Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 53 Dirawat di Rumah Sakit


__ADS_3

Semakin hari keadaan Sari semakin mengkhawatirkan, penyakitnya semakin parah. Hari ini Sari muntah-muntah dan pingsan. Reza segera membawa Sari ke rumah sakit. Dokter menganjurkan untuk dirawat dirumah sakit sampai keadaan Sari stabil. Reza ditemani ibu menunggu Sari dirumah sakit. Seharian mereka menjaga Sari. Reza merasa kasihan sama ibu dan menyuruh ibu untuk pulang dan beristirahat dirumah.


"Ibu ini sudah sore, biar Sari saya yang jaga," ucap Reza.


"Ibu pulang istirahat, kasian nanti ibu sakit," ucap Reza lagi.


"Ibu mau nungguin Sari sampai dia sadar," ucap ibu.


"Ibu mau nginap disini..nanti kalau Sari sudah sadar baru ibu pulang," jelas ibu.


Reza tidak bisa memaksa ibu, Reza pun akhirnya mengalah dengan keputusan ibu.


"Ya udah kalau gitu nanti saya suruh bik Inah untuk menyiapkan baju ganti ibu dan beberapa perlengkapan lain," kata Reza.


"Nanti saya pulang untuk mengambilnya," kata Reza lagi.


"Ibu nanti mau dibawakan makanan apa," tanya Reza.


"Terserah kamu aja nak, ibu gak bisa makan melihat kondisi Sari seperti itu...," jawab ibu.


"Ibu gak boleh gitu, ibu harus makan, ibu gak boleh sakit juga," ucap Reza.


"Ya udah Reza pulang dulu sebentar ya bu...nanti kalau ibu mau perlu apa-apa telpon Reza ya bu," kata Reza.


Ibu hanya bisa tersenyum dan mengangguk mendengar semua perkataan Reza. Setelah berpamitan dengan ibu, Reza pulang kerumah untuk mengambil baju ganti buat ibu, karena ibu akan menginap dirumah sakit. Setelah kepergian Reza, ibu baru ingat kalau ibu belum memberitahu tentang Sari kepada Pelangi. Ibu pun segera menghubungi Pelangi.


"Halo...Assalamualaikum," sapa ibu.


"Halo ibu....Waalaikumsalam," balasku.


"Kamu dimana nak...kamu sudah pulang kerja ?" tanya ibu.


"Ini Pelangi sudah dijalan bu...mau pulang," ucapku.


"Kenapa bu...ibu mau titip beli sesuatu," tanyaku.


"Gak Pelangi...ibu lagi dirumah sakit," jawab ibu.


"Loooh ibu kenapa ? " ibu sakit..! " tanyaku panik.


"Gak nak, Sari masuk rumah sakit..dari tadi pagi muntah-muntah dan pingsan," jelas ibu.


"Sampai sekarang Sari belum sadar juga," kata ibu.


"Ya udah kalau gitu Pelangi kesana bu...tapi Pelangi mau pulang dulu, udah mau sampai rumah bu...," kataku.


"Iya kamu pulang dulu, mandi baru kesini...," ucap ibu.

__ADS_1


"Sari dirawat dirumah sakit xxxxx...," kata ibu menjelaskan.


"Oke bu...," ucapku.


Setelah itu pembicaraan pun berhenti dan ibu menutup telponnya, Pelangi pun telah sampai dirumah. Segera Pelangi mengganti baju kerja dan berniat untuk mandi, tiba-tiba handphone Pelangi berbunyi. Segera Pelangi mengambil handphonenya dan terlihat nama Hendra disitu.


"Halo Pelangi....," ucap Hendra.


"Iya, ada apa Ndra," sahutku.


"Malam ini kamu ada acara gak...kita jalan yuk," ajak Hendra.


"Maaf Ndra...malam ini aku gak bisa...," ucapku.


"Aku mau kerumah sakit," ucapku lagi.


"Ooh..kamu lagi sakit, sakit apa ?" tanya Hendra.


"Bukan....bukan aku yang sakit, tadi ibu telpon kalau Sari dirawat dirumah sakit..katanya belum sadar sampai sekarang," kataku menjelaskan.


"Aku boleh ikut gak jenguk Sari," tanya Hendra.


"Boleh aja sih...," jawabku.


"Ya udah ntar sejam lagi aku jemput kamu ya...kita pergi sama-sama...," kata Hendra.


"ya udah kalau gitu aku siap-siap dulu," kataku.


"Maaf ya lama nunggu...," ucap Hendra.


"Iya gak papa...kita jalan sekarang aja yuk," ajakku.


"Di rumah sakit xxxx ya...," ucapku.


"Oke, kita kesana sekarang ya...," sahut Hendra.


Hendra membukakan pintu mobilnya buat Pelangi dan mempersilakannya masuk. Pelangi hanya diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari Hendra. Pikiran Pelangi masih kepada Sari, sepanjang perjalanan Pelangi hanya melamun saja.


"Pelangi kok kamu melamun," tanya Hendra.


"Kamu udah makan ?" tanya Hendra lagi.


Pelangi hanya menggeleng, Hendra tahu kalau saat ini Pelangi sedang memikirkan keadaan adiknya, Sari.


"Pelangi...kamu gak boleh gitu, kamu harus makan, ntar kamu sakit," kata Hendra.


"Aku gak bisa makan sebelum tahu keadaan Sari itu gimana sekarang, kamu bisa lebih cepat gak," sahutku.

__ADS_1


"Kita cari makan dulu yuk...," ajak Hendra.


"Gak Ndra...nanti aja aku makan," balasku.


"Ya udah kalau gitu kita langsung ke rumah sakit ya...," ucap Hendra.


Sepanjang perjalanan Pelangi hanya diam saja, Hendra tahu saat ini Pelangi lagi sedih, jadi dia tidak mau mengganggu Pelangi dengan pertanyaan-pertanyaannya. Akhirnya mereka sampai dirumah sakit yang dituju. Pelangi dan Hendra lalu bertanya kepada suster jaga diruang informasi untuk mengetahui diruang mana Sari dirawat. Setelah suster itu memberitahu, Pelangi dan Hendra menuju keruangan dimana Sari dirawat. Dikamar Sari, Pelangi mendapati ibunya yang sedang sholat.


"Ibu sudah selesai sholatnya," tanyaku.


"Iya nak...," jawab ibu.


"Ooh ada nak Hendra juga ya...," sapa ibu kepada Hendra.


"Iya bu ngantarin Pelangi sekalian mau jenguk Sari bu...," ucap Hendra.


"Gimana keadaan Sari bu..," tanya Hendra.


*Seperti yang kamu liat sekarang, Sari masih belum sadar juga," jawab ibu dengan sedih.


"Kita doakan aja ya bu semoga Sari cepat sembuh," sahut Hendra.


Pelangi mendekati Sari dan duduk dikursi disamping ranjang Sari. Pelangi memandangi wajah adiknya itu dengan sedih dan mengusap-usap tangan Sari.


"Ayo Sari kamu jangan tidur terus," ucapku pelan.


"Aku udah datang Sar....ayo bangun," ucapku lagi sambil menggoyang-goyangkan tangan Sari.


Sari masih belum sadar dan masih terlelap didalam tidurnya yang panjang. Didalam keadaannya seperti itu Sari bermimpi, Sari memakai baju putih panjang dan hendak pergi ke suatu tempat. Sari juga melihat Pelangi sedang menggendong Gilang dan ada ibu yang tersenyum kearahnya melambaikan tangan dan memanggil-manggil namanya.


"Sari....sini nak, kamu mau kemana...," kata ibu.


"Sari....ayo pulang, kamu belum saatnya pergi...," kata Pelangi.


"Maaaam...maaa....," panggil Gilang.


"Puuu...aaang...maaaa....," panggil Gilang lagi**.


Mendengar teriakan dari ibu, Pelangi dan anaknya Gilang, Sari akhirnya tersadar dari pingsannya. Sari menggerakkan sedikit tangannya, dan pelan-pelan membuka matanya. Pelangi yang sedari tadi menggenggam tangan Sari menjadi kaget dan senang karena Sari sudah sadar. Segera Hendra memberitahu keadaan Sari kepada dokter. Dokter memeriksa keadaan Sari dan kondisinya pun sudah stabil, tapi masih harus dalam pengawasan dokter.


"Alhamdulillah...kamu sudah sadar Sar," ucapku.


"Alhamdulillah...," ucap ibu senang.


"Ibu...kak Pelangi...," panggil Sari dengan suara yang lemah.


"Aku dimana...," tanya Sari.

__ADS_1


"Kamu di rumah sakit nak...tadi pagi kamu gak sadarkan diri, dan kami membawamu kesini..tapi syukurlah sekarang kamu udah sadar nak," ibu menjelaskan.


Ibu, Pelangi dan Hendra sangat senang melihat kondisi Sari yang sudah sadar. Tidak berapa lama Reza pun datang, Reza sangat bersyukur sekali istrinya sudah sadar dari pingsannya.


__ADS_2