
Pagi ini cuaca cerah pas banget buat jogging kebetulan hari ini libur kerja. Aku pergi ke taman didekat rumahku,disana sudah banyak orang yang berolah raga. Baru beberapa putaran aku sudah kelelahan. Aku duduk dibangku taman sambil minum air mineral yang kubawa. Ditaman ini dulu aku sering kesini dengan Reza kadang kami bersepeda atau hanya sekedar nongkrong saja.
Masih ada rasa sakit dihati saat aku mendengar kabar Sari dan Reza sudah memiliki bayi. Sampai saat ini aku juga belum berkomunikasi dengan Sari. Aku ingin mengikhlaskan semua,mengikhlaskan bahwa adikku sudah menikah dengan kekasihku tapi aku masih belum bisa rasa sakit dihati masih saja terasa. Ingatanku kembali kepada Reza. Pasti sekarang dia sudah bahagia karena sudah mempunyai seorang putra.
Ya Allah bantu aku mengikhlaskan semua yang terjadi doaku dalam hati. Setelah kurasa lelahku mulai hilang aku lalu berlari lagi beberapa putaran,mungkin karena sudah sangat kelelahan aku kurang fokus dan pandanganku mulai kabur aku berlari sempoyongan menabrak seseorang dan aku pun terjatuh.
"Oh maaf mas,aku gak sengaja," kataku sambil berdiri dibantu pemuda itu.
"gak apa-apa mba biar saya bantu mba,mba nya gak kenapa-napa kan," tanya pemuda itu.
"Iya aku baik-baik aja," ucapku.
Ketika melihat wajahnya aku merasa seperti pernah lihat tapi entah dimana batinku.
"Mba Pelangi ya," kata pemuda itu lagi.
"Saya Hendra mba, kita pernah ketemu didalam bis mba," ucap Hendra.
"Oh iya ya,aku baru ingat kamu yang kasih aku tisu dan bawel banyak tanya," kataku sambil tertawa.
"Sudah gak nangis lagi ya mba," kata Hendra tertawa.
"Hahaha...dasar kamu," kataku.
”Mba kita duduk dibangku disana yuk," ajak Hendra.
"Gak ganggu kan," ucap Hendra lagi.
"Gak kok...! ayo," jawabku.
Aku dan Hendra duduk dibangku taman.
"Kamu sering ketaman ini ya," kataku.
"Gak juga sih kalau ada waktu luang atau pengen jogging aku kesini," ucap Hendra.
"Kalau kamu sering kesini ya," tanya Hendra.
"Dulu aku sering kesini tempat ini menjadi tempat kenanganku yang indah tapi itu dulu sekarang sudah gak indah lagi," jawabku.
"Pasti kenangan indah sama pacar ya kan," tanya Hendra.
"Ah kamu sok tau," kataku.
"Tapi bener kan,cewek tu memang kaya gitu lain di mulut lain dihati,dimulut bilang gak tapi dihati bilang iya," ucap Hendra.
"Dasar kamu tu ya...berarti pacar kamu gitu juga ya, makanya kamu tau," kataku sambil tertawa.
Hendra pun ikut tertawa.
"Boleh minta no handphone mu gak," katanya lagi.
"Gak....kalau kamu minta,terus aku pakai no hp siapa," candaku.
"Ya udah pinjam boleh sebentar aja gak lama kok," kata Hendra.
Aku tertawa lalu aku menyebutkan no handphoneku.
"Ya udah aku mau pulang dulu ya,udah siang matahari udah panas banget ini,kamu masih mau disini," tanyaku.
"Ya udah aku juga mau pulang malas sendirian duduk disini gak ada yang temani ngobrol," jawab Hendra.
__ADS_1
"Mau kuantar pulang gak," katanya lagi.
"Gak perlu lah rumahku dekat kok dari sini," kataku.
"Ya gak apa-apa sekalian aku mau tau rumah kamu, sekalian silaturahmi boleh," kata Hendra.
"Iya boleh," kataku.
"Ayo disana mobilku," kata Hendra sambil menunjuk mobil merah miliknya.
Kami berdua lalu menuju ke arah mobil yang ditunjuk Hendra. Hendra membukakan pintu mobilnya untukku.
"Makasih...." kataku.
"Sama-sama," kata Hendra sambil tersenyum kepadaku.
Duh ternyata senyumnya manis juga pikirku. Ah aku mikir apa sih,aku lalu membuang jauh pikiranku yang mulai aneh-aneh. Didalam mobilnya Hendra menyalakan AC dan musik.
"Kok diam,kenapa? AC nya terlalu dingin ya," kata Hendra.
"Gak kok Hen,aku gak apa-apa biasa aja," kataku.
"Nanti pas disimpangan itu belok kiri ya,nanti stopnya di rumah kecil pagar coklat ya," kataku menjelaskan.
"Siap non,perintah non akan segera dilaksanakan," ucap Hendra.
Hendra mengikuti petunjuk yang kuberikan dia berhenti pas didepan rumahku.
"Ini rumahku walaupun kecil dan sangat sederhana tapi aku bahagia tinggal disini," kataku.
"Kamu tinggal dengan siapa Pelangi," tanya Hendra.
"Aku sekarang tinggal berdua dengan ibuku,ayahku sudah meninggal," jawabku.
Sebenarnya aku malas membicarakan Sari dan Reza.
"Boleh aku mampir kerumahmu kenalan sama ibumu," kata Hendra.
"Lain kali aja ya Hen,udah siang aku belum mandi udah gerah banget rasanya badanku," kataku.
"Oke tapi kamu janji ya kapan-kapan aku boleh main ke rumahmu dan kenalan dengan ibumu," ucap Hendra.
"Aku janji deh,makasih ya udah nganterin ya udah aku masuk dulu," kataku.
Setelah pamit Hendra lalu pergi. Aku bergegas mandi karena badanku sudah gerah. Setelah mandi aku lalu menyantap makanan yang sudah disediakan ibu, kulihat ibu sedang tidur dikamarnya mungkin ibu kecapean pikirku,aku pun tidak ingin membangunkannya. Selesai membereskan sisa makanan dan mencuci piring kotor aku kekamar hendak beristirahat.
Tidak Beberapa lama kudengar suara handphoneku berbunyi. Aku tidak tahu nomor siapa yang masuk,aku lalu mengangkatnya dan ku dengar suara Hendra.
"Halo Pelangi aku Hendra,lagi apa nih maaf ya udah ganggu," kata Hendra.
"Halo Hen,iya aku lagi mau istirahat,kamu gak ganggu kok tapi usil," kataku.
Hendra hanya bisa tertawa.
"Aku telpon kamu mau ngajakin kamu jalan malam ini,gimana mau gak," tanya Hendra.
"Memang mau ngajak aku kemana,aku gak mau jalan kalau gak punya tujuan," kataku.
"Aku gak mau cuma sekedar ngukur jalanan doang," kataku lagi sambil tertawa.
"Oke deh,ntar kutraktir makan mau kan," ucap Hendra.
__ADS_1
"Tapi aku makannya banyak loh," candaku.
"Hahaha...emang seberapa besar sih perutmu,pokoknya semua makanan yang kamu mau nanti kita pesan," kata Hendra tertawa.
"Oke,aku mau makan bakso,soto,siomay,nasi padang,nasi goreng,mie ayam,gado-gado,sate,martabak,pizza,burger,es krim,sudah itu aja," kataku tertawa.
"Gak mau nambah kepiting saos,cumi lada hitam,ayam goreng,udang crispy," tanya Hendra.
"Oh boleh deh nambah lagi," kataku.
Hendra cuma tertawa mendengar perkataanku mungkin pikirnya aku serakus itu. Aku cuma ingin mengerjain Hendra saja karena menurutku dia orang yang terlalu cerewet sebagai laki-laki.
"Ya udah aku mau istirahat dulu capek dan ngantuk," kataku.
"Ya udah,ntar aku jemput nanti malam ya met istirahat," ucap Hendra.
Aku lalu mematikan handphoneku dan berniat tidur.
#####
Setelah sholat magrib aku bersiap-siap, dandan dengan make up tipis tidak terlalu menor,hari ini aku mau mengenakan pakaian casual,kaos pink dan celana jeans hitam. Setelah aku merasa penampilanku sudah rapi,aku keluar kamar dan duduk menunggu kedatangan Hendra diruang tamu kulihat ibu juga ada disana.
"Mau kemana kamu Pelangi," tanya ibu.
"Pelangi mau pergi keluar bu sama Hendra,cowok yang tadi sore Pelangi ceritakan,boleh ya bu," tanyaku.
"Iya tapi kamu janji sama ibu kamu harus menjaga dirimu nak,ibu gak mau kejadian Sari terjadi lagi," ucap ibu.
"Iya bu Pelangi janji sama ibu, Pelangi akan menjaga diri seperti pesan ibu,nanti Pelangi kenalkan sama yang namanya Hendra itu," kataku.
Tidak berapa lama mobil Hendra pun datang.
"Assalamualaikum....selamat malam bu,Pelangi," kata Hendra dengan ramah.
"Waalaikumsalam......" kataku dan ibu.
"Ayo masuk," kata ibu.
"Hen,ini ibuku,bu ini Hendra," kataku mengenalkan keduanya.
Setelah Hendra minta izin kepada ibu untuk mengajakku keluar kami lalu berpamitan kepada ibu.
"Kita mau kemana," tanyaku setelah berada dalam mobil.
"Kita makan aja yuk sambil kita ngobrol,aku pengen kenal kamu lebih jauh," kata Hendra.
"Kalau makan sih aku mau tapi kalau mau kenal aku lebih jauh,lebih lebih baik jangan deh," kataku.
"Loh kenapa," tanya Hendra.
"Ntar kamu nyesal punya teman seperti aku," jawabku.
"Aku kan makannya banyak masih ingatkan pesanan makananku tadi siang," kataku.
Hendra tertawa mendengar perkataanku.
"Aku masih ingat kok tenang aja tapi kamu harus habiskan semuanya ya jangan tersisa sediktpun," ucap Hendra.
Hendra membawa aku ke sebuah restoran yang mewah dan cukup terkenal dikotaku. Baru kali Ini aku masuk ke restoran yang mewah seperti ini,pasti makanannya mahal-mahal gajiku sebulan mungkin gak cukup buat makan disini batinku.
"Heh....,jangan melamun ayo masuk," kata Hendra.
__ADS_1
Kami lalu masuk mencari tempat duduk dan memesan makanan. Sambil makan kami mengobrol tentang banyak hal. Hendra memang orangnya asyik untuk diajak ngobrol,dia menceritakan banyak hal termasuk tentang dirinya yang ternyata seorang pengusaha yang memiliki beberapa cabang perusahaan dibeberapa kota. Mendengar semua tentang dirinya aku jadi teringat dengan Reza. Aku tidak mau mempunyai teman seorang pengusaha lagi seperti Reza,aku masih trauma. Tapi kan Hendra bukan pacar tapi cuma teman apa salahnya pikirku lagi. Setelah makan,malam itu kami sambung lagi dengan menonton film yang lagi booming dibioskop.