
Tok..tok..tok..aku mengetuk pintu,semoga aja ibu masih bangun batinku. Kudengar langkah kaki kemudian pintu dibuka,aku pun masuk.
"Kok malam sekali baru sampainya Pelangi," tanya ibuku.
"Iya bu tadi bisnya menunggu penumpang penuh dulu baru berangkat," kataku.
"Ibu belum tidur ya tadi," tanyaku lagi.
"Belum....ibu nunggu kamu pulang," kata ibu.
Kasihan ibuku aku jadi tidak tega menceritakan tentang Sari kepada ibu.
"Ibu masak apa? Pelangi lapar banget kangen masakan ibu," kataku sambil memeluk ibu.
"Ibu tadi pagi masak sayur lodeh kesukaanmu pasti kamu belum makan,ada dipanci nanti ibu panasin dulu ya," kata ibu.
"Gak usah bu biar Pelangi yang panasi sayurnya,sekarang ibu tidur ini sudah malam," sahutku.
"Ya sudah ibu mau tidur duluan ya nak,ooh iya bagaimana keadaan adikmu disana kamu belum cerita sama ibu," tanya ibu lagi.
"Sari baik-baik aja kok disana bu jadi sekarang ibu tidur dulu,besok Pelangi cerita semuanya sama ibu," jawabku.
Ibu lalu masuk kekamarnya,aku lalu membersihkan diri mandi dan istirahat,yang tadinya aku sangat lapar tiba-tiba saja menjadi kenyang sewaktu membicarakan Sari. Aku berbaring ditempat tidurku, aku belum bisa memejamkan kedua mataku, aku masih ingat kejadian siang tadi dirumah Sari. Suaminya Sari ternyata Reza,calon suamiku. Kenapa Reza dan Sari begitu jahatnya sama aku mengkhianati aku,selingkuh dibelakang aku walaupun Sari tidak tahu kalau Reza itu calon suamiku,tetap aja aku tidak terima menurut aku Sari juga bersalah karena menjebak Reza.
Dewi pernah bilang kalau Sari menjebak Reza supaya bisa memilikinya. Aku menangis kencang harapanku hidup bahagia dengan Reza kandas sudah. Aku tidak bisa memaafkan mereka karena kelelahan aku pun tertidur.
#####
"Pelangi bangun ini sudah jam 7,kamu gak turun kerja nak," kata ibu mengetuk pintu kamarku.
Aku terbangun kepalaku sangat pusing dan badanku agak sedikit demam. Aku hanya terbaring ditempat tidurku ibu masuk kedalam kamarku.
"Pelangi bangun," kata ibu lagi.
__ADS_1
"Kepala Pelangi pusing bu,gak enak badan hari ini Pelangi mau izin aja gak masuk kerja bu," kataku.
Ibu memegang dahiku memastikan suhu badanku.
"Badanmu agak hangat nak kamu minum obat ya,sebentar ibu belikan sarapan sama obat dulu ya,kamu gak apa-apa kan ibu tinggal keluar sebentar," kata ibu.
"Iya bu...." sahutku lemah.
Ibu lalu beranjak pergi keluar,kuambil handphoneku untuk mengabarkan supervisorku kalau aku hari ini tidak bisa masuk kerja karena sakit. Aku mencoba untuk bangun tapi kepalaku kurasakan sangat berat sekali pusing seperti mau pecah. Kuputuskan untuk berbaring saja tidak lama ibu pun datang membawakan bubur ayam dan obat untukku.
"Pelangi kamu makan dulu ya buburnya setelah itu minum obat biar badanmu sehat nak," kata ibu dengan lemah lembut.
Ibu lalu menyuapi aku makan sampai habis lalu memberi minum obat kepadaku.
"Sekarang kamu tidur lagi ya nak,ibu mau masak dulu," kata ibuku lagi.
Aku mengangguk menuruti kata ibu. Mungkin karena aku sangat kecapean dan mungkin juga karena pengaruh obat yang aku minum tadi,aku pun langsung terlelap lagi.
#####
Kulihat jam dinding dikamarku sudah menunjukkan jam 1.30. Aku mau bangun tapi badanku masih sangat lemah jadi aku putuskan untuk berbaring saja dulu. Kembali pikiranku melayang kepada Reza dan Sari,tak terasa air mataku mengalir.
Aku menangis membayangkan pengkhiantan mereka.
Aku tidak menyadari kalau ibu sudah berdiri disampingku dan memperhatikanku.
"Kamu kenapa,nak," tanya ibu.
Ibu tahu kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu. Aku lalu menangis sambil memeluk ibu.
"Cerita sama ibu kamu kenapa nak," kata ibu sambil membelai rambutku.
Aku tidak sanggup rasanya untuk bercerita kepada ibu apa yang terjadi aku takut ibu tidak kuat mendengarnya. Ya Tuhan beri hamba kekuatan aku gak mau membohongi ibu,aku harus menceritakan semua apapun yang akan terjadi nanti pokoknya ibu harus tahu batinku lagi. Aku lalu melepaskan pelukan ibu dan menghapus air mataku.
__ADS_1
"Ibu Pelangi mau menceritakan sesuatu sama ibu tapi ibu janji sama Pelangi,ibu harus kuat mendengar semua ini," kataku.
"Iya Pelangi,Insya Allah ibu akan kuat mendengarnya sekarang kamu cerita apa yang terjadi," kata ibu penasaran.
"Bu,Sari sudah gak kuliah lagi karena hamil. Dia hamil diluar nikah sekarang usia kehamilannya sudah sekitar kurang lebih 7 bulan. Dia cuma nikah siri bu, dan ibu tau siapa suami Sari," kataku sambil menangis.
"Suami Sari itu ternyata adalah Reza bu,calon suami Pelangi," kataku lagi.
"Apa kamu bilang nak," kata ibu dengan nada tinggi.
"Jadi selama ini Sari sudah membohongi kita dan sekarang lagi hamil. Ya Allah kenapa Sari bisa seperti itu ibu tidak pernah mengajari dia berbohong dan selama ini ibu sudah mendidik dia agar tidak melanggar norma agama,menjaga diri,menjaga nama baik keluarga,semua ini salah ibu,ibu tidak bersikap tegas,terlalu menuruti semua kemauan Sari," kata ibu sambil menangis.
"Semua ini bukan kesalahan ibu,ibu sudah melakukan yang terbaik buat kami,ibu sudah mendidik kami dengan benar bu jadi ibu jangan menyalahkan diri ibu," jawabku.
Ibu terus menangis karena kecewa sekali.
"Ibu sudahlah jangan menangis lagi semuanya sudah terjadi,biarlah Sari menjalankan kehidupannya seperti yang dia mau," kataku lagi.
Tangisan ibu mulai reda.
"Ibu mau ketemu dengan Sari nak,ibu mau bicara langsung sama dia,apa kamu mau menemani ibu untuk bertemu dengan Sari nak," kata ibu.
"Maaf ibu saat ini Pelangi sudah gak mau ketemu sama Sari jadi Pelangi gak bisa mengantarkan ibu hati Pelangi masih sakit ibu,Pelangi gak sanggup harus melihat Sari dan Reza hidup didalam satu atap," sahutku.
"Mungkin lebih baik ibu telpon aja Sari," kataku lagi.
"Baiklah ibu nanti akan berbicara dengan Sari,kamu yang sabar ya nak ibu yakin kamu pasti kuat menghadapi semua cobaan ini,semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi ibu selalu mendoakan kamu nak,ibu juga terpukul ibu gak percaya apa yang telah dilakukan adikmu tapi benar atau salah,biar bagaimana pun dia tetap lah anak ibu darah daging ibu dan kalian tetap bersaudara tidak baik memutuskan tali persaudaraan itu dosa nak," kata ibu memberi nasehat.
"Iya ibu tapi saat ini Pelangi belum bisa bertemu dengan Sari,Pelangi butuh waktu bu," kataku lagi.
"Iya ibu mengerti keadaanmu Pelangi,sekarang istirahat lah ibu mau memasak buat kita makan malam nanti," kata ibu lalu meninggalkan kamarku.
Aku merasa sedikit lega setelah berbicara dengan ibu. Aku tahu ibu sangat sedih dan kecewa. Aku tidak mau lagi mendengar semua tentang Sari dan Reza. Mulai sekarang aku harus melanjutkan hidupku batinku dalam hati.
__ADS_1