Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 40 Dirumah Sakit


__ADS_3

Sudah seminggu ibu Merry dirawat dirumah sakit, kesehatannya pun sudah mulai membaik, walaupun tangannya belum terlalu bisa digerakkan. Hari ini Pelangi sengaja izin kerja hanya untuk menjenguk ibu Merry dan ingin membawakan kue yang dibuatnya sendiri khusus untuk ibu Merry. Pelangi tahu ibu Merry masih belum bisa menerimanya tapi Pelangi tetap berusaha untuk menarik simpati dari ibu Merry. Tanpa diketahui oleh Pelangi, Sari dan Reza berada dirumah sakit yang sama dengan ibu Merry. Kesehatan Sari semakin hari semakin menurun, seminggu sekali dia harus melakukan kemoterapi. Badan Sari yang dulunya padat berisi sekarang kurus sekali, dan rambutnya yang dulunya hitam dan tebal sekarang mulai menipis. Reza selalu setia mendampingi istrinya dalam keadaan apa pun, Reza yakin kalau Sari akan sembuh. Secara tidak sengaja Pelangi bertemu dengan Sari dan Reza.


"Kak Pelangi...," sapa Sari.


Pelangi hanya terdiam terpaku melihat Sari dan Reza telah berdiri dihadapannya. Pelangi terkejut melihat keadaan Sari yang sekarang, dia tidak menyangka adiknya bisa seperti ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Kemana Sari yang cantik seperti dulu batinku.


"Hai Pelangi...," sapa Reza.


"Kamu ada disini juga," tanya Reza.


"Iya...," jawabku pendek.


"Kakak lagi berobat," tanya Sari.


"Aku ke sini mau jenguk seseorang," jawabku.


"Syukurlah, kakak ga apa-apa," ucap Sari.


"Aku kira tadi kakak sakit," ucap Sari lagi.


"Gak...aku ga apa-apa...," ucapku.


"Kalau kalian lagi apa disini," tanyaku.


"Aku habis selesai kemoterapi kak," jawab Sari.


"Ooh gitu...," ucapku pendek.


Pelangi sebenarnya tidak mau berlama-lama ngobrol dengan Sari dan Reza.


"Ya udah...kalau gitu, aku duluan ya," kataku.


Pelangi bermaksud hendak beranjak pergi, tapi langkahnya terhenti ketika Sari memegang pergelangan tangan Pelangi.


"Tunggu dulu kak...," ucap Sari.


"Ada apa Sar...," ucapku.


"Kak Pelangi gak buru-buru kan ini," tanya Sari.


"Gak juga sih...," jawabku.


"Kenapa ??" tanyaku.


"Aku mau ngomong sama kakak sebentar kak," kata Sari.


"Boleh ya kak," kata Sari lagi.


Pelangi hanya bisa mengangguk, Pelangi tidak tega menolak permintaan dari adiknya itu karena melihat kondisinya seperti ini.


"Mas Reza, aku mau bicara dulu dengan kak Pelangi berdua," kata Sari.

__ADS_1


"Ya udah...aku mau nebus obat dulu ya diapotik," kata Reza.


"Iya mas, aku ditaman rumah sakit ini ya mas," kata Sari.


Setelah berpamitan dengan Sari dan Pelangi, Reza pun pergi. Sari dan Pelangi menuju taman yang ada dirumah sakit ini.


"Ayo kak kita duduk ditaman itu," ajak Sari.


"Iya...," jawabku pendek.


Pelangi mengikuti langkah Sari dan berjalan beriringan menuju sebuah taman. Taman dirumah sakit ini sangat sejuk dan rindang. Banyak pohon-pohon besar dan berbagai macam bunga yang tumbuh disana. Ditaman rumah sakit ini juga disediakan bangku-bangku panjang disetiap sudut pohon. Pelangi dan Sari duduk di bangku sebelah kanan taman


"Kamu mau ngomong apa Sar," tanyaku.


"Kak Pelangi...aku tahu selama ini kakak masih menyimpan rasa benci sama aku," kata Sari.


"Kamu salah Sar, aku sudah memaafkanmu," kataku.


"Aku sudah melupakan masa laluku yang pahit dengan Reza," kataku.


Entah mengapa hati Pelangi lega setelah mengobrol dengan Sari. Itu mungkin karena Pelangi sudah benar-benar mengikhlaskan dan memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Dan sekarang hanya ada perasaan kasihan dan prihatin atas kondisi Sari saat ini.


"Kak Pelangi aku minta maaf selama ini udah menyakiti hati kakak," kata Sari.


"Aku tau kak..penyakitku ini sudah gak bisa diobati," ucap Sari mulai menangis.


"Aku sudah melakukan berbagai macam pengobatan tapi gak ada perubahan," kata Sari.


"Sari...aku sudah memaafkanmu dari hatiku yang paling dalam, jadi kamu gak usah mikirin itu semua," ucapku.


"Kamu harus yakin kalau kamu pasti sembuh jangan pesimis gitu," kataku memberi semangat kepada Sari.


"Kak Pelangi...aku takut kak...aku takut mati kak," isak tangis Sari.


Pelangi memeluk Sari untuk menenangkannya, Pelangi bisa merasakan bagaimana perasaan Sari sekarang. Dimana ada perasaan sedih, sakit dan takut campur aduk jadi satu.


"Kamu harus kuat dan yakin kalau kamu bakal sembuh, berdoa dan pasrahkan semuanya kepada Allah," kataku.


"Ingat Sar, kamu harus melawan penyakitmu demi anakmu," ucapku.


"Kasian Gilang masih kecil, dia masih butuh perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya," kataku


"Terutama kamu Sar, sebagai ibunya," kataku menjelaskan.


"Karena itu kak, aku mau minta tolong sama kak Pelangi," jawab Sari.


"Minta tolong apa Sar, kalau memang aku bisa bantu, pasti aku bantuin kamu," ucapku


"Aku tau kak, umurku sudah gak lama lagi, dan aku takut anakku gak ada yang mengurus," kata Sari.


"Kalau aku mati, Reza pasti akan menikah lagi kak, aku takut nanti istrinya Reza tidak menyayangi anakku," kata Sari lagi.

__ADS_1


"Kak Pelangi...aku mohon, menikahlah dengan Reza kak," kata Sari.


"Apaaa...! " ucapku kaget.


"Kamu sudah gila Sar, mana mungkin itu aku lakukan," ucapku.


"Hanya kak Pelangi yang bisa menolong aku kak, aku percaya sama kakak, karena kak Pelangi bisa menyayangi Gilang seperti anak kakak sendiri," kata Sari.


"Tapi Sar...gak mungkin aku menikah dengan Reza," ucapku dengan nada keras.


"Sari, aku sudah punya Hendra, kami berencana untuk menikah secepatnya," kataku.


"Tolonglah kak, penuhi permintaanku, mungkin ini jadi permintaan terakhir aku kak," kata Sari.


"Mungkin kakak butuh waktu untuk menjawabnya, pikirkan dulu ya kak," kata Sari lagi.


"Jawabannya tetap gak bisa Sari," kataku.


"Sekarang kamu fokus dengan kesehatanmu, jangan pikir yang macam-macam," ucapku.


"Aku yakin kamu pasti sembuh," ucapku lagi.


"Tapi kak...," ucap Sari.


"Sudah....," sahutku memotong perkataan Sari.


Pelangi sudah tidak mau lagi melanjutkan pembicaraan yang menurutnya sudah tidak masuk akal ini. Mana mungkin aku menikah dengan Reza dimana sekarang ini aku sudah mempunyai Hendra, ide Sari benar-benar gila batinku. Dan Pelangi tidak mau menyetujui ide gila itu. Untunglah Reza sudah selesai dari apotek dan menghampiri kami.


"Itu Reza sudah datang," ucapku.


"Apa kalian sudah selesai mengobrolnya," tanya Reza.


"Iya, kami sudah selesai," sahutku cepat.


"Ya udah kalau gitu aku pamit dulu ya, semoga kamu cepat sembuh ya Sar," ucapku.


"Ya udah hati-hati kak, makasih ya kak...tolong ya kak, pertimbangkan kata-kataku tadi," kata Sari.


Pelangi hanya diam saja dan cuma tersenyum kepada Sari. Setelah itu Pelangi pergi meninggalkan Sari dan Reza.


"Sayang...tadi kamu lagi ngobrolin apa sama Pelangi, boleh tau gak," tanya Reza.


"Banyak hal," jawab Sari pendek.


"Kak Pelangi masih seperti dulu ya, masih kelihatan cantik, beda sama aku, semakin hari semakin jelek," kata Sari.


"Kamu ini ngomong apa sih, bagaimana pun keadaanmu dimataku kamu tetap selalu cantik," sahut Reza.


"Sudah jangan ngomong macam-macam, ayo kita pulang," ajak Reza.


"Habis makan nanti kamu minum obat terus istirahat.

__ADS_1


Didalam mobil sepanjang perjalanan pulang Sari hanya diam saja, dia berharap Pelangi mau mengabulkan permintaannya untuk menikah dengan suaminya, walaupun hatinya tidak rela tapi semua itu dilakukannya demi kebahagiaan anak dan suaminya, dan harapannya ada di Pelangi.


Buat pembaca makasih atas suportnya..ditunggu like, coment dan votenya ya..supaya Author tetap semangat berkarya...😍😍😍🙏🙏🙏


__ADS_2