Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 45 Aksi Sandra


__ADS_3

Hari ini Pelangi dan ibu menginap dirumah Sari, karena besok keberangkatan Sari keluar negeri untuk berobat. Semalaman Pelangi dan ibu sibuk membantu Sari packing buat keperluan disana nanti, agak banyak yang mereka bawa karena Gilang ikut serta, perlengkapan balita memang lebih banyak. Pelangi jadi kesiangan bangun dan cepat-cepat mandi bersiap untuk berangkat kerja.


"Kak Pelangi ayo sarapan dulu," kata Sari.


"Iya nak, ayo sarapan sini," ucap ibu.


"Aduuh...kayanya Pelangi sarapan ditempat kerja aja ya, Pelangi sudah terlambat," kataku.


"Sarapan dulu Pelangi, ini masih terlalu pagi, masih sempat kok," kata ibu.


"Dari sini Pelangi agak susah cari angkutan umum bu, jadi harus buru-buru," ucapku.


"Sarapan aja dulu kak...nanti biar mas Reza yang ngantar kak Pelangi ke tempat kerja," sahut Sari.


"Bisa kan mas...," ucap Sari.


Reza yang sedari tadi hanya diam saja menikmati sarapannya jadi kaget begitu namanya disebut Sari.


"Oh bisa...," ucap Reza agak sedikit gugup.


Kalau harus mengantarkan Pelangi berarti Reza nanti punya kesempatan untuk berduaan dengan Pelangi, mantan kekasihnya. Sari sengaja menyuruh Reza untuk mengantarkan Pelangi ke tempat kerjanya agar Reza dan Pelangi bisa lebih dekat lagi. Jauh didalam lubuk hati Reza yang paling dalam sebenarnya Reza masih mempunyai perasaan kepada Pelangi.


"Gak usah...ntar merepotkan lagi," kataku.


"Gak ngerepotin kok, aku sekalian mau ke kantor, ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum aku berangkat besok," jelas Reza.


"Ooh ya udah... kalau gitu aku sarapan dulu deh !" ucapku.


"Gitu dong kak...kapan lagi kita bisa sarapan sama-sama kaya gini," kata Sari.


"Kalau aku meninggal, kita gak bisa sarapan kaya gini lagi kak," kata Sari lagi.


"Hussss....kamu gak boleh ngomong gitu nak, gak baik," ucap ibu.


"Tau nih Sari...macam-macam aja ngomongnya," ucapku sambil menyantap nasi goreng buatan bik Inah.


"Iya maaf....," ucap Sari.

__ADS_1


"Habis makan, kamu jangan lupa minum obat seperti biasa ya terus istirahat, perjalanan kita besok mungkin akan melelahkan kamu," kata Reza kepada istrinya.


"Iya mas...," ucap Sari pelan.


"Pelangi kamu sudah selesai makannya," tanya Reza.


"Sudah...," kataku pendek.


"Ayo aku antar kamu berangkat kerja," ucap Reza.


"Iya...," jawabku pendek.


Setelah berpamitan kepada ibu dan Sari, Reza dan Pelangi pun pergi. Sari sengaja menyuruh Reza mengantarkan Pelangi, Sari berharap mereka bisa dekat seperti dulu lagi. Sepanjang perjalanan Pelangi dan Reza hanya diam membisu, sebenarnya Reza masih canggung berduaan saja dengan Pelangi didalam mobil.


"Kamu masih betah juga ya kerja disana," kata Reza membuka pembicaraan.


"Iya betah banget," ucapku.


"Kamu gak ada keinginan untuk membuka usaha kue sendiri," tanya Reza.


"Ada siih...keinginan untuk buka usaha sendiri itu ada, cuma kan butuh modal yang besar," kataku.


Pembicaraan pun terhenti sampai disitu, dan kami kembali dalam suasana hening. Sebenarnya Pelangi lebih senang naik angkutan umum daripada diantar Reza, Pelangi tidak mau hanya berdua saja didalam mobil dengan Reza mantannya yang sudah berubah status menjadi adik iparnya.


"Boleh aku buka kaca mobilnya," pintaku.


"Ooh iya buka aja...biar AC nya aku matikan," sahut Reza.


Pelangi merasa gerah didalam mobil Reza yang ber-AC. Pelangi merasa perjalanan menuju tempat kerjanya kali ini adalah perjalanan yang terpanjang dan terlama selama dia bekerja. Ahh...semoga cepat sampai tempat kerja batin Pelangi. Pelangi memalingkan wajahnya kearah jendela mobil yang terbuka, angin diluar menerpa wajahnya. Lampu merah menyala mobil pun berhenti. Pelangi tidak menyadari kalau ada mobil Sandra yang ikut berhenti disamping mobil Reza. Secara reflek Sandra menoleh kearah Pelangi yang kebetulan kaca jendela mobil Sandra terbuka.


"Pelangi sama siapa tuh," gumam Sandra.


"Hmmmmm....," otak Sandra mulai berputar.


Aku harus bisa dapat foto-foto mereka berdua dan menunjukkannya kepada Hendra, biar Hendra tahu siapa sebenarnya wanita miskin itu. Wanita yang selama ini dicintai Hendra itu hanyalah wanita yang tidak setia batin Sandra.


"Awas kamu Pelangi tunggu aja pembalasanku, selama ini kamu sudah jadi penghalang bersatunya aku dan Hendra," gumam Sandra.

__ADS_1


Sandra terus saja mengikuti mobil Reza, dia sangat penasaran siapa laki-laki yang bersama Pelangi itu. Beberapa kali Sandra mengambil foto-foto kedekatan antara Pelangi dan Reza.


"Nanti aku mampir sebentar ke apotek yang didepan itu ya," pinta Pelangi.


"Tadi ibu pesan minta beliin obat buat persediaan besok berangkat," kata Pelangi lagj.


"Di apotek yang ini ya," kata Reza sambil menghentikan mobilnya.


"Iya...," ucapku sambil mengangguk.


"Kamu tunggu disini biar aku yang masuk," ucapku.


"Biar aku antar kamu kedalam," ucap Reza.


"Tunggu sebentar," ucap Reza lagi.


Tanpa menunggu persetujuan dari Pelangi, Reza turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Pelangi. Pelangi merasa tidak nyaman dengan perlakuan Reza seperti itu kepada dirinya. Sandra masih mengikuti mobil Reza dan menghentikan mobilnya tepat didekat mobil Reza. Pelangi tidak menyadari kalau Sandra mengikutinya. Sandra berhasil mengambil foto Pelangi dan Reza yang berjalan beriringan sambil tersenyum seakan-akan sepasang kekasih. Yes..aku akan menghancurkan kamu Pelangi batin Sandra. Setelah selesai dari apotek Pelangi dan Reza keluar, dan Reza membukakan pintu mobil untuk Pelangi dan melanjutkan perjalanan mereka.


"Aduuh romantis banget tu cowok, pake bukain pintu mobil lagi buat Pelangi," ucap Sandra kesal.


"Beruntung banget tu si cewek miskin, selalu mendapatkan laki-laki tajir, tunggu aja kamu Pelangi sampai Hendra dan tante Merry tau kelakuan kamu," geram Sandra.


"Aku akan tunjukkan foto-foto ini kepada Hendra dan tante Merry," kata Sandra sambil melihat-lihat hasil foto-foto Pelangi di hp nya.


Sandra masih saja mengikuti kemana Pelangi dan Reza pergi, seakan tidak mau melepaskan mangsanya. Akhirnya Pelangi sampai didepan toko roti tempat dimana dia bekerja.


"Ya udah...makasih udah mau ngantar," kataku.


"Iya gak apa-apa, aku senang kok ngantar kamu," ucap Reza.


"Ntar pulang aku juga bisa jemput kamu," ucap Reza lagi.


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri," sahutku.


Setelah berpamitan kepada Reza, Pelangi pun masuk ke tempat kerja. Mobil Reza pun melaju pergi. Pengintaian Sandra pun berhenti, dan setelah merasa puas dengan hasil yang didapatnya pagi ini, Sandra melanjutkan lagi perjalanannya. Sebenarnya pagi ini Sandra ingin cepat-cepat ke rumah sakit karena begitu banyak antrian pasien yang sedang menunggu untuk diobati. Tetapi ketika diperjalanan melihat Pelangi bersama laki-laki lain, Sandra penasaran dan mengikuti mereka. Hari ini aku senang banget, semoga aja dengan foto-foto yang aku dapat ini, Hendra marah dan memutuskan hubungannya dengan Pelangi doa Sandra dalam hati.


######

__ADS_1


Buat pembaca yang sudah setia, makasih atas dukungannya ya...maaf karena keterlambatan update karena kesibukan Author...tetap setia terus ya, ditunggu like komen dan vote nya ya biar Author semangat nulisnya...makasih😍😍😍🙏🙏🙏🙏


__ADS_2