Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 25 Kepindahan Sari


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga Sari dan Reza sekarang sangat bahagia ditambah dengan kehadiran Gilang yang semakin hari semakin menggemaskan. Reza sekarang sudah bisa mencintai Sari dengan sepenuh hati dan melupakan Pelangi. Reza ingin membuktikan keseriusannya kepada Sari.


"Mas Reza, ayo kita makan ni udah siap makanannya," kata Sari.


"Iya sayang," kata Reza sambil menuju ruang makan.


"Hmmmmm.....enak banget masakan istriku," puji Reza.


"Iya dong istri siapa dulu," sahut Sari sambil tertawa.


"Oh iya sayang....bulan depan kita akan pindah," kata Reza.


"Haaah...pindah kemana mas, kok mendadak," kata Sari.


"Di perusahaan yang sekarang kan sudah Ada orang yang dapat dipercaya untuk mengelolanya dan aku harus kembali ke perusahaan di kota xxx," kata Reza.


"Dulu kan diperusahaan ini aku cuma membantu sampai ada yang bisa dipercayakan untuk mengelolanya, setelah semua sesuai rencana aku kembali ke perusahaan yang lama," kata Reza lagi.


"Oh gitu ya mas," ucap Sari.


"Iya sayang...jadi kamu gak perlu lagi pulang kampung ketempat ibu ninggalin aku sendiri disini," kata Reza.


"Hehehe.....," Sari tertawa mendengar ucapan Reza.


"Nanti kita cari rumah yang dekat dengan rumah ibu ya mas," kata Sari.


"Oke sayang....," ucap Reza.


"Biar ibu bisa main-main kerumah kita gak kejauhan, bisa main sama Gilang," ucap Sari.


"Iya sayang, apapun permintaanmu akan aku lakukan," kata Reza.


Sari senang sekali mendengar berita yang dibawa Reza. Akhirnya dia bisa tinggal satu kota lagi dengan ibunya dan Pelangi, walaupun sampai sekarang dia belum pernah berkomunikasi lagi dengan Pelangi. Sari sebenarnya sudah berusaha untuk memulai komunikasi lewat telpon dengan bantuan ibu tapi Pelangi selalu menghindar. Sari hanya bisa pasrah dan berharap Pelangi bisa memaafkan dan bisa kembali seperti dulu lagi, menganggapnya sebagai saudara bukan musuhnya.


#####


Malam harinya, Sari menelpon ibu mengabarkan tentang berita kepindahannya bulan depan.


"Halo ibu....gimana keadaan ibu sekarang," tanya Sari.

__ADS_1


"Halo nak, ibu disini dan juga Pelangi Alhamdulillah sehat, kamu sendiri gimana, apa cucu ibu sehat juga," kata ibu.


"Alhamdulillah bu, Sari sekeluarga disini sehat semua," kata Sari.


"Oh iya bu...Sari mau kasih tau sama ibu kalau bulan depan Sari pindah kesana bu," kata Sari lagi.


"Rencananya nanti kita mau beli rumah yang agak dekat dengan rumah ibu, jadi kalau kerumah ibu gak jauh lagi bu," kata Sari lagi.


"Iya Sar, jadi nanti kalau ibu kangen main sama Gilang ibu bisa kerumahmu," kata ibu.


"Iya bu...kalau ibu mau, ibu bisa tinggal dengan kami bu, mas Reza pasti senang juga," ucap Sari.


"Biar ibu tinggal dengan kakakmu aja disini Sar, kasian Pelangi sendirian," kata ibu.


"Iya bu Sari ngerti kok, ya udah ibu istirahat sudah malam, jaga kesehatan ya bu," kata Sari.


"Iya nak, kamu juga baik-baik disana ya," ucap ibu.


Setelah berpamitan dengan Sari, ibu menutup telponnya. Ibu sangat senang mendengar kabar kepindahan Sari bulan depan. Itu artinya ibu bisa sepuasnya bertemu dan bermain dengan cucu kesayangannya Gilang. Ibu ingin sekali memberitahukan berita ini kepada Pelangi tapi ibu masih ragu akan reaksi dari Pelangi. Ibu perlahan-lahan mengetuk pintu kamar Pelangi.


"Nak...kamu belum tidur ya," ucap ibu.


"Iya bu, masuk aja Pelangi belum tidur kok bu," kataku didalam kamar.


"Ada apa bu ?" tanyaku.


"Ibu cuma mau kasih tau sama kamu, kalau bulan depan Sari dan suaminya pindah ke kota ini," jawab ibu.


"Rencananya Sari mau beli rumah didekat daerah sini, katanya biar dekat gak jauh lagi jenguk ibu," ucap ibu.


"Itu terserah mereka bu, Pelangi gak perduli," kataku.


"Ibu tau kamu gak mau dengar tentang kehidupan Sari, tapi dia saudaramu nak," ucap ibu.


"Iya bu," kataku pendek.


"Ya udah, ibu mau tidur dulu ya nak," kata ibu.


Aku cuma mengangguk pelan, ibu lalu meninggalkan kamarku. Aku tahu ibu kecewa sama aku karena aku masih belum bisa berbaikan dengan Sari. Sebenarnya aku sudah bisa memaafkan Sari dan Reza, aku juga sudah melupakan semua kejadian yang lalu. Sekarang mereka dengan kehidupannya masing-masing demikian juga denganku. Aku sudah memilih masa depanku dengan Hendra, tapi untuk akrab lagi selayaknya saudara aku tidak bisa.

__ADS_1


#####


Hari ini Reza dan Sari akan pergi untuk menempati rumah baru mereka. Sebagian barang-barang yang lain sudah dibawa seminggu yang lalu. Rumah yang akan mereka tempati nanti lumayan besar dengan halaman yang cukup luas. Dirumah yang baru nanti Reza akan mempekerjakan seorang asisten rumah tangga untuk membantu Sari untuk mengurus rumah. Reza kasihan kalau Sari harus mengurus rumah yang lumayan besar itu seorang diri.


"Sudah semua sayang gak ada yang ketinggalan kan," ucap Reza.


"Iya mas, semua sudah selesai dipacking gak ada yang ketinggalan kita tinggal berangkat," sahut Sari.


"Ayo kita berangkat....," kata Reza.


Sari mengangguk pelan, semua barang-barang sudah dimasukan kedalam bagasi mobil. Mobil pun melaju meninggalkan rumah kenangan Reza dan Sari, walaupun banyak kenangan pahit yang dirasakan Sari dirumah itu, tapi ada juga kenangan indahnya bersama Reza suaminya.


"Sayang, nanti dirumah yang baru kamu jangan terlalu capek kerja mengurusi rumah," ucap Reza.


"Ada bik Inah nanti yang bantu mengurus rumah," kata Reza.


"Aku gak mau kamu sakit kepala lagi kaya kemaren karena kecapean," kata Reza lagi.


"Iya mas....gak tau kenapa akhir-akhir ini kepalaku sering sakit mas, mungkin karena kecapean ya," ucap Sari.


"Makanya mulai sekarang sudah ada bik Inah yang ngurusin rumah, masak, cucian dan segala macam, jadi kamu punya banyak waktu untuk istirahat," kata Reza.


"Iya mas makasih...," kata Sari.


"Nanti kalau masih sakit kita periksakan ke dokter ya," kata Reza.


"Iya mas, nanti aja kan mas Reza masih sibuk bulan-bulan ini," ucap Sari.


Perjalanan Reza menuju rumah baru memang cukup jauh, Sari dan Gilang pun tertidur. Akhirnya mereka sampai juga dirumah baru mereka, dihalaman rumah sudah ada bik Inah yang siap menyambut kedatangan tuan dan nyonyanya.


"Sayang bangun, kita sudah sampai dirumah," kata Reza.


"Agghhh....," Sari terbangun sambil menguap.


"Sudah sampai ya sayang," kata Sari.


"Iya ini rumah baru kita, semoga kamu dan dede Gilang senang dan betah tinggal disini ya," ucap Reza.


"Ayo kita masuk dede Gilang udah nangis mungkin kehausan," kata Reza.

__ADS_1


"Iya mas," jawab Sari.


Reza kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Sari. Sari masih menggendong dede Gilang yang mulai menangis. Setelah membereskan semua barang- barang dan menyusun rapi, mereka berdua akhirnya beristirahat. Malam ini malam pertama mereka tidur dirumah baru dan dengan suasana yang baru.


__ADS_2