Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 62 Persiapan Lamaran


__ADS_3

Pagi ini Pelangi bangun dengan hati yang sangat senang, karena malam ini Hendra akan datang untuk menemui ibunya untuk melamar Pelangi dan membicarakan pernikahan mereka. Pelangi dan Hendra sudah memutuskan untuk menikah secepatnya meskipun tanpa restu dari tante Merry ibunya Hendra. Sebelumnya Pelangi sudah membicarakan tentang pernikahannya dengan ibunya dan ibu pun menyetujui keputusan yang diambil Pelangi selama keputusan itu baik. Didapur ibu sudah sibuk untuk mnyiapkan bahan - bahan untuk membuat makanan dan kue-kue untuk menyambut kedatangan Hendra dan ayahnya, tante Merry dipastikan tidak akan datang karena ibunya Hendra tidak menyukai Pelangi.


"Pelangi, nanti setelah kamu sholat terus bantu ibu ya didapur," pinta ibu.


"Iya bu...ibu mau masak banyak ya.." kataku melihat bahan - bahan makanan yang berantakan diatas meja dapur.


"Iya untuk menyambut calon menantu dan calon besan nanti malam," kata ibu sambil tersenyum.


"Tapi kan yang datang cuma Hendra dengan bapaknya bu, tante Merry pasti gak bakalan mau datang," kataku menjelaskan.


"Masa harus masak makanan sebanyak itu, kan mubajir kalau gak dimakan, " ucapku sedikit protes.


"Ya gak apa-apa lah nak, kita sekali - kali masak banyak....nanti kalau gak habis kita bisa bagi-bagi kan ke tetangga, ya sedekah lah sesama tetangga," kata ibu lagi.


"Sekarang kamu cepat mandi terus sholat setelah itu bantu ibu, karena banyak yang harus kita masak hari ini," perintah ibu.


"Iya sudah kalau gitu bu....Pelangi mandi dulu ya," ucapku.


"Iya nak," ucap ibu.


Ibu lalu melanjutkan pekerjaannya untuk memasak beberapa menu makanan yang akan dihidangkan nanti untuk menyambut kedatangan Hendra dan orang tuanya untuk melamar Pelangi sekaligus membicarakan hari pernikahan mereka. Walaupun acara lamaran Pelangi tidak terlalu mewah tapi ibu akan memberikan yang terbaik buat Pelangi putri yang tinggal satu - satunya setelah Sari meninggal. Setelah selesai mandi dan menunaikan ibadah sholat subuh, Pelangi bergegas ke dapur untuk membantu ibunya. Ada beberapa menu makanan berat yang akan dibuat dan juga beberapa macam kue yang akan disajikan nanti. Untung ibu dan Pelangi sudah terbiasa membuat berbagai macam makanan dengan enak dan cepat karena ibu sering memasak buat orderan catering dan snack box. Menjelang sore hari semua makanan dan kue-kue pun sudah selesai dibuat dan ditata dengan rapi.


"Akhirnya selesai sudah pekerjaan kita nak, " ucap ibu.


"Iya bu....sebaiknya ibu beristirahat biar nanti Pelangi yang bersihkan dapurnya bu, kasian ibu belum sempat istirahat," kataku melihat ibu yang sudah kelelahan.


"Ya sudah ibu istirahat sebentar ya nak, badan ibu pegal semua," kata ibu.


"Iya bu...," sahutku.


Ibu masuk ke kamarnya, Pelangi pun melanjutkan untuk membersihkan dapur yang masih kotor. Hanya butuh waktu dua jam akhirnya pekerjaan Pelangi pun selesai. Dapur yang tadinya berantakan dan kotor sekarang menjadi bersih dan rapi, Pelangi senang dengan hasilnya.


"Akhirnya selesai juga....," ucapku senang.

__ADS_1


Setelah itu Pelangi bergegas pergi ke kamarnya dan membuka isi lemari pakaiannya. Pelangi masih bingung pakaian apa yang harus dipakainya nanti malam. Satu persatu pakaian di dalam lemari dikeluarkannya. Akhirnya pilihan Pelangi jatuh pada baju gamis brokat warna coklat yang kelihatan sangat elegan. Tidak lupa Pelangi memadukannya dengan jilbab yang berwarna senada dengan bajunya. Pelangi pun mencoba mengenakan baju dan jilbab itu dan dia merasa sangat puas ketika dia bercermin memandang dirinya.


"Baju ini aja yang aku pakai nanti malam," ucap Pelangi lirih.


Tidak berapa lama, handphone Pelangi pun berbunyi. Pelangi bergegas untuk mengangkatnya yang ternyata dari Hendra.


"Halo sayang....lagi apa nih," tanya Hendra.


"Aku lagi nyiapin baju yang nanti akan dipakai nanti malam," jawabku.


"Baju apa pun yang kamu pakai nanti malam, pasti kamu akan terlihat cantik," kata Hendra.


"Uuuuh....gombal kamu," ucapku sambil tertawa.


"Aku gak gombal sayang...aku ngomong tu jujur apa adanya, kamu calon istriku yang sangat cantik," jelas Hendra lagi.


"Kalau sekarang kamu ada dihadapanku langsung, pasti aku akan langsung cium kamu," kata Hendra menggoda Pelangi.


"Kalau kamu ada dihadapanku dan cium aku pasti kamu akan aku tabok," sahutku lagi sambil tertawa.


"Iihh...kamu sadis ternyata ya...," ucap Hendra ikut tertawa.


"Habis kamu mulai genit sih sekarang," ucapku lagi.


"Aku sudah gak sabar pengen secepatnya menikahimu Pelangi," kata Hendra.


"Iya aku juga...," sahutku pelan.


"Ya udah kalau gitu....kita ketemu nanti malam ya," kataku lagi.


"Eiit...tunggu dulu...jangan ditutup dulu telponnya, aku mau kasih tau kamu sesuatu," kata Hendra.


"Nanti malam aku datang dengan kedua orang tua ku melamar kamu," kata Hendra lagi.

__ADS_1


"Mama akan datang juga," ucap Hendra senang.


Pelangi hanya bisa terdiam mendengar perkataan Hendra tadi. Pelangi masih ragu, apa benar mamanya Hendra, tante Merry mau datang juga di acara lamaran nanti malam. Tante Merry selama ini tidak pernah menyukai Pelangi apalagi untuk merestui hubungan mereka. Pelangi masih bertanya-tanya dalam hati, apa mungkin tante Merry sudah merestui hubungannya dengan Hendra atau tante Merry datang hanya untuk membuat keributan di acara lamaran nanti dan berusaha menggagalkan semuanya. Pelangi hanya bisa menggelengkan kepala ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan tante Merry nanti.


"Halo Pelangi...," panggil Hendra.


"Halo...halo...halo...," panggil Hendra lagi karena tidak ada respon dari Pelangi.


"Halo sayang...kamu baik-baik aja kan," tanya Hendra.


"Iya Ndra....aku baik-baik aja," jawabku.


"Aku cuma kaget aja tadi mendengar mamamu mau datang nanti malam," kataku.


"Bukannya aku gak senang mamamu mau datang....tapi aku takut..," kataku lagi.


"Kan bagus sayang... itu artinya mama sudah merestui hubungan kita," kata Hendra.


"Atau malah sebaliknya mamamu datang untuk mengacaukan acara kita," tegasku.


"Bukan aku berburuk sangka sama mama kamu...kamu tau sendiri kan kalau mama kamu itu dari dulu gak suka sama aku," kataku lagi.


"Ya sudah sekarang ga usah kita bahas masalah mama, semoga nanti malam acara kita lancar-lancar aja," kata Hendra.


"Kamu gak usah takut, mamaku gak bakalan setega itu menghancurkan kebahagiaan anaknya," kata Hendra lagi.


"Tapi.....," ucapanku terpotong oleh Hendra.


"Ya sudah dulu...kita ketemu nanti malam ya sayang...," ucap Hendra.


"Iya sayang....," jawabku.


Setelah telpon dimatikan, Pelangi masih terdiam. Pelangi masih tidak percaya atas apa yang dikatakan Hendra tadi. Apa benar tante Merry akan datang malam ini untuk memberi restu. Tante Merry sangat membenci Pelangi dari pertama kali mereka bertemu sampai sekarang. Apa tante Merry sudah berubah dan mau menerima Pelangi. Atau tante Merry hanya berpura-pura saja. Berbagai macam pikiran menghampiri Pelangi. Pelangi hanya bisa berdoa semoga acara lamarannya nanti malam lancar tanpa ada gangguan.

__ADS_1


__ADS_2