
Setelah perkenalan dengan kedua orang tua Hendra, aku sangat yakin hubunganku dengan Hendra akan banyak mendapatkan halangan dari orang tua Hendra terutama mamanya Hendra yaitu tante Merry. Dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya kepadaku tempo hari nampak jelas tante Merry tidak suka denganku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena aku memang tidak selevel dengan mereka. Semakin aku mengenal Hendra, semakin hari aku semakin jatuh cinta dan semakin sayang sama Hendra. Perasaanku yang dulu sama Reza pun sekarang semakin hari semakin menghilang dengan adanya kehadiran Hendra.
"Gimana kemaren malam pertemuan dengan calon mertua," kata Sinta.
"Sukses ya," tanya Sinta lagi.
"Yaah....begitu dah....dibilang sukses ya gak juga, dibilang gak sukses juga gak," kataku.
"Kok gitu, aku jadi penasaran deh, cerita dong," rengek Sinta.
"Gini loh...papanya Hendra, om Anton orangnya baik sepertinya mau menerima keadaanku yang serba kekurangan," ucapku.
"Tapi....mamanya Hendra, tante Merry gak suka sama aku karena aku gak sebanding, gak selevel dengan mereka," kataku lagi.
"Tante Merry pengennya sih anaknya dapat pasangan yang sama kaya mereka, sama-sama orang kaya," ucapku.
"Masih ada aja ya jaman sekarang, orang menilai orang lain dengan harta semakin banyak harta semakin tinggi derajat seseorang," kata Sinta.
"Ada kok banyak bukan cuma disinetron aja," sahutku.
"Ya udah, kamu yang sabar aja ya, jodoh gak akan kemana kok," ucap Sinta sambil tersenyum.
"Iya Sin, aku cuma bisa pasrah aja dan berdoa, kalau memang aku dan Hendra gak bisa bersatu karena banyak perbedaan ya udah aku terima," kataku.
"Oke....sekarang kita kerja lagi cari uang yang banyak biar jadi orang kaya," kataku.
"Hahaha....dasar kamu tuh ya sekarang fokusnya duit," sahut Sinta tertawa.
#####
Sore ini Hendra berjanji mau menjemput aku sepulang kerja nanti. Lama juga aku menunggu Hendra, karena memang jarak dari kantornya dan tempat kerjaku lumayan jauh. Sore seperti ini juga biasanya jalanan macet karena ini adalah waktunya para karyawan pulang kerja. Hampir satu jam aku menunggu akhirnya Hendra datang juga. Dia tersenyum memandangku dan membukakan pintu mobilnya buatku.
"Maaf ya sayang, aku terlambat jemputnya," kata Hendra.
"Iya gak apa-apa kok," sahutku.
"Aku minta maaf ya," ucap Hendra.
"Maaf....maaf untuk apa !" tanyaku heran.
"Kamu gak ada salah apa-apa sama aku," kataku lagi.
__ADS_1
"Maafkan atas kata-kata mama, aku tau kamu pasti sedih mungkin juga sakit hati atas ucapan mama," kata Hendra.
"Jujur aku sedih mendengar kata-kata mama kamu," sahutku.
"Tapi aku gak sakit hati kok, mama kamu benar orang yang gak punya seperti aku, gak pantas bergaul dengan orang kaya seperti kamu," ucapku.
"Sudah...aku gak mau mendengar kamu ngomong seperti itu," ucap Hendra.
"Lebih baik kamu pikirkan lagi hubungan kita, Ndra," ucapku.
"Aku gak pantas sama kamu, lebih baik kamu cari yang lain aja yang sepadan denganmu," kataku lagi.
"Sudah cukup Pelangi, aku gak mau dengar kamu ngomong kaya gitu lagi," kata Hendra.
"Aku gak akan menyerah hanya karena masalah ini, aku harap kamu juga gak menyerah dan mau berjuang bersamaku," kata Hendra lagi.
"Aku mencintaimu dan sayang sama kamu gak mungkin aku mencari wanita lain lagi," ucap Hendra.
"Aku tau kamu masih belum bisa mencintai dan menyayangi aku makanya kamu dengan mudahnya menyuruh aku mencari wanita lain," sahut Hendra.
"Kamu salah...aku sangat mencintai kamu Hendra, dihatiku sudah tidak ada lagi laki-laki lain selain kamu," kataku.
"Benarkah apa yang kamu bilang," kata Hendra.
Hendra memandang kearahku, menggenggam kedua jemari tanganku dan menciumnya.
"Makasih ya sayang sudah mau mencintaiku, aku berjanji akan selalu setia dan melindungimu," ucap Hendra.
Hendra menarik tubuhku kedalam pelukannya dan mencium rambutku. Aku merasa nyaman berada dalam pelukannya. Kami lalu saling berpandangan, wajah kami sangat dekat. Hendra lalu memegang daguku dan mencium dengan lembut bibirku. Deg, dadaku berdebar kencang. Lama Hendra mencium bibirku dan aku juga menikmati ciuman dari Hendra. Setelah merasa puas Hendra pun melepaskanku.
"Maaf Pelangi...aku lakukan itu karena aku sangat mencintaimu dan aku gak mau kita pisah," kata Hendra.
"Kita pulang sekarang ya atau kita mampir dulu beli oleh-oleh buat ibu," kata Hendra lagi.
"Terserah kamu aja," ucapku.
"Ya udah kalau gitu kita mampir dulu beli kue buat ibu ya," sahut Hendra.
Setelah membeli oleh-oleh buat ibu dirumah, Hendra mengantarkan aku pulang kerumah. Setelah pamit denganku dan ibu Hendra langsung pulang karena hari sudah menjelang malam.
#####
__ADS_1
Malam ini diruang makan, aku dan ibu mengobrol tentang pertemuanku dengan orang tua Hendra tempo hari.
"Jadi mamanya Hendra gak suka sama kamu nak," ucap ibu.
"Dari ucapan-ucapannya tante Merry kayanya memang gak suka sama Pelangi bu," sahutku.
"Tante Merry mau anaknya dapat pasangan yang sebanding, selevel dengan keluarga mereka bu," kataku.
"Kalau om Anton, papanya Hendra gak gitu bu, beliau masih mau bercanda dengan Pelangi," ucapku.
"Om Hendra sepertinya gak mempermasalahkan status bu, beliau sangat ramah sama Pelangi," ucapku lagi.
"Terus gimana dengan Hendra, apa dia menuruti semua kemauan mamanya untuk mencari pasangan yang sederajat," tanya ibu.
"Hendra gak setuju dengan tante Merry, dia punya pendapat sendiri bu," jawabku.
"Hendra pengennya mempertahankan hubungan dengan Pelangi bu," kataku.
"Pelangi juga gak mau menikah dengan Hendra kalau tante Merry gak merestui kami bu," ucapku.
"Maafkan ibu ya nak gak bisa membahagiakan kamu dengan keadaan kita seperti ini kebahagiaanmu harus terhalang," ucap ibu dengan sedih.
"Ibu ngomong apa sih, kok gitu ngomongnya Pelangi gak suka ibu," ucapku.
"Kebahagiaan Pelangi itu ya ibu, bukan diukur dengan keadaan kita seperti sekarang ini bu," ucapku lagi.
"Kebahagiaan itu kita yang ciptakan bu, bukan dari materi," kataku.
"Kalaupun nantinya Pelangi tidak menikah dengan Hendra itu artinya memang kita berdua tidak berjodoh, itu namanya takdir," kataku.
"Sekarang Pelangi sadar bu, sekuat apapun kita menginginkan dan mempertahankan seseorang kalau gak jodoh pasti gak bakalan mendapatkannya," ucapku.
"Kamu yang sabar ya Pelangi, ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kebahagiaanmu," sahut ibu.
"Kamu juga anak yang baik, anak yang berbakti kepada orang tua, Insya Allah kamu akan mendapatkan kebahagiaan nak," ucap ibu.
"Amiiin bu...terima kasih doanya ya bu," sahutku.
"Ya udah, kalau sudah selesai makannya langsung diberesin aja ya nak," ucap ibu.
"Ibu langsung istirahat aja ya dikamar, badan ibu pegal semua," ucap ibu lagi.
__ADS_1
"Iya bu, nanti Pelangi beresin semua kasian ibu capek istirahat aja ibu," kataku.
Kasihan ibuku seharian bekerja dari subuh bangun membuat kue pesanan setelah itu lanjut lagi mengerjakan pekerjaan rumah. Aku sudah berkali-kali melarang ibu menerima pesanan kue tapi ibuku tetap tidak bisa dikasih tahu. Alasan ibu sih ibu senang saja melakukan itu semua. Aku berdoa semoga ibu selalu diberi kesehatan dan panjang umur.