah itu karena anak yang ada dikandunganmu,kamu sudah menjebak aku jadi kamu jangan harap hubungan kita bisa seperti suami istri,aku mencintai wanita lain dan ingat setelah anak itu lahir aku akan menceraikanmu,terima aja semuanya karena ini semua adalah kesalahanmu," bentak Reza.
__ADS_1
Dia berlalu masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu dengan keras. Sari keatas menuju kamar yang ditunjukan Reza tadi dan berbaring diatas tempat tidur sambil menangis.
"Seharusnya malam ini menjadi malam bahagiaku bersama suamiku tapi justru malam ini malam yang paling menyedihkan dalam hidupku,aku menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai aku,suamiku mencintai wanita lain,semua ini memang kesalahanku,ibu maafkan anakmu ini," tangis Sari.
Sepanjang malam dia menangis sampai akhirnya Sari pun tertidur. Didalam kamarnya,Reza belum bisa memejamkan kedua matanya,dia sedang memikirkan Pelangi,kekasih hatinya.
"Maafkan aku Pelangi,aku sudah mengkhianatimu aku tidak tahu apa kamu masih mau menerima aku kembali kalau aku berkata jujur kepadamu bahwa aku sudah menikah,aah... Pelangi maafkan aku,aku sangat mencintaimu,aku takut kehilanganmu," Reza berkata sambil meremas rambutnya.
Dia tidak tahu harus melakukan apa,baru kali ini dia merasa mendapatkan masalah yang begitu berat baginya. Reza mengambil handphone dan langsung menelpon Pelangi tapi tidak ada jawaban dari Pelangi.
"Mungkin Pelangi sudah tidur," batin Reza dalam hati.
"Halo,za..," kata Pelangi dengan suara yang serak habis bangun tidur.
"Halo sayang,sudah tidur ya,maaf ya sayang sudah ganggu kamu," sahut Reza.
"Ada apa,za... kok tengah malam begini kamu menelpon,kamu baik-baik aja kan disana," tanya Pelangi.
__ADS_1
" Iya sayang,aku disini baik-baik aja kok,aku cuma kangen aja sama kamu makanya aku telpon,maaf ya aku sudah membangunkan kamu tidur," jawab Reza.
"Gak apa-apa kok malah aku senang banget kamu telpon aku,aku juga kangen banget sama kamu sayang,kapan kamu datang melamar aku,aku sudah gak sabar ingin menjadi nyonya Reza.
"Sabar ya sayang setelah pekerjaanku disini sudah bisa aku percayakan kepada orang lain,aku akan datang untuk melamarmu," jawab Reza.
"Tapi sebelumnya kamu harus berkenalan dulu dengan adikku Sari,masa kita mau menikah kamu belum pernah ketemu sama adikku dan juga kamu harus mengenalkan aku dengan orang tuamu,aku juga belum pernah bertemu dengan orang tuamu."
"Oh iya benar katamu,maaf ya sayang selama kita bersama aku jarang main kerumahmu,aku juga belum pernah ketemu sama Sari,adikmu dan juga aku belum pernah membawamu bertemu dengan kedua orang tuaku,setelah urusan pekerjaanku bisa kutinggal,secepatnya aku dan kedua orang tuaku akan menemui keluargamu untuk melamarmu," kata Reza.
"Nanti aku akan meminta Sari untuk pulang sebentar untuk acara pertemuan keluarga kita nanti," kataku.
"Sekarang kamu tidur ya,nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan ini," kata Reza.
"Ya sudah,selamat malam ya met tidur mimpi indah," jawabku.
Telpon pun terputus,tampak Reza semakin gelisah.
__ADS_1
Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang,apa aku harus terus menutupi hubunganku dengan Sari sampai aku menceraikannya. Sudah hampir subuh Reza masih saja memikirkannya dan sampai akhirnya tertidur.