Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 12 Perkawinan Yang Menyedihkan


__ADS_3

Sudah masuk enam bulan usia kandungan Sari,perutnya semakin kelihatan besar. Seperti biasa Reza masih bersikap dingin kepada Sari,berkata hanya seperlunya saja. Seperti biasa juga Sari tetap melayani suaminya,memasak dan menyiapkan makanan sebelum berangkat kerja walaupun Reza jarang mau memakannya dia lebih senang sarapan diluar rumah.


"Aku hari ini buat sarapan nasi goreng dan ayam goreng,mas Reza kita makan sama-sama ya," kata Sari dengan lembut.


"Hari ini aku sarapan dikantor," jawab Reza dengan nada suara yang keras.


"Tapi mas,aku sudah siapin sarapan,masa kamu gak menghargai sedikitpun sih,aku sengaja bangun subuh untuk masak semua ini,semua aku lakukan buat kamu mas," teriak Sari.


"Hey,kamu berani ya sekarang bentak-bentak aku," kata Reza semakin emosi.


"Aku gak bentak kamu mas,aku cuma mau kamu sedikit aja menghargai pengorbananku selama ini,aku sudah capek mas selama ini aku cuma diam kamu perlakukan aku seenak hatimu,aku juga manusia yang punya batas kesabaran,aku memang bersalah sama kamu mas tapi aku ini istrimu dan aku lagi hamil anak kamu mas," tangis Sari mulai pecah.


"Cukup aku tidak mau dengar ocehanmu itu,lagi pula selama ini aku gak pernah menyuruh kamu untuk melayani aku,gak perlu kamu mengurusi hidupku,aku menikah denganmu itu hanya karena bayi yang ada dalam kandunganmu,aku capek pagi-pagi harus mendengar ocehanmu yang gak berguna itu," teriak Reza lagi. Reza lalu pergi meninggalkan Sari yang masih menangis.


"Ya Tuhan perkawinan apa yang kujalani saat ini,mungkin ini hukuman dari Tuhan atas semua kesalahanku dan dosa-dosaku selama ini aku sudah membohongi ibu,menikah diam-diam tanpa restunya,ibu ampuni aku," isak tangis Sari semakin kencang.


Sari masuk kekamarnya dan berbaring diatas tempat tidurnya,dia masih saja menangis sambil mengelus-elus perutnya.


"Kasian kamu sayang papamu tidak perduli denganmu,maafkan mama ya sayang,mama berjanji kepadamu nak akan selalu membahagiakanmu dan melindungimu,mama akan melakukan apapun buatmu sayang," kata Sari.


Sari lalu mengambil handphonenya dan menelpon Dewi. Tidak berapa lama telpon tersambung dan terdengar suara Dewi.


"Halo Wi,maaf ya mengganggu kamu pagi-pagi begini," kata Sari dengan suara yang serak karena habis menangis.


"Halo Sar,kamu kenapa kok suara kamu serak kaya gitu,kamu habis nangis ya," kata Dewi.

__ADS_1


"Gak wi,tadi aku habis bertengkar lagi dengan Reza,biasalah,Wi dia selalu buat aku nangis," kata Sari menjelaskan.


"Sar, kalau memang kamu gak tahan dengan pernikahan yang sekarang kamu jalani buat apa diteruskan,buat apa dipertahankan karena akan saling menyakiti lebih baik secepatnya kalian berpisah,memang berat sih kalau memang berpisah jalan yang terbaik ya lakukan," kata Dewi.


"Tapi aku mencintai Reza,Wi walaupun sedikitpun dia tidak mencintai aku makanya aku pertahankan kandunganku ini,kalau aku bercerai kasihan anak ini nantinya Wi,aku akan mempertahankan perkawinanku walaupun Reza tidak menganggap aku selayaknya seorang istri,aku yakin Reza pasti bisa berubah. Mungkin setelah anak ini lahir dan melihat anaknya,Reza bisa berubah pikiran tidak menceraikanku. Aku akan memohon kepada Reza demi anakku apapun akan aku lakukan Wi," jawab Sari.


"Ya sudahlah,kalau memang itu yang menjadi keputusanmu aku akan tetap mendukungmu dan selalu mendoakanmu yang terbaik," sahut Dewi lagi.


"Makasih ya,Wi kamu memang sahabatku yang terbaik aku gak tau kalau gak ada kamu,aku gak tau harus cerita kepada siapa lagi,ooh iya Wi aku tadi menelpon kamu mau minta tolong sama kamu,bisa gak siang ini temani aku ke rumah sakit aku mau kontrol kandunganku,aku mau lihat perkembangannya," kata Sari.


"Pasti bisalah kebetulan siang ini aku gak ada mata kuliah jadi bisa temani kamu seharian,nanti jam 1 siang aku jemput kamu ya," jawab Dewi.


"Oke Wi,nanti kalau aku sudah siap aku kabarin kamu lagi ya...maksih banyak ya Wi," sahut Sari.


"Oke siap....."kata Dewi.


\#\#\#\#\#


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"Makasih ya,Wi sudah temani aku periksa dan sudah mau ngajakin ibu hamil jalan,dibeliin perlengkapan bayi lagi aku jadi gak enak nih," kata Sari sambil tertawa.


"Aku senang kok jalan sama ibu hamil," jawab Dewi.


Setelah mengantarkan Sari kerumahnya,Dewi pun pamit pulang. Sesampainya didepan rumah Sari melihat ruang tamu masih gelap lampunya belum dinyalakan. Mobil Reza pun belum ada di halaman. Sari menyalakan lampu diruang tamu dan duduk disofa.

__ADS_1


"Sudah jam 7 lewat mas Reza kok belum pulang ya,kemana dia apa dia gak mau pulang setelah pertengkaran tadi pagi," tanya Sari dalam hati.


Tidak berapa lama terdengar suara mobil Reza dihalaman. Reza masuk kedalam rumah dengan wajah yang lelah,dia melihat Sari diruang tamu.


"Baru pulang ya mas," tanya Sari dengan suara yang lemah lembut.


"Kamu gak liat apa....? kalau sudah tahu aku pulang,ngapain kamu tanya lagi," bentak Reza.


"Iya mas Reza,maaf aku buatkan makan malam ya mas," kata Sari.


"Aku sudah makan tadi diluar," jawab Reza dengan ketus.


"Kalau gitu aku buatkan air hangat ya buat mas mandi," tanya Sari lagi.


"Sudah cukup Sar kamu tidak perlu mengurusi aku,kamu urus aja hidup kamu sendiri,bisa kan kamu gak ganggu hidup aku," teriak Reza.


"Tapi mas,aku cuma menjalankan kewajibanku sebagai istri," kata Sari dengan nada tinggi.


"Ooh,jadi kamu menyindir aku gak menjalankan kewajibanku sebagai suami gitu maksudmu,dengar ya aku gak pernah menganggap kamu istriku,aku gak pernah sediktpun mencintaimu,kita menikah itu karena kesalahanmu,kamu cuma ingin hartaku aja kan,aku juga gak yakin kalau anak yang kamu kandung itu anakku," bentak Reza.


"Kamu memang gak punya hati mas,keterlaluan kamu,ini benar anakmu mas,aku memang bersalah sama kamu mas,waktu itu buat kamu mabuk sampai terjadi hubungan itu,aku melakukan itu semua karena aku suka sama kamu mas semenjak pertama kali bertemu denganmu," kata Sari.


"Waktu itu kamu juga sangat menikmati kan mas tubuh aku," kata Sari lagi.


"Tutup mulut kamu ya,saat itu aku lagi mabuk berat kalau aku sadar gak mungkin aku mau bercinta dengan perempuan seperti kamu," bentak Reza.

__ADS_1


Reza lalu meninggalkan Sari yang sudah menangis,masuk kekamarnya sambil membanting pintu dengan keras. Sari menuju kamarnya sambil menangis keras menumpahkan semua kesedihannya sampai dia terlelap.


__ADS_2