
Semakin hari pertemananku dengan Hendra semakin dekat. Aku merasa nyaman kalau berada didekat Hendra tidak ada perasaan cinta yang kurasakan dalam hatiku. Jujur aku sayang sama Hendra tapi perasaan sayang itu hanyalah perasaan sayang sebagai seorang teman tidak lebih,entahlah mungkin perasaanku untuk jatuh cinta lagi itu sudah mati. Aku juga tidak tahu bagaimana perasaan Hendra terhadapku mungkin juga sama seperti aku hanya teman biasa. Setelah putus dari Reza aku sepertinya tidak bisa lagi untuk jatuh cinta,perasaanku sudah mati entahlah aku sendiri tidak tahu,mungkin waktu yang akan berbicara.
Hubunganku dengan Sari juga sudah terputus tidak ada komunikasi lagi setelah aku tahu Sari sudah menikah dengan Reza. Berkali-kali ibu menyuruhku berbaikan dengan Sari karena kami bersaudara kandung dan tidak baik memutuskan tali persaudaraan tapi hatiku masih belum bisa menerimanya dan masih belum bisa memaafkannya.
Dalam waktu dekat ini Sari berencana pulang untuk menemui ibu karena ibu sudah kangen dan ingin bertemu dengan cucu pertamanya. Aku hanya diam saja mendengarkan ibu memberitahu aku. Aku tidak bisa melarang kedatangan Sari karena dia punya hak juga untuk pulang menemui ibu. Aku tidak ingin bertemu dengan Sari, selama dia dirumah nanti aku sudah berniat untuk menginap dirumah Sinta dulu.
#####
Dirumah Sari.
Sari sedang menyusui bayinya yang terbangun karena menangis kehausan. Didalam kamarnya Reza terbangun mendengar suara bayinya menangis dia ingin melihat keadaan bayinya dikamar Sari tapi dia ragu. Hubungan Reza dan Sari sekarang sudah sedikit membaik walaupun masih belum bisa dikatakan sebagai hubungan yang harmonis sebagai suami istri karena mereka masih tidur dikamar yang terpisah. Reza masih bimbang untuk menentukan tujuan hidupnya. Disatu sisi dia masih mencintai Pelangi dan masih mengharapkannya disisi lain dia juga sudah jatuh hati dengan baby Gilang putranya. Reza menjadi serba salah pikirannya kembali ke masa lalu. Ahh..seandainya dulu aku gak ke pergi ke pesta ulang tahun Dewi,mungkin aku gak kenal dengan Sari,mungkin kejadian itu gak terjadi,mungkin sekarang aku sudah menikah dengan Pelangi batin Reza menyesali semua.
Walaupun sudah larut malam Reza masih belum bisa memejamkan kedua matanya dia pergi ke dapur mengambil segelas air minum tenggorokannya terasa kering. Didapur ternyata ada Sari yang sedang membuat segelas susu.
"Belum tidur mas," kata Sari.
"Sudah, tadi kebangun aja karena haus," kata Reza berbohong.
"Mas Reza,bisa kita bicara sebentar," kata Sari pelan.
"Mas,aku kan sudah melahirkan terus gimana hubungan kita mas,apa mas Reza masih tetap ingin menceraikan aku," kata Sari lagi.
Reza terdiam dia tidak menyangka kalau Sari akan membicarakan masalah perceraian. Dulu Reza pernah bilang setelah melahirkan baby Gilang,Reza akan menceraikan Sari. Saat ini Reza lagi tidak ingin membahas permasalahan itu.
"Aku tidak ingin membahas masalah itu dulu Sar,nanti ada saatnya ini juga sudah malam aku capek,aku ngantuk mau tidur besok aku kerja pagi," sahut Reza ketus.
Reza lalu meninggalkan Sari yang hanya terdiam membisu. Sari hanya ingin memastikan saja apa keputusan Reza untuk menceraikannya sudah bulat. Ya Allah semoga aja mas Reza berubah pikiran gak jadi menceraikan aku doa Sari, dia pun lalu beranjak dari tempat duduknya dan menuju kekamarnya.
#####
Seperti biasa pagi ini Sari memasak sarapan dan menyiapkan makanan untuk suaminya walaupun Sari tahu kadang makanannya tidak dimakan.
"Mas Reza sarapan dulu,aku bikin nasi goreng," kata Sari ketika melihat Reza sudah rapi mau berangkat kerja.
Tanpa menyahut,Reza lalu menuju meja makan berniat untuk sarapan kebetulan pagi ini ada rapat jadi dia tidak mau ditengah rapat nanti perutnya bunyi minta diisi. Sari mengambilkan piring Reza dan menuangkan nasi dia pun bermaksud ingin makan bersama Reza. Tidak berapa lama terdengar suara baby Gilang menangis didalam kamar.
"Aku ambil adek dulu ya mas," kata Sari.
Reza melanjutkan makannya dia merasa kasihan melihat Sari mengurus semuanya,mengurus bayi sampai tidak sempat makan meskipun begitu Sari tidak pernah protes atau menuntut macam-macam dari Reza, dia melakukan semuanya dengan ikhlas. Reza bukannya tidak mampu membayar asisten rumah tangga atau pun baby sitter,tapi dia tidak mau ada orang lain melihat kehidupan rumah tangganya yang selalu diwarnai dengan pertengkaran setiap hari. Sari kemudian menggendong baby Gilang keluar dari kamar untuk bertemu dengan Reza.
"Mas ini adeknya baru bangun belum sempat aku mandikan tapi adek masih wangi kok," kata Sari.
"Sini,biar aku gendong dulu Gilangnya,kamu lanjutkan aja sarapanmu gak enak nanti kalau dingin aku juga sudah selesai makan," kata Reza.
Sari terdiam baru kali ini dia merasa diperlakukan baik oleh Reza.
"Ayo makan kok bengong gitu sih,ntar lagi aku mau berangkat kerja," kata Reza.
"Oh.... iya mas," ucap Sari terbata-bata.
Sari melanjutkan sarapannya yang tadi tertunda baru kali dia merasakan nikmatnya sarapan pagi ditemani suami dan anak. Biasanya dia sarapan dengan suasana cuek,dingin,dengan pertengkaran yang tidak jelas dan terkadang sarapan sendirian. Setelah selesai makan dan membereskan sisa makanan, Sari lalu mengambil baby Gilang dari gendongan Reza.
"Makasih ya mas udah jagain adek," kata Sari.
"Ya udah papa berangkat kerja dulu ya adek,adek jangan nakal ya," ucap Reza.
Setelah berpamitan dengan Sari, Reza lalu berangkat kerja. Sepanjang perjalanan ke kantor Reza masih saja memikirkan Sari. Ahh..kenapa aku jadi memikirkan Sari,ucap Reza. Apa aku harus memberi kesempatan kepada Sari, selama ini Sari sudah berusaha menjadi istri yang baik walaupun perlakuanku tidak baik kepadanya dan sekarang sudah menjadi ibu dari anakku,tapi saat ini aku belum bisa mencintainya hatiku masih untuk Pelangi. Ya Allah apa yang harus aku lakukan batin Reza. Hubunganku dengan Pelangi sudah tidak ada harapan, Pelangi sudah memutuskan komunikasinya dari aku, berkali-kali aku menelponnya mencoba bertemu dengannya tapi Pelangi selalu saja menghindar mengangkat telponku sudah tidak mau. Ya....Pelangi benar-benar sudah ingin melupakan aku untuk selamanya. Walaupun aku masih mencintainya tapi aku tidak ingin memaksakan kehendakku,yaah biarlah Pelangi mencari kebahagiaannya dengan orang lain batin Reza. Sekarang Reza sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk hidupnya kedepan.
#####
Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam. Diruang tamu,Sari masih menggendong baby Gilang yang masih terjaga.
"Aduh,anak mama ini kok belum bobo sih jam segini,lagi nungguin papanya ya,kangen ya sama papa sabar ya adek ntar lagi papa pulang, nanti main sama papa ya," ucap Sari kepada baby Gilang anaknya.
__ADS_1
Setelah setengah jam menunggu akhirnya Reza pulang, diruang tamu dilihatnya Sari sedang menggendong baby Gilang.
"Baru pulang ya mas," tanya Sari.
"Iya tadi habis meeting dengan klien," jawab Reza.
"Adek juga gak mau tidur mas dari tadi mungkin kangen sama papanya,ooh iya sebentar mas aku siapin makan malam dulu buat mas," ucap Sari.
"Gak usah Sar,aku udah makan tadi diluar,bisa minta tolong bikinkan aku kopi aja aku pengen minum kopi," kata Reza.
"Oh iya mas sebentar ya aku bikinin," jawab Sari.
"Sini aku gendong adek,aku kangen mau main sama adek," ucap Reza.
Sari lalu menyerahkan baby Gilang kepada Reza lalu bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Reza.
"Anak papa sayang kenapa sudah malam belum bobo,kangen ya sama papa sini papa cium ya," ucap Reza.
Sari lalu datang membawakan secangkir kopi dan sepiring kue.
"Ini mas kopinya,ini ada kue juga," kata Sari.
"Biar aku yang gendong mas adeknya,mas ganti baju dulu baru minum kopinya," kata Sari lagi.
"Oh iya,aku ganti baju dulu mau mandi nanti ada yang mau ku omongin sama kamu," ucap Reza.
Reza lalu bergegas masuk kedalam kamarnya. Apa yang mau diomongin sama mas Reza ya,apa dia mau ngomongin masalah perceraian. Ya Allah aku belum siap untuk berpisah dengan mas Reza batin Sari. Itu mungkin kenapa akhir-akhir ini mas Reza bersikap baik sama aku,mungkin dia mau menceraikan aku dan mau mengambil anakku pikir Sari. Apa aku kabur aja dari rumah ini dan membawa baby Gilang, mas Reza juga masih mandi kalau aku kabur sekarang dia gak tahu tapi mau kubawa kemana baby Gilang malam-malam begini,ketempat Dewi untuk sementara,tapi pasti mas Reza tahu rumah Dewi,pikiran Sari makin kacau.
Ya Allah aku harus bagaimana ini.
Sari akhirnya memutuskan untuk menunggu Reza,mendengarkan apa yang nanti akan diomongin Reza,dia hanya bisa berdoa dan pasrah dengan nasibnya nanti. Setelah cukup lama menunggu, Reza pun sudah selesai dengan aktifitasnya dan menemui Sari diruang tamu.
"Adek sudah tidur ya," tanya Reza.
"Iya mas,aku bawa kekamar dulu ya nanti aku kembali lagi," jawab Sari.
"Ayo duduk sini Sar, aku mau ngomongin masalah kita," ucap Reza.
Sari hanya diam menurut dan duduk disebelah Reza.
"Sar,aku minta maaf selama menjalani rumah tangga kita, aku selalu bersikap kasar sama kamu, aku tidak pernah bersikap baik sebagai suami selalu membuatmu sakit hati dan selalu membuatmu menangis,sebagai seorang ayah aku juga bukan ayah yang baik,selama kamu hamil aku tidak memperdulikan calon bayi kita, aku terlalu sibuk dengan rasa egoku maafkan aku ya Sar," kata Reza
"Sekarang aku sudah sadar beri aku kesempatan, aku pengen memulai dari awal lagi dengan kamu,aku gak mau kita berpisah aku pengen melupakan masa laluku dan belajar untuk mencintai kamu, gimana kamu mau kan," kata Reza.
Sari menangis terharu mendengar kata-kata Reza, dia tidak menyangka Reza yang dulu dingin,cuek,kasar,bisa berubah. Ternyata gak sia-sia kesabaranku selama ini terima kasih Ya Allah batin Sari.
"Sar kenapa kamu menangis, maafin aku ya Sar," ucap Reza sambil menggenggam tangan Sari dan menciumnya.
"Gak mas,aku menangis karena bahagia,iya mas aku maafin semua kesalahan mas Reza aku juga minta maaf mas aku banyak salah sama mas kita mulai lagi dari awal ya mas aku sangat mencintai mas Reza," ucap Sari.
Reza lalu menarik Sari kedalam pelukannya,mereka berpelukan sangat lama. Setelah puas berpelukan,mereka saling berpandangan dan pelan-pelan Reza mencium lembut bibir Sari. Sari membalas lembut ciuman Reza. Lama-lama ciuman mereka menjadi semakin menjadi, Reza lalu menggendong Sari kekamar Sari.
"Malam ini aku ingin menghabiskan malamku bersamamu,sayang," bisik Reza ditelinga Sari.
Setelah dikamar Reza lalu meletakkan Sari diatas ranjang. Reza memeluk Sari,menciumi lehernya dan membuka semua pakaian Sari. Sari mendesah menikmati semua itu dan malam itu mereka melakukan hubungan suami istri yang belum pernah mereka lakukan semenjak mereka menikah.
#####
"Selamat pagi sayang,terima kasih tadi malam kamu luar biasa sayang," ucap Reza.
Sari yang baru bangun merasakan semua itu seperti mimpi.
"Mas Reza,ini semua gak mimpi kan," tanya Sari.
__ADS_1
Reza lalu mencubit pipi Sari.
"Auuu..sakit mas,"ucap Sari.
"Itu artinya kamu gak mimpi sayang, ayo bangun mandi sana adek sudah bangun tu,biar aku jaga dulu," kata Reza.
Hari ini Sari sangat bahagia sekali baru kali ini dia mandi sambil nyanyi-nyanyi. Setelah selesai mandi, Sari bergegas kedapur untuk membuat sarapan untuk Reza.
"Mas Reza sekarang mandi sarapan sudah kusiapkan adek juga mau kumandikan dulu biar segar," kata Sari.
"Okey sayang," kata Reza sambil mengecup pipi istrinya.
Setelah semuanya siap mereka berkumpul dimeja makan, Sari makan sambil menggendong baby Gilang.
"Mas Reza,aku boleh izin gak hari kamis ini aku mau ketempat ibu,aku udah lama gak ketemu ibu aku pengen membawa baby Gilang untuk ketemu ibu, ibu kangen pengen ketemu cucunya mas,gak lama kok mas, mungkin sekitar 3 hari aja," ucap Sari.
"Boleh aja sih,tapi aku gak bisa antar minggu-minggu ini masih banyak kerjaan di kantor," kata Reza.
Kerumah orang tua Sari berarti nanti ketemu dengan Pelangi pikir Reza. Sebenarnya dia bisa saja untuk izin beberapa hari atau mengambil cuti untuk menemani Sari karena perusahaan itu miliknya jadi kapan saja mau izin atau cuti pasti bisa untuk bertemu dengan Pelangi dia masih belum bisa. Reza sudah berkomitmen dalam hati untuk memulai lembaran baru dengan Sari dan melupakan masa lalu dengan Pelangi.
"Aku pergi sendiri aja mas gak apa-apa.aku ngerti kok mas Reza lagi sibuk," ucap Sari.
"Ooh ya udah kalau gitu tapi jangan lama-lama ya,nanti papa kangen sama adek gimana," kata Reza.
"Oh jadi kangennya sama adek aja mamanya gak dikangenin," kata Sari merajuk.
"Ya kangen juga lah,masa nanti tidur gak dimanjain makanya jangan lama-lama disana, papa kangen dua-duanya," ucap Reza sambil mencubit hidung Sari.
"Mas sudah selesai belum makannya ntar mas kesiangan berangkat kerjanya," kata Sari.
Setelah berpamitan dengan Sari dan baby Gilang, Reza berangkat kerja dengan hati yang bahagia.
#####
Siang ini Sari ingin sekali menelpon ibu untuk mengabarkan kalau hari kamis dia akan mengunjungi ibunya, kebetulan baby Gilang lagi tidur dan pekerjaan rumah pun sudah diselesaikannya semua. Sari mengambil handphonenya dan menelpon ibu. Tidak berapa lama telpon pun tersambung.
"Halo ibu...! " apa kabar,Sari kangen sama ibu,ibu sehat-sehat aja kan disana," tanya Sari.
"Halo nak,Alhamdulillah ibu sehat aja disini, kamu gimana sehat aja kan,cucu ibu sehat juga kan, ibu pengen liat cucu ibu baby Gilang," kata ibu.
"Sari baik bu,cucu ibu juga sehat, Gilang minum susunya banyak banget bu,pipinya jadi tembem bu,tuh dia lagi tidur kekenyangan habis minum susu," ucap Sari.
"Oh iya bu...hari kamis ini Sari mau ketempat ibu,mas Reza gak bisa datang karena masih banyak kerjaan dikantornya gak bisa ditinggalin jadi Sari sama baby Gilang bu, ibu nanti mau dibawain oleh-oleh apa," tanya Sari.
"Ibu sangat senang dengarnya Sar, akhirnya ibu bisa ketemu dengan cucu ibu,terserah kamu mau bawain ibu apa aja," ucap ibu.
"Ya udah kalau gitu bu,ibu istirahat ya jangan capek-capek ya bu jaga kesehatan," kata Sari.
Setelah pamit kepada ibu, Sari lalu menutup telponnya. Didalam kamarnya Sari mempersiapkan segala keperluan untuk menginap ditempat ibunya selama tiga hari,baju-baju dan perlengakapan baby Gilang sudah disiapkannya juga. Sudah selesai tinggal beli oleh-oleh buat ibu,batin Sari. Gimana nanti sikap kak Pelangi sama aku dan baby Gilang ya, apa nanti kak Pelangi masih marah dan gak mau menerima aku pikir Sari. Sari jadi ragu dengan niatnya untuk ke rumah ibu, dia ingin membatalkannya tapi sudah terlanjur janji sama ibu. Kasian ibu kalau aku harus membatalkannya,ibu pasti sangat kecewa aku sudah terlalu banyak mengecewakannya batin Sari. Sari bertekad untuk tetap pergi kerumah ibu walaupun nantinya kak Pelangi tidak menyukainya.
#####
Malam hari dirumah ibu ketika makan malam dengan ibu.
"Pelangi,tadi siang adekmu Sari telpon ibu katanya lusa hari kamis mau kesini mau menengok ibu sekalian mau kenalin cucu ibu,baby Gilang," ucap ibu.
Sambil menyantap makanan aku diam saja mendengarkan penjelasan ibu, ibu tahu aku masih belum bisa menerima kehadiran Sari dirumah ini.
"Nak,ibu tau perasaanmu tapi gak baik sesama saudara saling bermusuhan,lupakanlah semua yang menyakiti hatimu,ikhlaskan semua Pelangi,belajarlah berdamai dengan dirimu sendiri nak," ucap ibu.
"Ibu sedih kalau melihat anak-anak ibu gak akur," kata ibu lagi.
"Iya bu,tapi saat ini Pelangi belum bisa memaafkannya bu, Pelangi butuh waktu bu,Pelangi juga belum bisa ketemu,Pelangi masih sakit hati bu,nanti Pelangi mau nginap ditempat teman dulu untuk beberapa hari kedepan," kataku kepada ibu.
__ADS_1
Aku lalu cepat-cepat membersihkan sisa makanan dan mencuci piring. Ibu lalu meninggalkanku dan masuk kedalam kamarnya. Aku tahu ibu sangat sedih mendengar penjelasanku tadi tapi kupikir ibu gak akan sedih lagi setelah kedatangan Sari dan anaknya nanti, ibu pasti akan bahagia kedatangan cucu pertamanya. Setelah mencuci piring aku kekamar, aku menyiapkan beberapa lembar bajuku untuk menginap ditempat sahabatku Sinta, beberapa hari yang lalu aku sudah bilang sama Sinta kalau aku akan menginap ditempatnya dan sebagai sahabat Sinta pasti mengizinkan. Untuk saat ini aku belum bisa untuk ketemu Sari,Reza dan anaknya baby Gilang. Aku tahu dalam hal ini anaknya Sari,baby Gilang tidak bersalah,tidak adil memang menyalahkan anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Tapi entahlah,aku tidak tahu, mungkin kebencian dan perasaan dendam yang sudah menutup hati nuraniku jadi aku tidak bisa berfikir positif, semua yang berhubungan dengan Sari dan Reza mmbuat aku benci setengah mati.
Aku lebih memilh untuk pergi, tidak bertemu dengan mereka karena aku takut apabila aku ketemu dengan mereka emosiku akan memuncak dan mungkin bisa mencelakai mereka. Maafkan aku ibu mungkin suatu hari nanti aku akan bisa menerima kehadiran mereka batinku. Biarlah waktu yang berbicara.