
Setelah tiga hari pertemuan mereka di mall, Hendra berusaha untuk menghubungi Pelangi melalui telpon dan pesan melalui whatsapp tetapi tidak ada balasan dari Pelangi. Sebenarnya Hendra masih sayang sama Pelangi, dia tidak mau berpisah dengannya, malam ini Hendra berniat ke rumah Pelangi. Setelah pulang kerja dan mandi Hendra bersiap-siap meluncur ke rumah Pelangi. Sekitar dua puluh lima menit akhirnya Hendra sampai dirumah Pelangi. Hendra mengetuk pintu dan memberi salam, tetapi tidak ada jawaban dari penghuni rumah. Hendra mencoba lagi beberapa kali akhirnya Pelangi membukakan pintu.
"Selamat malam Pelangi," ucap Hendra.
"Malam," sahutku pendek.
"Boleh aku masuk," pinta Hendra.
"Mau apa kamu kesini," tanyaku tanpa menyuruh Hendra masuk.
"Aku mau ngomong sama kamu," jawab Hendra.
"Masalah apa," jawabku lagi.
"Aku mau ngomongin hubungan kita Pelangi, aku....," Hendra belum sempat melanjutkan perkataannya karena sudah dipotong oleh Pelangi.
"Gak ada lagi yang perlu kita omongin, kita juga sudah gak ada hubungan apa-apa lagi...ingat, kita sudah putus," bentakku.
"Tapi Pelangi....," ucap Hendra.
"Sudah cukup Hendra," sahutku.
"Kemana aja kamu waktu aku memohon-mohon meminta waktu untuk membicarakan hubungan kita," kataku dengan keras.
"Kamu gak pernah perduli," ucapku.
"Bukannya menyelesaikan masalah kita malah kamu asyik berdua-duaan dengan Sandra," kataku lagi.
"Maafkan aku Pelangi," ucap Hendra.
"Aku gak ada hubungan apa-apa dengan Sandra," kata Hendra.
"Percuma kamu jelaskan aku sudah gak perduli, met malam....," ucapku.
Pelangi lalu menutup pintu tapi dengan cepat Hendra menahan pintu agar pintu tidak bisa tertutup.
"Pelangi, tolong kasih aku kesempatan 10 menit aja untuk ngomong," pinta Hendra.
"Bukannya kamu tadi sudah ngomong dan itu sudah lebih dari 10 menit," sahutku.
"Pliiiisss Pelangi...," ucap Hendra sambil memohon.
"Oke...10 menit gak lebih," sahutku.
"Kita bicara di luar aja," ucapku lagi.
Pelangi lalu duduk di kursi teras diikuti oleh Hendra.
__ADS_1
"Pelangi aku minta maaf, aku memang salah seharusnya aku mendengarkan dulu penjelasanmu," kata Hendra.
"Seharusnya aku harus menyelesaikan masalah bukannya membiarkannya berlarut-larut dan menambah masalah baru," kata Hendra lagi.
Pelangi hanya diam saja mendengarkan semua perkataan Hendra.
"Pelangi aku minta maaf," ucap Hendra.
"Waktu kamu sisa lima menit lagi," ucapku sambil melirik arloji dipergelangan tanganku.
Hendra menghembuskan nafas panjangnya.
"Waktu itu aku cemburu melihat foto-foto kedekatanmu dengan Reza...sore itu juga aku berniat untuk menjemput kamu pulang kerja, tapi aku melihat kamu dengan Reza," jelas Hendra.
"Foto apa? "apa maksud kamu !" tanyaku.
"Sandra yang mengambil gambar-gambar itu, dia melihat kamu dan Reza sedang berduaan," jawabku.
"Terus kamu percaya aja gitu, aku punya hubungan dengan Reza... gila aja, dia itu suami adikku, gak mungkin aku selingkuh dengan Reza," jelasku.
"Waktu itu aku coba hubungin kamu lewat telpon tapi kamu gak angkat telponku...gak lama hp kamu sudah gak aktif," jelas Hendra.
"Aku langsung pergi kerumahmu, tapi kamu gak ada dirumah...gak ada siapa-siapa dirumahmu," kata Hendra.
"Saat itu aku emosi, aku marah, aku cemburu dan kesal...kamu sudah berubah," kata Hendra.
"Waktu itu aku berusaha mencoba untuk menjelaskan sama kamu apa yang terjadi...tapi kamu gak kasih aku kesempatan untuk ngomong," kataku membela diri.
"Aku pergi kekantor kamu untuk menjelaskan semuanya tapi kamu malah pergi sama Sandra," ucapku.
"Sekarang aku gak mau menjelaskan apa pun lagi, karena percuma kita sudah putus," ucapku lagi.
"Asal kamu tau ya sampai detik ini aku gak pernah selingkuh dengan siapa pun apalagi sama Reza suami adikku sendiri," kataku.
"Sudah sepuluh menit waktu kamu sudah habis," kataku sambil berdiri.
"Tapi Pelangi...aku gak mau kita putus," ucap Hendra.
"Gak ada lagi yang perlu kita omongin, sekarang kamu pulang, aku mau tidur," kataku kasar.
"Aku masih cinta, aku masih sayang sama kamu, aku gak mau kita putus," ucap Hendra.
"Seharusnya kamu ngomong itu saat aku bilang putus waktu itu, tapi kamu malah diam aja," kataku kesal.
"Sudah terlambat, aku sudah gak mau ada hubungan lagi dengan kamu," ucapku.
"Kamu laki-laki yang gak bisa berfikir dewasa, bukannya menyelesaikan masalah malah lari dari masalah dan membuat masalah baru, selingkuh dengan Sandra," kataku lagi.
__ADS_1
"Dan itu yang gak bisa ku maafkan, kamu selingkuh dengan Sandra," jelasku.
"Aku gak selingkuh dengan Sandra, aku gak pernah suka apalagi mencintainya, jadi mana mungkin aku ada hubungan sama dia," kata Hendra.
"Tapi kamu memberi harapan sama Sandra," sahutku.
Hendra hanya terdiam mendengar semua perkataan Pelangi.
"Sebaiknya kamu pulang...," ucapku.
"Aku tau kamu masih cinta, kamu masih sayang sama aku...bener kan Pelangi," kata Hendra.
Pelangi hanya diam saja, jujur Pelangi memang masih sayang dengan Hendra. Tetapi Pelangi sudah terlanjur kecewa dengan Hendra, untuk saat ini Pelangi belum bisa untuk menerima Hendra lagi.
"Maaf Hendra untuk saat ini aku belum bisa untuk menjalin hubungan lagi seperti dulu," kataku.
"Aku pengen sendiri dulu," jelasku.
"Pelangi....," ucap Hendra lirih.
"Met malam," ucapku pelan.
Pelangi lalu menuju kedalam rumah dan menutup pintu membiarkan Hendra yang masih terduduk lemas di teras depan rumah. Hendra tidak menyangka kalau hubungannya dengan Pelangi telah berakhir dengan cara seperti ini. Bermula hanya kesalahpahaman tapi mmbuat hubungan Pelangi dan Hendra harus berakhir. Aku akan merebut hatimu lagi Pelangi aku tau kamu masih menyimpan perasaan sayang sama aku batin Hendra. Akhirnya Hendra pulang dengan semangat dan keyakinan kalau suatu hari nanti Pelangi bisa menjadi kelasihnya lagi. Didalam kamar Pelangi merasa sangat sedih harus mengambil keputusan untuk berpisah dengan Hendra. Sebenarnya Pelangi masih menyayangi Hendra tapi dia harus mengambil keputusan untuk berpisah dengan Hendra, agar Hendra bisa berubah menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi.
"Kenapa perpisahan ini sangat berat sekali kurasakan," lirih Hendra.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang....bodoh..bodoh banget aku...aku kehilangan Pelangi....aaaaggghhhh...," teriak Hendra.
Hendra mengambil handphonenya berniat untuk mengirim pesan kepada Pelangi.
"Pelangi...maafkan aku....," pesan Hendra.
Lima menit Hendra menunggu, tidak ada balasan dari Pelangi walaupun pesan yang dikirim Hendra sudah dibaca oleh Pelangi. Mungkin Pelangi masih marah dan gak mau membalas pesanku batin Hendra. Menit kesepuluh akhirnya Pelangi membalas pesan dari Hendra.
"Semua sudah terjadi....aku sudah memaafkan kamu....," balas Pelangi.
"beri aku kesempatan satu kali lagi, aku pengen kita sama-sama lagi seperti dulu," balas Hendra.
"Maaf untuk saat ini, aku gak bisa, aku pengen sendiri dulu," balas Pelangi.
"Kalau memang kita jodoh pasti akan dipermudahkan semuanya....met malam," balas Pelangi lagi.
Hendra tidak membalas pesan dari Pelangi, Hendra hanya bisa pasrah menerima semuanya.
#####
Makasih buat pembaca setia atas dukungannya...maaf karena kesibukan, up nya terlambat...jangan lupa like komen dan votenya ya...makasih🙏🙏🙏🙏
__ADS_1