Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 30 Kejutan Dari Nina


__ADS_3

"Ma, pagi ini Nina ikut mama ke butik ya ma," kata Nina.


"Iya boleh daripada kamu dirumah sendirian, lebih baik kamu ikut mama," ucap bu Merry.


"Tapi ma, nanti Nina boleh ya pilih-pilih bajunya buat hadiah teman Nina," kata Nina.


"Boleh, pilih aja nanti sesuka hatimu yang mana," ucap mama lagi.


"Kamu mau kasih siapa sih," tanya Hendra.


"Memang kamu punya teman disini, kamu kan gak punya teman disini," kata Hendra.


"Yeeee....siapa bilang aku gak punya teman disini," kata Nina.


"Ada kok teman Nina disini, orangnya baik, cantik lagi, mau gak kakak kukenalin," kata Nina lagi.


"Gak ah..paling temanmu anak cabe-cabean," ucap Hendra tertawa.


"Huuuuh...ntar kalau liat awas jatuh cinta ya..," kata Nina.


"Gak bakalan aku jatuh cinta dengan cabe-cabean," kata Hendra.


"Udah...ayo selesaikan sarapannya, Hendra ini sudah jam berapa, nanti kamu kesiangan kekantornya," kata pak Anton.


"Iya pa...," jawab Hendra.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya dan adiknya, Hendra pun berangkat kerja. Sore ini pulang kerja dia ingin menjemput Pelangi ditempat kerja tanpa memberitahu Pelangi dulu.


"Biik...ini mejanya tolong diberesin ya bik," ucap bu Merry.


"Iya nyonya....," jawab bik Sum.


"Bik, saya sama non Nina mau ke butik dulu ya," kata bu Merry.


"Iya nyonya," sahut bik Sum.


"Ma, biar Nina ya yang nyetir mobilnya," kata Nina.


"Iya udah...tapi hati-hati ya," ucap bu Merry sambil menyerahkan kunci mobilnya ke putrinya.


"Oke ma..," sahut Nina.


Didalam perjalanan Nina asyik bercerita tentang suasana sewaktu dia berada di Australia. Ibu Merry sangat antusias mendengar semua cerita dari putrinya. Akhirnya mereka sampai di butik dan salon milik ibu Merry.


"Selamat pagi Rahma," sapa bu Merry kepada karyawannya.


"Selamat pagi bu Merry," kata Rahma.


"Oh iya ini anak saya Nina, dia kuliah di Australia, sekarang lagi liburan," kata bu Merry memperkenalkan putrinya.


"Saya Rahma mba," ucap Rahma sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Nina," kata Nina menjabat tangan Rahma.


"Rahma tolong ajak anak saya untuk memilih baju-baju yang dia suka," kata bu Merry.


"Saya mau keruangan saya dulu," kata bu Merry lagi.

__ADS_1


"Baik bu," ucap Rahma.


"Mari mba saya antar melihat baju-bajunya," kata Rahma.


Karyawan bu Merry, Rahma mengantar Nina ke toko untuk memilih baju yang akan dibawa Nina nanti. Setelah memilih beberapa lembar baju, Nina pun memberikannya kepada Rahma untuk dibungkus.


"Makasih ya kak," ucap Nina.


"Iya sama-sama," ucap Rahma.


"Ya udah...kak, aku keruangan mama dulu ya," kata Nina.


"Iya mba," sahut Rahma.


Nina melangkah pergi keruangan bu Merry yang letaknya hanya disebelah toko baju tersebut.


"Ma, Nina mau ketempat teman dulu ya ma," ucap Nina.


"Nina boleh pinjam mobil mama gak," kata Nina.


"Nina mau ketempat teman," kata Nina lagi.


"Ya udah nanti kamu jemput mama ya," kata bu Merry.


"Oke ma...Nina jalan dulu ya ma," sahut Nina.


Setelah berpamitan dengan bu Merry, Nina berencana untuk mengunjungi Pelangi ke toko roti tempat Pelangi bekerja. Dia ingin mengucapkan terima kasih dengan membawakan hadiah pakaian yang dia pilih dibutik mamanya tadi. Akhirnya Nina sampai di depan toko roti tempat Pelangi bekerja. Nina melihat Pelangi lagi sibuk melayani customer, jadi Pelangi tidak melihat kedatangan Nina.


"Selamat siang kak Pelangi," kata Nina mengagetkanku.


"Selamat siang....mba Nina ya," kata Pelangi sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, baik mba...mba sendiri gimana kabarnya," jawabku


"Baik....tapi jangan panggil aku emmbaaa ya kak, panggil nama aja Nina," ucap Nina.


"Oh iya kak Pelangi, ini Nina bawain kakak hadiah, itu sebagai ucapan tanda terima kasih aku kak," ucap Nina.


"Ya ampun kok repot-repot amat sih, makasih ya," ucapku.


"Kak boleh gak jam makan siang nanti, aku mau ngajak kakak keluar," kata Nina.


"Yaah...maaf ya Nin, aku gak bisa lain kali aja ya, gak dibolehin keluar saat jam kerja itu peraturan disini, kecuali ada keperluan yang mendesak," ucapku.


"Izin sebentar aja kak, masa gak bisa sih, pliisss....mau ya kak," rengek Nina.


"Ya udah...aku coba izin nanti kalau memang gak bisa, ya maaf ya," kataku.


"Oke kak," sahut Nina.


Aku mencoba meminta izin ke supervisorku untuk keluar saat jam makan siang, dan untunglah supervisorku memberikan izin. Pasti Nina senang mendengar berita ini batinku.


"Gimana kak," tanya Nina.


"Alhamdulillah aku dapat izin, kita bisa pergi," ucapku.


"Sebentar aku siap-siap dulu ya," kataku.

__ADS_1


"Sudah ya kak....ayo kak, aku mau ngajak kakak untuk ketemu sama seseorang yang nyebelin, yang bilang aku gak punya teman disini, aku mau buktikan sama dia kalau aku juga punya teman yang cantik dan baik," kata Nina menjelaskan.


"Oh ya...siapa dia," ucapku.


"Nanti aku kenalkan kak," ucap Nina.


Kami lalu menuju parkiran tempat mobil Nina diparkir. Setelah itu mobil pun melaju menuju ketempat yang aku sendiri tidak tahu kemana Nina membawa aku. Akhirnya aku dan Nina sampai disebuah perkantoran dan aku tidak tahu itu kantor siapa. Kami memasuki kantor tersebut, Nina menyapa semua karyawan yang lewat. Mungkin Nina anak dari pimpinan yang punya perusahaan ini batinku.


"Siang kak," sapa Nina kepada resepsionis.


"Siang juga mba," sahut resepsionis.


"Papa ada kak," tanya Nina.


"Bapak lagi keluar dengan klien, mungkin sore baru datang," jawab resepsionis.


"Kalau kakak ada," tanya Nina.


"Ada mba diruangannya," jawab resepsionis.


"Saya ke ruangannya ya," kata Nina.


"Oh iya...silakan mba," sahut resepsionis.


"Ayo kak Pelangi," ajak Nina.


Aku hanya mengangguk pelan dan mengikuti Nina, aku tidak tahu Nina ingin bertemu dengan siapa mungkin saja kakaknya seperti yang dia bilang kepada resepsionis. Nina mengetuk pintu tiga kali, dan terdengar suara teriakan dari dalam.


"Iya masuk," ucap Hendra.


"Hai kak Hendra," ucap Nina.


Aku kaget ketika masuk kedalam ruangan ternyata ada Hendra. Hendra pun tidak kalah kaget melihat kehadiranku.


"Pelangi...," kata Hendra pelan.


Aku hanya terdiam terpaku seperti tidak percaya, ternyata Nina adiknya Hendra. Aku baru ingat kalau dulu Hendra pernah cerita kalau punya adik perempuan yang sedang kuliah diluar negeri ternyata Nina orangnya cewek yang datang ke toko roti tempo hari.


"Kak Hendra kenal dengan kak Pelangi," ucap Nina.


"Ini loh kak temannya Nina, kakak kan pernah bilang sama aku kalau aku disini gak punya teman," kata Nina.


"Namanya kak Pelangi kak," kata Nina lagi.


"Kalau yang ini sih kakak kenal banget," kata Hendra.


Aku hanya tersenyum memandang Hendra. Nina heran melihat kami berdua.


"Nina...Pelangi ini pacarnya kakak," kata Hendra.


"Kakak belum sempat kenalin ke kamu, ternyata kamu sudah kenal duluan," kata Hendra lagi.


"Serius kak Hendra, kak Pelangi ini pacar kakak," kata Nina.


"Iya Nin," kataku.


"Nina doakan semoga hubungan kak Pelangi dan kak Hendra sampai ke pelaminan," kata Nina.

__ADS_1


"Amiin...,," kataku dan Hendra.


Nina lalu menceritakan pertama kali kami bertemu hingga menjadi teman. Hendra mengajak kami makan siang diluar, aku senang sekali hari ini aku bisa bertemu dengan kekasihku dan juga adiknya.


__ADS_2