
"Ibu,gimana nilai-nilai ujian Sari semester ini,apa semuanya bagus-bagus,bu," tanyaku kepada ibu.
"Ibu belum tahu Pela,Sari belum ada mengirimkan nilai-nilai ujiannya mungkin dia masih sibuk jadi lupa," kata ibu.
Aneh biasanya Sari tidak pernah lupa mengirimkan nilai-nilai ujian semesternya kepada ibu,sebelum libur kuliah pasti nilainya sudah dikirim. Dari dulu Sari memang punya kebiasaan mengirimkan nilai-nilai ujian semesternya kepada ibu,supaya aku dan ibu tahu bahwa dia sana benar-benar kuliah bukan sekedar main-main. Aku dan Ibu memang kurang yakin dengan Sari karena dalam melakukan hal penting Sari tidak pernah serius.
"Ya sudah,bu nanti biar Pelangi yang coba tanyakan sama Sari sekalian Pelangi mau ngomong tentang acara lamaran Reza nanti bu," kataku.
Aku mengambil telpon genggamku dan langsung mencari nomor Sari.
"Halo,Assalamualaikum Sar,gimana keadaanmu disana,kok sekarang kamu jarang menghubungi aku atau ibu sih," tanyaku kepada Sari.
"Waalaikumsalam kak,kalau nanya satu-satu kak," jawab Sari dengan nada kesal.
__ADS_1
"Aku disini baik-baik aja sehat- sehat selalu,maaf kak aku sibuk banget sama kerjaanku,aku kan masih kerjanya magang jadi harus fokus dengan kerjaan kak,jadi ya harap maklum kalau aku jarang menelpon kak Pelangi atau Ibu," kata Sari lagi.
"Iya aku dan ibu ngerti kok," jawabku.
"Maaf ya aku aku nanya gitu aku cuma khawatir aja,oh iya kamu belum mengirimkan nilai hasil ujianmu semester ini,ibu sama kakak mau lihat hasilnya," kataku.
"Iya kak Sari lupa mengirimkannya,nanti ya kak, Sari kirimkan nilai-nilai hasil ujian Sari,Alhamdulillah bagus-bagus kak gak ada mata kuliah yang mengulang," jawab Sari.
"Oh iya Sar,kakak mau kasih tau kamu kalau kakak sebentar lagi mau menikah sebelum nikah nanti,kakak mau mengadakan pertemuan keluarga jadi semua keluarga harus kumpul ya biar semua kenal,kamu kan belum kenal calon suami kakak nanti kalau sudah mau dekat acaranya kakak kabarin lagi dan kamu harus datang,gak ada alasan apa-apa pokoknya kamu harus datang," kataku menjelaskan kepada Sari.
"Tapi kak,sampai akhir tahun ini Sari gak bisa pulang,tolong kak ngerti keadaan Sari," sahut Sari.
"Masa sih gak bisa izin dua atau tiga hari,kan kamu bisa minta tolong sama Dewi buat ngomong sama ayahnya,perusahaan itu kan milik ayahnya," aku tetap berkeras kepada Sari.
__ADS_1
"Nanti biar kakak yang jemput kamu kesana sekalian kakak mau main ke rumah kontrakanmu itu,sebelum menikah kakak mau jalan-jalan dulu ke tempatmu," kataku lagi.
"Jangan...kakak gak usah kesini nanti biar Sari usahakan untuk pulang," Sari berkata dengan nada yang agak tinggi.
"Memang kakak gak boleh main ke tempatmu Sar," tanyaku.
"Ya sudahlah kak aku capek berdebat sama kakak,aku mau istirahat dulu," Sari lalu mematikan telponnya.
Aku merasa tidak puas dengan jawaban-jawaban Sari tadi,kenapa dia sepertinya tidak senang kalau aku ketempatnya apa sebenarnya yang telah dia sembunyikan dari aku dan ibu. Aku masih bertanya-tanya dalam hati,aku harus mencari tahu penyebabnya.
"Apa aku tanyakan aja ya ke Dewi,mungkin aja Dewi tahu," pikirku.
Tanpa pikir panjang lagi aku lalu menemui ibu dan meminta nomor telepon Dewi mungkin saja ibu mempunyai. Untunglah ibu punya nomor Dewi nanti aku akan menelpon Dewi menanyakan tentang Sari.
__ADS_1