Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 36 Godaan Dari Sandra


__ADS_3

Ibu Merry tidak terima kalau putra kesayangannya, Hendra lebih memilih Pelangi dan mau menikahinya. Ibu Merry mencari cara untuk memisahkan Hendra dan Pelangi. Ibu Merry menelpon Sandra, dia ingin Sandra membantunya dan sekaligus ingin mendekatkan Hendra dengan Sandra.


"Halo Sandra....," sapa bu Merry.


"Halo tante Merry...apa kabar tante," tanya Sandra.


"Tante baik aja...," jawab bu Merry.


"Sandra, tante bisa gak minta tolong sama kamu," ucap bu Merry.


"Selama Sandra bisa bantu tante Merry, Sandra akan bantu," sahut Sandra.


"Siang ini kamu sibuk gak," tanya bu Merry.


"Gak juga sih tante...pasien Sandra hari ini kebetulan sedikit," jawab Sandra.


"Kamu bisa gak antarin bekal makan siang buat Hendra kekantornya," kata bu Merry.


"Ini tante yang masak khusus buat Hendra, tolong ya Sandra," pinta bu Merry.


"Oh bisa tante dengan senang hati...biar Sandra yang antar makan siangnya Hendra," jawab Sandra.


"Makasih ya Sandra...," ucap bu Merry.


"Ya udah kalau gitu Sandra siap-siap ke rumah tante sekarang ya," kata Sandra.


"Oke...tante tunggu sekarang," sahut bu Merry.


Sandra memberitahukan kepada asistennya kalau dia akan keluar makan siang dan tidak mau diganggu oleh siapapun. Sebenarnya sebagai dokter itu melanggar kode etik kedokteran, sebagai dokter yang baik harus mengenyampingkan urusan pribadi dan mendahulukan pasien, karena dokter sudah disumpah untuk melayani pasien dengan baik. Tapi tidak dengan Sandra, menurutnya ini adalah kesempatan emas yang diberikan bu Merry agar bisa berduaan dengan Hendra. Sandra melajukan mobilnya menuju rumah bu Merry. Dirumah bu Merry sudah menyiapkan bekal makan siang buat Hendra. Nina yang dari tadi memperhatikan mamanya merasa heran, kok tumben mamanya hari ini masak khusus buat kakaknya.


"Mama hari ini gak ke butik," tanya Nina.


"Gak mama hari ini mau di rumah aja," jawab bu Merry.


"Mama pengen masak aja buat kakak kamu, mama sudah lama gak masakin makan siang buat Hendra," kata bu Merry.


"Ya udah nanti biar Nina aja yang antar ke kantor kakak ya ma...," sahut Nina.


"Gak usah kamu dirumah aja temanin mama," ucap bu Merry..


"Nanti yang antar Sandra," ucap bu Merry lagi.


Nina merasa curiga kepada bu Merry, kenapa mamanya malah menyuruh Sandra mengantar makan siang buat Hendra. Pasti mama ada maksud tersembunyi batin Nina. Tidak berapa lama akhirnya Sandra pun datang.

__ADS_1


"Siang tante Merry...," sapa Sandra.


"Hai Nina...," ucap Sandra.


Nina hanya diam saja, dia tidak suka melihat Sandra yang sok akrab dengannya.


"Siang Sandra...ini bekal buat Hendra sudah tante siapkan," ucap bu Merry.


"Maaf ya Sandra tante jadi merepotkan kamu," ucap bu Merry lagi.


"Ooh gak apa-apa tante, Sandra senang bisa bantu tante," kata Sandra.


Nina memandang sinis kepada Sandra, dia tahu kalau Sandra akan menggoda kakaknya dikantor dengan alasan membawakan makan siang buatan tante Merry. Kak Hendra tidak boleh dibiarkan berduaan dengan Sandra, aku akan jadi orang ketiganya, sebelum Sandra datang ke kantor kak Hendra aku harus duluan sampai disana batin Nina. Tanpa sepengetahuan tante Merry, Nina memesan ojek online ke kantornya Hendra.


"Ma...Nina mau keluar dulu ya sebentar, ada yang mau Nina beli," ucap Nina.


"Gak mau pake mobil mama," tanya bu Merry.


"Gak ma..lagi malas bawa mobil," jawab Nina.


"Bareng aku aja, aku antarin," ajak Sandra.


Nina tidak menjawab ajakan Sandra, dia cuma memandang sinis ke arah Sandra.


"Malas ma ngomong sama ular betina...ya udah ma, Nina pergi dulu," ucap Nina.


"Nina...!" kamu gak boleh ngomong gitu sama Sandra," teriak bu Merry.


Nina lalu meninggalkan bu Merry tanpa memperdulikan kata-kata mamanya. Ibu Merry semakin emosi melihat kelakuan Nina seperti itu. Nina tambah benci dengan Sandra karena mamanya selalu membela Sandra. Untunglah ojek online yang dipesan Nina sudah datang, Nina mau kekantor Hendra, dia tidak mau Hendra hanya berduaan dengan Sandra.


"Anak itu dikasih tau malah pergi...," kata bu Merry dengan nada kesal.


"Maaf ya Sandra, Nina memang gitu anaknya, jangan diambil hati," ucap bu Merry.


"Gak apa-apa tante, Sandra maklum kok, anak seumur Nina itu masih labil," kata Sandra.


"Ya udah...ini bekal siang buat Hendra, tolong ya antarin, kamu berangkat sekarang karena ini sudah waktunya makan siangnya Hendra," kata bu Merry.


"Sandra pergi dulu ya tante," kata Sandra.


Dengan hati senang Sandra melajukan mobilnya menuju ke kantor Hendra. Hari ini aku akan berduaan dengan Hendra, tante Merry memang baik memberikan aku jalan untuk bertemu dengan Hendra batin Sandra. Setelah dua puluh menit perjalanan, akhirnya Sandra sampai dikantor Hendra. Setelah bertanya dengan sekretaris Hendra, dengan langkah pasti Sandra ke ruangan Hendra dan mengetuk pintu.


"Masuk...," ucap Hendra dari dalam.

__ADS_1


Hendra sudah tahu kalau Sandra yang datang, karena Nina sudah menceritakan kepada Hendra, kalau tante Merry menyuruh Sandra untuk membawakan bekal makan siang untuk Hendra. Sandra masuk ke ruangan Hendra dan terkejut melihat Nina, dia tidak tahu kalau Nina ada diruangan Hendra. Nina asyik membaca majalah dan pura-pura tidak melihat Sandra.


"Siang, Ndra...ini aku bawakan bekal makan siang tadi tante Merry yang suruh aku antarin," kata Sandra.


"Iya taroh aja diatas meja," ucap Hendra.


Sandra meletakkan bekal makan siang Hendra diatas meja tamu dan dia pun duduk disofa. Sandra sangat kesal dengan Nina, gara-gara ada Nina, dia tidak bisa berduaan dengan Hendra.


'Nina kamu ada disini juga ya," tanya Sandra.


"Memangnya kenapa !" gak boleh aku main kekantor kakakku sendiri," jawab Nina dengan ketus.


Huh..kalau tidak ada Hendra, sudah aku cakar mulut anak kecil ini batin Sandra. Tapi dia tidak bisa melakukan itu, terpaksa dia harus berkata-kata manis kepada Nina.


"Bukan gitu Nina..kan kita bisa barengan tadi kesini," ucap Sandra.


"Aku gak akan biarkan kamu berdua-duaan dengan kakakku, apalagi sampai menggoda kakakku," kata Nina dengan ketus.


"Kamu tau kan kakakku itu sudah punya pacar, namanya Pelangi, jadi jangan pernah berniat mendekati kakakku," kata Nina.


Hendra yang dari tadi berpura-pura lagi fokus di depan komputernya, cuma bisa mendengarkan perbincangan keduanya, matanya masih menatap ke komputer.


"Dengar ya Nina, aku kesini itu disuruh mama kamu buat nganterin makan siang Hendra," ucap Sandra dengan nada tinggi.


"Dan bukannya mau menggoda kakak kamu," kata Sandra kesal.


"Alasan aja..kan kamu bisa aja menolak permintaan mama," ucap Nina dengan ketus.


"Terserah apa yang ada dalam pikiranmu," ucap Sandra.


"Sudah...jangan ribut-ribut disini..ini kantor aku mau kerja," kata Hendra.


"Kalau kalian tidak ada kepentingan lagi disini, silakan kalian bubar," kata Hendra.


"Gak...Nina masih mau disini dulu kak, bete Nina dirumah, suruh aja dia yang pergi kak, malas liat mukanya," kata Nina.


"Aku juga mau pergi kok...," kata Sandra dengan pelan walaupun hatinya sudah sangat kesal dengan Nina.


Setelah berpamitan dengan Hendra, Sandra pun pulang. Awas kamu setan kecil, akan kuadukan sama mama kamu batin Sandra. Nina sangat puas, akhirnya Sandra bisa pergi.


Buat pembaca setia...


Makasih sudah mampir dikaryaku, ditunggu like, coment dan votenya ya...biar Author tambah semangat lagi nulisnya...😍😍😍🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2