Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 60 Membatalkan Janji


__ADS_3

Hubungan Pelangi dan Hendra kini terjalin lagi sebagai sepasang kekasih, bahkan Hendra berniat untuk menikahi Pelangi secepatnya. Ibu pun sudah menyetujui keputusan yang telah diambil oleh Pelangi. Pelangi harus menyampaikan keputusannya untuk menikah dengan Hendra kepada Reza. Malam ini seperti biasa Reza datang ke rumah Pelangi untuk menjenguk Gilang. Pelangi dan Gilang lagi asyik bermain diruang tamu. Mereka bertiga akhirnya bermain bersama.


"Za....," ucapku tiba-tiba.


"Iya Pelangi....ada apa ?" tanya Reza pelan.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ucapku dengan hati-hati.


"Ngomong aja Pelangi....," sahut Reza sambil menghentikan permainannya dengan Gilang.


"Kita ngomong diteras depan aja," ucapku.


"Biar nanti aku minta tolong sama ibu untuk bermain dengan Gilang sebentar," kataku lagi.


Tanpa menunggu persetujuan dari Reza, Pelangi lalu berdiri menuju kamar ibunya dan meminta tolong kepada ibu untuk menjaga Gilang karena Pelangi akan membicarakan hal penting dengan Reza. Tidak berapa lama ibu dan Pelangi sudah menuju ruang tamu tempat dimana Gilang sedang bermain.


"Gilang main sama nenek dulu ya sebentar," ucapku kepada bocah itu.


Gilang tersenyum manis kearah Pelangi lalu menganggukkan kepalanya.


"Gilang pinter...Gilang main dulu ya sama nenek, papa sama tante Pelangi mau duduk diluar sebentar ya," kata Reza.


"Iya papa....," ucap Gilang dengan suara lucunya.


Reza lalu mencium pucuk kepala Gilang dan berdiri menuju teras rumah yang diikuti oleh Pelangi. Mereka lalu duduk dikursi teras depan.


"Apa yang mau kamu omongin Pelangi ?" tanya Reza.


Pelangi terdiam sebentar, dia mencari kata-kata yang tepat untuk menyampaikan keputusannya agar Reza tidak marah nantinya.


"Za....sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu....," ucapku pelan.


"Ini tentang janjiku kepada Sari," ucapku lagi.


"Langsung aja Pelangi....apa keputusanmu ?" tanya Reza dengan raut muka yang serius.


"Maaf Za....aku gak bisa menikah dengan kamu," kataku.


"Apa !" ucap Reza keras.


"Aku gak bisa menikah dengan kamu karena aku akan menikah dengan orang lain," sahutku.


"Tapi Pelangi....kamu sudah berjanji dihadapan Sari sebelum dia meninggal kalau kamu bersedia menikah dengan aku," kata Reza agak sedikit keras.


"Kamu wanita munafik Pelangi...," teriak Reza.


"Semudah itu kamu berjanji dan semudah itu juga kamu ingkari...janji yang kamu buat dengan adik kandungmu sendiri Pelangi," kata Reza.


"Waktu itu aku gak ada pilihan lain, Sari terus mendesak aku, aku sudah berkali-kali menolaknya," ucapku.


"Dari pertama kali dia memintaku untuk menikah denganmu, aku menolaknya," ucapku.


"Sampai waktunya Sari akan pergi, dia masih saja memintaku untuk menikah denganmu," ucapku lagi.

__ADS_1


"Saat terakhirnya aku terpaksa menerima permintaannya untuk menikah denganmu," kataku.


"Oooh....jadi kamu cuma terpaksa menerima permintaan Sari...," ucap Reza.


"Tega banget kamu Pelangi membohongi Sari disaat-saat terakhir kepergiannya," kata Reza.


"Gimana kalau kamu ada diposisi aku," tanyaku.


"Apa yang akan kamu lakukan," tanyaku lagi.


"Yang pasti aku gak akan menjadi orang yang munafik," ucap Reza dengan nada yang sinis.


"Terserah apa penilaian kamu terhadap aku, aku gak perduli," ucapku.


"Aku baru tahu kalau kamu ternyata seorang wanita munafik Pelangi," sindir Reza.


"Selama ini penilaianku salah terhadap kamu," ucap Reza.


"Kupikir kamu itu seorang wanita yang berkepribadian baik ternyata perkiraanku salah selama ini." ucap Reza lagi dengan kasar.


"Dasar wanita munafik," ucap Reza lagi.


"Aku tahu kamu kecewa... sekali lagi aku minta maaf karena telah mengecewakanmu," kataku.


"Gak ada lagi yang bisa aku lakukan disini...," ucap Reza.


"Aku akan membawa Gilang pulang kerumahku," ucap Reza lagi.


"Gilang itu anakku, darah dagingku jadi aku berhak membawa Gilang kemana pun," bentak Reza.


Reza sangat kecewa dengan keputusan Pelangi, sebenarnya Reza masih mencintai Pelangi dan berharap bisa bersama-sama dengan Pelangi. Reza ingin Pelangi menjadi ibu


dari Gilang tetapi itu semua sia-sia karena Pelangi lebih memilih laki-laki lain yang mendampinginya.


"Jujur Pelangi...aku masih mencintai kamu," ucap Reza


"Sekali lagi aku minta maaf udah mengecewakan kamu," ucapku.


"Tapi ini sudah pilihan hidupku, aku ingin hidup bahagia dengan laki-laki yang aku cintai, aku mencintai Hendra...maafkan aku, Za...," kataku.


"Kalau gitu....aku pamit, malam ini juga aku akan bawa Gilang," ucap Reza sambil berdiri menuju ruang tamu.


"Reza tunggu...," ucapku.


Reza terus saja berjalan tanpa memperdulikan panggilan Pelangi. Pelangi hanya bisa mengikuti Reza dibelakang. Diruang tamu ibu dan Gilang masih asyik bermain mobil-mobilan.


"Bu....malam ini saya mau bawa Gilang pulang ke rumah bu, Gilang tinggal sama saya," kata Reza.


"Loh...kenapa nak...ada apa ?" ucap ibu terkejut.


"Pelangi sudah memutuskan untuk menikah dengan orang lain, jadi gak ada lagi yang harus saya lakukan disini bu...," kata Reza.


"Mungkin lebih baik Gilang tinggal dengan saya aja bu...," kata Reza.

__ADS_1


"Tapi nak....," ucap ibu pelan.


"Bu...ibu bisa menjenguk Gilang kapan aja ibu mau," ucap Reza memotong perkataan ibu.


"Baiklah nak...kalau itu keputusan kamu," ucap ibu.


"Ibu akan siapkan dulu pakaian Gilang nak...," ucap ibu lagi.


Ibu lalu menyiapkan semua pakaian dan barang-barang perlengkapan Gilang. Pelangi masih duduk disamping Gilang tanpa berkata apa-apa.


"Gilang ayo ikut papa...kita pulang ya nak," ucap Reza.


"Gak mau pa...," ucap Gilang yang sudah bisa mengucap kata-kata dengan suara kecilnya.


"Ayo nak jangan nakal...nurut sama papa...," bentak Reza.


Gilang kaget mendengar bentakan Reza dan kemudian menangis.


"Za... kamu gak boleh bentak Gilang kaya gitu, kasian Gilang," ucapku.


"Kamu gak usah ikut campur, Gilang itu anakku," ucap Reza dengan ketus.


''Cup...cup...anak pintar gak boleh nangis ya....," ucapku kepada Gilang.


"Anak pintar harus nurut sama papa, gak boleh nakal, oke ganteng," ucapku lagi.


"Oke tante Angi...," ucap Gilang lalu berhenti menangis.


Pelangi berhasil membujuk Gilang untuk menurut kepada Reza. Pelangi merasa kasihan melihat Gilang, hatinya sangat sedih harus berpisah dengan bocah yang menggemaskan itu. Tidak berapa lama ibu pun datang dengan membawakan barang perlengkapan Gilang berupa pakaian dan mainannya.


"Bu....saya pamit dulu ya...," ucap Reza.


"Iya nak....kamu hati-hati ya nak," sahut ibu.


"Iya bu, makasih selama ini sudah merawat Gilang dengan baik," ucap Reza.


Setelah berpamitan kepada ibu dan Pelangi, Reza dan Gilang pun pulang kerumah mereka. Pelangi merasa bersalah, karena dia Gilang akhiirnya dibawa pulang oleh Reza.


"Bu....maafkan Pelangi," ucapku.


"Gara-gara Pelangi...Gilang dibawa Reza," ucapku lagi.


"Kamu gak salah Pelangi, itu hak kamu dalam memutuskan siapa pendamping hidup kamu," kata ibu dengan bijaksana.


"Percuma kalau kamu menikah dengan laki-laki yang gak kamu cinta...pasti pernikahanmu tidak akan bahagia," kata ibu lagi.


"Iya bu...," jawabku.


"Ayo kita tidur nak, ibu sudah ngantuk," ucap ibu.


"Iya bu...," sahutku lagi.


Pelangi dan ibu kemudian masuk kamar masing-masing. Malam itu mereka tidur dengan membawa kesedihan karena harus berpisah dengan Gilang.

__ADS_1


__ADS_2